Tren Body Count untuk Pamer Jumlah Pasangan Seksual Viral, Benar Bisa Tingkatkan Penularan HPV?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Rabu, 01 Februari 2023 | 15:11 WIB
Tren Body Count untuk Pamer Jumlah Pasangan Seksual Viral, Benar Bisa Tingkatkan Penularan HPV?
ilustrasi seks, bercinta, tren body count. (Dok. Shutterstock)

Suara.com - Akhir-akhir ini di media sosial sering beredar tren body count. Tren satu ini membahas mengenai seseorang memamerkan banyaknya orang yang telah berhubungan seksual dengannya.

Tren satu ini sendiri lantas menuai banyak kontroversi dari sebagian warganet. Pasalnya, selain membongkar aib diri sendiri, dengan tren ini menjelaskan bahwa banyaknya orang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Padahal, seringnya bergonta-ganti pasangan seksual ini dapat memberikan dampak negatif terkait penyakit, salah satu penularan HPV atau Human papillomavirus yang dapat sebabkan penyakit menular seksual (PMS).

HPV meningkatkan risiko esofagus. (Shutterstock)
HPV. (Shutterstock)

Melihat adanya tren body count tersebut, Guru Besar Konsultan Onkologi Ginekologi, Prof, Dr. dr Yudi M Hidayat, Sp. OG., mengatakan hal ini akan sangat berisiko terhadap penularan HPV. Pasalnya, orang yang hanya memiliki satu pasangan saja sudah memiliki risiko yang tinggi. Oleh karena itu, ketika bergonta-ganti pasangan dapat meningkatkan peluang alami penularan HPV.

“Jelas jika kita berbicara mengenai seksual, multipartner sexual sama single partner sexual risikonya sama, yang single partner ini aja punya risiko, apalagi multipartner. Ini bisa aja dapet HPV dari si A, dapat HPV dari si B, bisa aja,” jelas Prof. Yudi saat diwawancarai di acara edukasi Berani #NgobrolinHPV, Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Selasa (31/1/2023).

Menurut Prof. Yudi, dengan seringnya pamer partner seksual yang banyak itu, akan menunjukkan orang tersebut memiliki kemungkinan risiko HPV yang lebih tinggi.

“Jadi artinya kalau berbicara orang sombong atau pamer dengan partnernya, kemungkinan risiko HPV-nya lebih tinggi dan berbeda dari single partner,” sambungnya.

Guru Besar Konsultan Onkologi Ginekologi, Prof, Dr. dr Yudi M Hidayat, Sp. OG. bahas tren body count dan risiko penularan HPV. (Dok. Fajar/Suara.com)
Guru Besar Konsultan Onkologi Ginekologi, Prof, Dr. dr Yudi M Hidayat, Sp. OG. bahas tren body count dan risiko penularan HPV. (Dok. Fajar/Suara.com)

Prof. Yudi menjelaskan, dengan adanya tren seperti ini, dapat terlihat kalau generasi muda saat ini memiliki risiko yang tinggi akan penyakit, seperti kanker serviks. Padahal, dulu biasanya kanker terjadi pada masyarakat yang sudah dewasa.

“Kemungkinan gini, dulu pada usia tua, baru kanker 45 tahun ke atas. Sekarang trennya ke bawah, kankernya makin ganas. Jadi kalau dapat virus dari mana-mana di ABC, maka bisa jadi lebih ganas gitu,” jelas Prof. Yudi.

baca juga

Terkait penularan HPV sendiri, jika dibiarkan kondisi ini bisa sangat berbahaya dan sebabkan kanker serviks pada seseorang. Untuk mencegahnya, diperlukan vaksinasi HPV serta pemeriksaan agar HPV ini tidak berkembang menjadi kanker.

“Ini harus selalu periksa dini mulut rahim, segera vaksinasi, hal ini juga mencegah terbentuknya kanker. Untuk yang sudah mengalami kanker juga harus segera melakukan pengobatan. Hal ini karena kanker ini jika diobati segera dapat disembuhkan secara total,” jelas Prof. Yudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Dini Kanker Serviks Masih Rendah

Deteksi Dini Kanker Serviks Masih Rendah

Tantrum | Rabu, 14 Desember 2022 | 09:33 WIB

Waduh, Dokter Ingatkan Toilet Umum Jadi Sarang Virus HPV Penyebab Kanker Serviks

Waduh, Dokter Ingatkan Toilet Umum Jadi Sarang Virus HPV Penyebab Kanker Serviks

Health | Rabu, 02 November 2022 | 20:10 WIB

Mengenal Risiko Terinfeksi HPV, Tidak Hanya Perempuan, Bisa Menyerang Laki-laki

Mengenal Risiko Terinfeksi HPV, Tidak Hanya Perempuan, Bisa Menyerang Laki-laki

Surakarta | Rabu, 02 November 2022 | 13:46 WIB

Terkini

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:35 WIB

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:33 WIB

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:31 WIB

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:30 WIB

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:28 WIB

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker

Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:14 WIB

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:14 WIB

GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia

GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:10 WIB

×