Suara.com - Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia.
Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim merayakan hari kemenangan yang penuh kebahagiaan, silaturahmi, dan tradisi khas seperti mudik dan berkumpul bersama keluarga.
Menjelang bulan Ramadan, banyak orang mulai mencari informasi penting seperti Idulfitri 2026 berapa Hijriah, kapan tanggal Lebaran, hingga bagaimana proses penetapan resminya di Indonesia.
Hal ini wajar karena tanggal Idulfitri tidak selalu sama setiap tahun dalam kalender Masehi. Lalu, Idulfitri 2026 berapa Hijriah dan jatuh pada tanggal berapa?
Berikut penjelasan lengkapnya, termasuk perkiraan tanggal Lebaran serta informasi mengenai sidang isbat yang menentukan keputusan resmi pemerintah.
Idulfitri 2026 Berapa Hijriah?
![Suasana hangat keluarga berkumpul dan bersalaman saat perayaan Idulfitri di ruang tamu rumah. [Gemini AI]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/24/59394-idulfitri-2026.jpg)
Idulfitri pada tahun 2026 diperkirakan jatuh pada 1 Syawal 1447 Hijriah. Penentuan ini didasarkan pada perhitungan kalender Hijriah yang digunakan untuk menentukan berbagai hari besar dalam Islam, termasuk Ramadan dan Idulfitri.
Kalender Hijriah sendiri menggunakan sistem perputaran bulan (lunar calendar), sehingga jumlah hari dalam satu tahun sekitar 354 hari, lebih pendek dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365 hari.
Akibatnya, tanggal hari besar Islam seperti Ramadan dan Idulfitri selalu maju sekitar 10–11 hari setiap tahun dalam kalender Masehi.
Soal pertanyaan, Idulfitri 2026 berapa Hijriah? Jawabannya adalah 1447 Hijriah.
Baca Juga: Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resminya
Idulfitri 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa?
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia dan berbagai perhitungan astronomi, Idulfitri 1447 H diperkirakan jatuh pada Maret 2026. Berikut beberapa perkiraan tanggal Lebaran 2026:
- Versi Muhammadiyah: Jumat, 20 Maret 2026
- Perkiraan pemerintah (kalender Kemenag): Belum ditetapkan secara resmi, namun diperkirakan akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perbedaan satu hari ini bisa terjadi karena metode penentuan awal bulan Syawal yang berbeda, yaitu metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).
Namun perlu diketahui bahwa tanggal Lebaran resmi di Indonesia baru akan dipastikan melalui sidang isbat pemerintah menjelang akhir Ramadan.
Apa Itu Sidang Isbat Penentuan Lebaran?
Di Indonesia, penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah dilakukan melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Sidang ini merupakan forum resmi yang melibatkan berbagai pihak, seperti:
- Kementerian Agama RI
- Majelis Ulama Indonesia (MUI)
- Organisasi Islam (NU, Muhammadiyah, dan lainnya)
- Ahli astronomi dan pakar falak
- Perwakilan DPR serta instansi terkait
Tujuan sidang isbat adalah menentukan secara resmi kapan awal bulan Hijriah dimulai, termasuk 1 Syawal yang menandai Hari Raya Idulfitri.
Biasanya sidang isbat dilakukan pada tanggal 29 Ramadan, setelah pengamatan hilal dilakukan di berbagai titik di Indonesia.