Istri Rizal Djibran Jadi Korban KDRT Sejak Sebulan Nikah, Kenapa Sangat Sulit Lepas dari Hubungan Abusive?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Kamis, 16 Februari 2023 | 20:35 WIB
Istri Rizal Djibran Jadi Korban KDRT Sejak Sebulan Nikah, Kenapa Sangat Sulit Lepas dari Hubungan Abusive?
Istri Rizal Djibran, Sarah ditemani kuasa hukumnya, Tris Haryanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/2/2023) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Suara.com - Aktor Rizal Djibran diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada istrinya, Maesarah Nurzaka, hingga wanita berhijab itu memutuskan bercerai. Lalu, apa alasan korban KDRT bertahan dalam hubungan abusive?

Dalam kasus Sarah, ia mengatakan bertahan karena keluarga. Desakan mertua dan perasaan orang tua yang membuatnya mengurungkan niat untuk berpisah. Padahal, Rizal Djibran sudah berlaku kasar sejak sebulan menikah.

Lalu, hal apa yang membuat para korban mempertahankan hubungan meskipun sangat menyiksa? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Ilustrasi alasan korban KDRT bertahan dalam hubungan abusive. (Pixabay/tumisu)
Ilustrasi alasan korban KDRT bertahan dalam hubungan abusive. (Pixabay/tumisu)

Alasan Korban KDRT Bertahan dalam Hubungan Abusive

1. Ancaman

Umumnya, pelaku KDRT akan mengancam korban agar hubungan mereka tak berakhir begitu saja. Mereka bisa saja mengancam menyakiti, meneror korban hingga membunuh. Ada pula pelaku yang melakukan ancaman bunuh diri.

Hal ini dilakukan agar korban tak meninggalkannya atau mencari bantuan untuk keluar dari hubungan yang tak sehat ini. Ancaman ini biasanya membuat korban takut sehingga tak bisa berpikir jernih.

2. Khawatir masa depan anak

Hal lain yang membuat korban bertahan dalam hubungan abusive adalah anak. Khawatir akan masa depan anak, mereka bertahan dengan harapan kesabaran bisa membawa mereka pada akhir yang bahagia.

baca juga

3. Merasa malu

Banyak orang menganggap pernikahan yang langgeng adalah sebuah goals dan perceraian menjadi aib bagi keluarga. Inilah mengapa sebagian korban KDRT akan bertahan karena malu.

Jika hal ini terjadi, mereka tak hanya malu karena pasangannya ketahuan sering berbuat kasar. Sebaliknya, rasa malu terbesar justru datang dari gagalnya membina rumah tangga.

4. Depresi

Korban KDRT umumnya akan merasa depresi dan hal ini membuat posisinya semakin lemah. Lemah di sini dalam artian tak bisa membela diri atau mencari perlindungan, bahkan ke keluarganya sendiri.

Depresi juga bisa datang dari perlakuan pelaku KDRT yang mengintimidasi korban. Mereka dikekang sehingga semakin terisolasi dan kesulitan mengakses bantuan. Ini adalah salah satu alasan korban KDRT bertahan dalam hubungan abusive.

Perlu diketahui, ada siklus kekerasan yang mudah ditebak dalam KDRT. Teori ini dikemukakan oleh psikolog bernama Lenore E. Walker.

1. Timbul masalah

KDRT akan dimulai dari adanya masalah dalam hubungan yang memantik api pertengkaran. Biasanya salah satu dari mereka akan berusaha mengalah dan umumnya, ini dilakukan oleh korban.

Ilustrasi KDRT. (Pixabay/Alexas_Fotos)
Ilustrasi KDRT. (Pixabay/Alexas_Fotos)

2. Kekerasan dalam hubungan

Setelah upaya memperbaiki keadaan gagal, pelaku mulai melakukan kekerasan. Mereka umumnya menindas, menyiksa dan berbuat kasar untuk pelampiasan emosi. Sayangnya, korban kerap merasa pantas diperlakukan seperti itu karena gagal memperbaiki keadaan.

3. Bulan madu

Pada tahap ini, pelaku akan meminta maaf pada korban karena merasa bersalah. Mereka tak segan memberi hadiah dan merayu, berjanji akan memperbaiki perbuatannya.

Dalam kasus berbeda, pelaku justru akan bersikap normal, seolah tak pernah melakukan kekerasan. Mereka menjalani rutinitasnya seperti biasa seakan tak ada hal negatif yang terjadi.

4. Masa tenang

Tahap ini adalah masa di mana mereka menjalani hari dengan baik, bahkan bisa menikmati hari berdua dengan damai seperti pasangan normal lainnya. Mereka dapat beraktivitas seperti biasa.

Namun, jika suatu saat muncul masalah, beberapa fase sebelumnya di atas akan terulang lagi dan berputar seperti itu seterusnya. Umumnya, alasan korban KDRT bertahan dalam hubungan abusive adalah berharap keadaan akan membaik.

Kontributor : Rima Suliastini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Tanda Pasangan Pria Hanya Pura-Pura Mencintaimu, Nomor 5 Sering Terjadi

5 Tanda Pasangan Pria Hanya Pura-Pura Mencintaimu, Nomor 5 Sering Terjadi

Lifestyle | Rabu, 26 Oktober 2022 | 16:40 WIB

Tidak Harus Selalu Dipukul Seperti Dialami Andien Aisyah, Ini Tanda Abusive Relationship

Tidak Harus Selalu Dipukul Seperti Dialami Andien Aisyah, Ini Tanda Abusive Relationship

Lifestyle | Minggu, 16 Oktober 2022 | 11:25 WIB

Andien Aisyah Curhat Pernah Alami Abusive Relationship, Ternyata Dampaknya Ngeri Banget

Andien Aisyah Curhat Pernah Alami Abusive Relationship, Ternyata Dampaknya Ngeri Banget

Lifestyle | Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:55 WIB

Terkini

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

×