5 Penyebab Depresi pada Anak, Jangan Abaikan Gejolak Emosi Negatif yang Mereka Rasakan

Rabu, 08 Maret 2023 | 15:33 WIB
5 Penyebab Depresi pada Anak, Jangan Abaikan Gejolak Emosi Negatif yang Mereka Rasakan
Ilustrasi anak sedih (lisa runnels/Pixabay)

Suara.com - Tidak hanya orang dewasa, Anak-anak juga bisa mengalami depresi. Tak jarang juga orang dewasa yang pernah mengalami depresi di masa kecilnya. Lalu, apa penyebab depresi pada anak?

Dilansir dari Healthline, depresi masa kecil disebut berbeda dari anak murung yang terkadang tampak sedih atau kesal. Anak-anak, seperti orang dewasa, memiliki saat-saat ketika mereka merasa sedih. Fluktuasi emosional adalah normal. Lantas, apa saja yang bisa menjadi penyebab depresi pada anak?

Jangan abaikan gejala depresi pada masa kanak-kanak karena ini bisa menjadi masalah mental yang serius.

Ilustrasi anak yang sedang mengalami depresi (Freepik/freepik)
Ilustrasi anak yang sedang mengalami depresi (Freepik/freepik)

Seperti apa depresi pada anak?

Anak-anak dengan depresi sering mengalami banyak gejala yang sama seperti remaja dan orang dewasa. Namun, anak-anak mungkin mengalami kesulitan mengekspresikan diri dan perasaan. Ini karena kosakata emosional mereka yang terbatas. Tanda-tanda anak-anak dengan depresi umumnya sebagai berikut.

  • Lekas marah
  • Perubahan perilaku dan temperamen
  • Nafsu makan meningkat atau menurun secara drastis
  • Peningkatan atau penurunan tidur
  • Ledakan emosional atau vokal
  • Sering menunjukkan penyakit fisik, seperti sakit kepala atau sakit perut
  • Konsentrasi berkurang
  • Penurunan kinerja di sekolah
  • Mengekspresikan pemikiran negatif
  • Sering membicarakan tentang kematian.

Apa yang menyebabkan depresi pada masa kanak-kanak?

Hal-hal yang bisa menyebabkan seorang anak depresi kemungkinan besar merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Berikut faktor-faktor risiko yang dapat menjadi penyebab depresi pada anak.

1. Kesehatan fisik

Anak-anak dengan kondisi kesehatan fisik yang buruk bisa mengalami depresi karena ia akan merasa putus asa tak bisa bergaul dengan teman sebaya secara bebas. Keterbatasan ini menyebabkan stres, sampai akhirnya dalam beberapa kasus, berkembang menjadi depresi.

Baca Juga: 5 Stimulasi Tepat Agar Anak Terhindar dari Speech Delay, Orang Tua Wajib Tahu

2. Peristiwa yang membuat stres

Perubahan di rumah, sekolah, atau interaksi bersama teman dapat meningkatkan risiko anak untuk gejala depresi.

3. Lingkungan

Kehidupan rumah tangga yang kacau atau penuh tekanan dapat menempatkan anak pada risiko yang lebih besar untuk gangguan jiwa seperti depresi.

4. Sejarah keluarga

Anak-anak yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat masalah kesehatan mental lebih mungkin mengembangkan depresi pada usia muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI