Biaya Berobat Naik 13,6 Persen, Ini 5 Cara agar Tidak Jatuh Miskin karena Sakit!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Dini Afrianti Efendi
Biaya Berobat Naik 13,6 Persen, Ini 5 Cara agar Tidak Jatuh Miskin karena Sakit!
Ilustrasi Sakit Jantung (Freepik/Jcomp)

Biaya berobat naik 13,6 persen di tahun 2023. Lalu, bagaimana caranya menyiasati kondisi ini?

Suara.com - Biaya berobat meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini disebut dengan inflasi medis, padahal sakit bisa terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Kalau sudah begitu, bagaimana cara antisipasinya?

Tren ini terekam melalui survei yang dikeluarkan Mercer Marsh Benefits (MMB) dalam Health Trends 2023, menyebut biaya berobat Indonesia akan meningkat 13,6 persen di 2023, lebih tinggi dari rerata negara Asia.

Bahkan naiknya harga berobat ini lebih tinggi dari inflasi Indonesia sebesar 5,5 persen. Inilah sebabnya, menurut Chief Product Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Himawan Purnama, ada beberapa tips dan cara agar tidak jatuh miskin karena sakit, mengutip keterangan pers yang diterima Suara.com, Jumat (17/3/2023).

Ilustrasi sakit (Freepik/benzoix)
Ilustrasi sakit (Freepik/benzoix)

1. Memastikan Tubuh Sehat

Baca Juga: Pengguna iPhone Wajib Tahu, Ini 6 Kesalahan yang Sering dilakukan Pemilik Ponsel Namun Jarang Diketahui

Menjaga kesehatan tidak melulu masalah fisik tapi juga mental. Sesuai ungkapan lebih baik mencegah daripada mengobati, maka gaya hidup sehat adalah biaya termurah berobat yang bisa diupayakan.

Riset JAMA Network Open menyebutkan bahwa olahraga rutin selama 20 menit bisa menurunkan risiko penyakit kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Di mana ketiga penyakit tersebut membutuhkan biaya medis yang besar.

2. Menyiapkan Dana Darurat

Karena tidak ada satupun orang yang bisa menebak kapan jatuh sakit, dana darurat alias emergency fund adalah kunci yang harus ditambah dan dikumpulkan sesuai inflasi setiap tahunnya.

Dana darurat juga dibutuhkan pada setiap bidang kehidupan. Ini sangat krusial mengingat biaya kesehatan yang terus meningkat, juga ketika kita memiliki kondisi medis yang kurang baik maka produktivitas akan menurun.

Baca Juga: 4 Cara Hadapi Tim Lawan yang Menggunakan Balmond di Game Mobile Legends

3. Punya Asuransi Kesehatan

Indonesia sudah punya program kesehatan nasional dengan BPJS Kesehatan yang bisa mengkover semua kebutuhan pengobatan sehingga minimal membayar iurannya dengan rutin agar tidak terkendala saat dibutuhkan.

Tapi jika dirasa beberapa kebutuhan tidak terkover, bisa menggunakan tambahan asuransi kesehatan swasta. Jadi, pikiran bisa lebih tenang untuk berjaga-jaga.

4. Pastikan Polis Asuransi Aktif

Ini adalah aturan wajib, baik untuk BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan maupun asuransi swasta. Cara polis asuransi tetap aktif yaitu dengan terus membayar premi yang sudah ditetapkan waktunya.

5. Cari Rumah Sakit Lebih Terjangkau

Cara terakhir untuk menyikapinya adalah mencari fasilitas kesehatan yang lebih terjangkau. Tentunya kondisi ini selayaknya menjadi opsi terakhir.

Sebab, jika sudah terkena penyakit yang membutuhkan perawatan intensif, tapi tidak memiliki proteksi kesehatan, tetap saja memerlukan biaya yang sama besarnya.