Cabut Laporan KDRT dan Pilih Damai dengan Rizky Billar, Lesti Kejora Alami Sindrom Stockholm?

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 08:17 WIB
Cabut Laporan KDRT dan Pilih Damai dengan Rizky Billar, Lesti Kejora Alami Sindrom Stockholm?
Rizky Billar ditampilkan di hadapan wartawan dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022). Dalam acara ini, polisi juga mengumumkan Rizky Billar dijadikan tersangka dan resmi ditahan. [Oke Atmaja/Suara.com]

Suara.com - Kasus KDRT Rizky Billar kepada Lesti Kejora berujung damai. Lesti Kejora memilih memaafkan suaminya tersebut dan mencabut laporannya dari kepolisian.

Hal ini pun membuat netizen ramai memperbincangkan tentang sindrom stockholm alias stockholm syndrome. Kondisi apa itu?

Lesti Kejora memenuhi panggilan Polres Jakarta Selatan, Kamis (13/10). [Suara.com/Oke Atmaja]
Lesti Kejora memenuhi panggilan Polres Jakarta Selatan, Kamis (13/10). [Suara.com/Oke Atmaja]

Lesti juga disebut tak kuasa menahan tangis setelah memutuskan menyudahi konflik dengan Rizky Billar lewat jalur damai.

"Surat pencabutan laporan sudah ditandatangani," kata kuasa hukum Rizky Billar, Surya Darma Simbolon di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (13/10/2022).

Surya menceritakan juga bagaimana momen haru terjadi saat Lesti memeluk Rizky usai berdamai di depan penyidik.

Perubahan sikap melunak korban terhadap terduga pelaku kejahatan kerap dikaitkan dengan istilah sindrom stockholm.

Istilah itu sebenarnya bukan diagnosis psikologis. Dikutip dari WebMD, sindrom stockholm adalah cara untuk memahami respons emosional, biasanya antara korban penculikan terhadap pelakunya.

Tidak banyak penelitian tentang sindrom Stockholm, tetapi kondisi itu disebut bukan hanya orang yang disandera yang bisa mengalaminya. Melainkan, bisa terjadi dalam tindak kejahatan lain termasuk KDRT..

Kadang-kadang orang yang menjadi korban kekerasan atau tindak kejahatan lainnya dapat memiliki perasaan simpati atau perasaan positif terhadap si pelaku. Emosi itu bisa saja terjadi setelah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun terjadi kontak dekat dengan pelaku.

Baca Juga: Rizky Billar Masih Ditahan, Hotma Sitompul Ngamuk di Polres

Sebuah ikatan dapat tumbuh antara korban dan pelaku. Hal itu dapat mengarah pada perlakuan yang baik dan lebih sedikit bahaya dari pelaku karena mereka juga dapat menciptakan ikatan positif dengan korbannya.

Seseorang yang memiliki sindrom stockholm mungkin memiliki perasaan yang membingungkan terhadap pelaku, termasuk cinta, simpati, empati, serta keinginan untuk melindungi si pelaku.

Meski begitu, tidak semua orang yang menjadi korban mengalami sindrom Stockholm. Para ilmuwan juga belum menemukan penyebab pasti seseorang bisa alami hal itu.

Hanya saja, itu dianggap sebagai mekanisme bertahan hidup. Seseorang mungkin menciptakan ikatan itu sebagai cara untuk mengatasi situasi yang ekstrem dan menakutkan.

Beberapa bagian penting tampaknya meningkatkan kemungkinan sindrom stockholm, seperti:

  1. Berada dalam situasi emosional untuk waktu yang lama.
  2. Berada di ruang bersama dengan pelaku dalam kondisi yang buruk, misalnya tidak cukup makanan, ruang yang secara fisik tidak nyaman.
  3. Ketika korban bergantung pada pelaku untuk kebutuhan dasar.
  4. Ketika ancaman terhadap kehidupan tidak dilakukan, misalnya eksekusi palsu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI