5 Stimulasi Tepat Agar Anak Terhindar dari Speech Delay, Orang Tua Wajib Tahu

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 08 Maret 2023 | 14:38 WIB
5 Stimulasi  Tepat Agar Anak Terhindar dari Speech Delay, Orang Tua Wajib Tahu
Ilustrasi balita yang ingin makan.(Pexels.com/Helena Lopes)

Suara.com - Setiap anak memiliki tumbuh kembang dengan waktunya masing-masing. Maka dari itu penting bagi orangtua untuk memberikan stimulasi yang tepat, salah satunya agar terhindar dari speech delay.

Mengutip dari Halodoc pada Selasa, (7/3/2023), speech delay adalah kondisi keterlambatan bicara dan bahasa yang tidak sesuai pada usia anak. Anak menjadi kesulitan dalam menyampaikan sesuatu akibat keterbatasan pemahaman dan bahasa yang dimilikinya. Kondisi ini tentunya akan berdampak pada perkembangan anak.

Dr. Mesty Ariotedjo selaku dokter spesialis anak membagikan pemahamannya melalui unggahan reels Instagram pribadinya pada 6 Maret 2023, mengenai kondisi speech delay yang terjadi pada anak disebabkan bukan karena kurang distimulasi melainkan cara stimulasi yang kurang tepat.

“Bukan karena kurang distimulasi, seringkali anak terlambat bicara karen acara stimulasi yang kurang tepat. Seperti orangtua bicara terlalu cepat atau tidak memberi jeda kepada si Kecil untuk merespon,” tulisnya.

Ia pun memberikan tips-tips bagi para orangtua agar memberikan stimulasi yang tepat pada anak agar terhindar dari speech delay.

1. Jangan Gunakan Bahaya Bayi

Ketika mengajarkan anak untuk berbicara, usahakan orangtua menggunakan nada yang pelan dengan intonasi tidak terlalu cepat dan jelas dengan bahasa yang wajar bukan bahasa bayi.

2. Beri Jeda

Setiap kali mengajak anak untuk bicara, pastikan beri jeda di setiap kalimat yang disampaikan untuk si anak menjawab. Misalnya, ketika orangtua menyapa si anak beri jeda 5-10 detik sampai ia merespon meskipun hanya sebatas “aa… uu…”

Baca Juga: Aura Kasih Beberkan Sulitnya Jadi Single Parent, Sempat Ragu Urus Anak Sendirian?

3. Menatap Mata si Kecil

Pastikan ketika berbicara dengan anak untuk selalu menatap matanya, penting untuk melakukan eye contact ketika berbicara.

4. Peragakan di Depan Cermin

Orangtua juga bisa mengajarkan anak untuk berbicara melalui media cermin. Seperti ketika mengucapkan kata “Mama” atau “Ayah”, orangtua memperagakan gerakan mulut dengan jelas dan pastikan si anak memperhatikannya.

5. Perhatikan Tesktur Makan

Tekstur makanan juga berdampak pada perkembangan bicara anak. Pastikan tekstur makan si kecil sesuai usianya dan tidak telat naik tekstur untuk melatih kekuatan otot-otot mulutnya.

(Penulis: Shilvia Restu Dwicahyani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI