Sibuk Jadi Staf Ahli Presiden, Begini Cara Angkie Yudistia Manfaatkan Waktu Bersama Anak

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 29 Agustus 2022 | 05:00 WIB
Sibuk Jadi Staf Ahli Presiden, Begini Cara Angkie Yudistia Manfaatkan Waktu Bersama Anak
Angkie Yudistia (Suara.com/ Lilis Varwati)

Suara.com - Menjadi ibu pekerja seolah tidak lepas dari berbagai tantangan. Terutama bagi ibu yang masih memiliki anak usia balita.

Di satu sisi memiliki tanggungjawab dalam pekerjaan, tapi di sisi yang lain, tetap harus memantau tumbuh kembang mereka.

Tantangan itu juga yang sering dirasakan Angkie Yudistia, terlebih sejak dirinya ditunjuk sebagai staf khusus milenial untuk Presiden Joko Widodo pada 2019 lalu.

Meski sudah terbiasa bekerja dari sebelum memiliki anak, Angkie merasa harus lebih pandai atur waktu antara pekerjaan dengan mengasuh buah hatinya.

Oleh sebab itu, saat memiliki waktu luang di rumah sebisa mungkin dimanfaatkannya untuk bermain bersama dua anaknya dengan melakukan kegiatan yang mereka gemari.

"Aku sebagai ibu selalu bertanya, sehingga memancing anak untuk menjawab dan mengeksplor apa yang dirasakan. Misalnya, hari ini mau apa? Mau makan apa? Mau ke mana? Jadi pertanyaan itu biarkan mereka menjawab," tutur Angkie ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Apa pun jawaban anak-anaknya, Angkie akan menuruti permintaan mereka. Cara itu dilakukannya sekaligus untuk mendidik tanggung jawab atas apa yang anak ucapkan.

"Sehingga itu yang buat anak-anak belajar mandiri. Suatu saat kalau ibunya lagi sibuk, mereka tahu mau ngapain. Sehingga tidak merepotkan orang lain. Jadi waktu bersama juga mengajarkan bagaimana anak bersikap," tuturnya.

Tantangan Bagi Ibu Pekerja
Sangat penting bagi ibu pekerja untuk benar-benar mendedikasikan sebagian waktu untuk anak.

baca juga

Dikatakan Psikolog Tiga Generasi Putu Andani, ibu perlu benar-benar mencurahkan perhatiannya kepada anak meskipun waktu bersama hanya 20-30 menit per hari.

"Kuncinya ada di waktu berkualitas. Kalau sehari cuma punya waktu 20 menit, 30 menit buat anak, make sure tidak ter-distrack apa pun. Karena pesan yang ingin disampaikan adalah dia masih yang utama," jelas Putu.

Bila ibu sibuk mengerjakan yang lain atau selalu memegang ponsel, anak bisa jadi merasa kalau dirinya memang bukan yang utama bagi ibunya.

Dikatakan Putu bahwa memang butuh waktu untuk anak mengerti kalau orangtuanya harus sibuk bekerja.

Namun, seiring mereka bertambah besar, anak juga akan paham bahkan bisa mengikuti ritme dari ibu dan ayahnya yang sibuk bekerja.

"Sebetulnya gak ada jurnal yg mengatakan harus 7 jam bersama anak. Bahkan ada jurnal yang mengatakan 30 menit baik. Anak akan mulai mengikuti kesibukan ibu, tapi 30 menit itu tetap menjadikan anak yang utama," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Telur Ayam Naik, Presiden Jokowi: Dua Minggu Ini akan Turun

Harga Telur Ayam Naik, Presiden Jokowi: Dua Minggu Ini akan Turun

Batam | Minggu, 28 Agustus 2022 | 17:10 WIB

Jokowi Bahas soal Kehendak Rakyat Terkait Wacana Presiden Tiga Periode

Jokowi Bahas soal Kehendak Rakyat Terkait Wacana Presiden Tiga Periode

Batam | Minggu, 28 Agustus 2022 | 14:41 WIB

Cucu ke-5 Jokowi Bernama Panembahan Al Saud Nasution

Cucu ke-5 Jokowi Bernama Panembahan Al Saud Nasution

Tantrum | Minggu, 28 Agustus 2022 | 07:01 WIB

Terkini

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

×