Mengenal Penyakit Demensia yang Diderita Nani Wijaya Sebelum Meninggal

Jum'at, 17 Maret 2023 | 14:22 WIB
Mengenal Penyakit Demensia yang Diderita Nani Wijaya Sebelum Meninggal
Fakta Perjalanan Karier Nani Wijaya (Instagram/@cahyakamila88)

Suara.com - Aktris senior Indonesia, Nani Wijaya meninggal dunia pada Kamis, (16/3/2023) kemarin sekitar pukul 03.00 WIB. Aktris legendaris Indonesia ini sendiri diketahui meninggal dunia akibat infeksi paru-paru yang dideritanya sejak lama.

Nani Wijaya juga diketahui pernah mengidap beberapa penyakit serius sebelumnya, seperti stroke, darah tinggi, hingga demensia.

Penyakit demensia yang diderita Nani sempat diungkap oleh sang putri, Cahya Kamila beberapa waktu lalu.

"Sudah nggak ingat sama sekali dengan anak-anaknya. Makin ke sini, ingat kalau dipancing, nanti lama-lama makin galak, makin nggak kenal, lama-lama ngelihat saja, lama-lama teriak kayak bayi," ungkap Cahya menjelaskan penyakit demensia yang diderita sang ibu.

Penyakit demensia ini sendiri kerap kali menyerang para lansia di umur 50 tahun ke atas. Kemampuan otak untuk menyimpan memori pun semakin berkurang seiring bertambahnya usia.

Lalu, apa itu penyakit demensia dan apa saja gejalanya? Simak inilah selengkapnya.

Menyadur dari healthline.com, penyakit demensia ini adalah suatu penyakit saraf yang menyebabkan seseorang mengalami penurunan pada daya ingat dan pola pikir. Hal ini bukan hanya menyerang memori, namun juga perilaku, kebiasaan, dan bahasa. Sinkronisasi antara dua fungsi otak pun semakin menurun, sehingga penyakit demensia ini sering disebut sebagai penyakit "pikun".

Walaupun begitu, penyakit demensia ini berbeda dengan pikun. Sejatinya, penyakit pikun ini disebabkan oleh bertambahnya usia sehingga menurunkan performa ingatan, namun penyakit demensia ini merupakan suatu penyakit yang secara medis menyerang otak.

Penyakit demensia ini juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu demensia vaskular yang menyebabkan gangguan di pembuluh darah otak, sedangkan penyakit demensia lainnya adalah penyakit alzheimer yang menyebabkan adanya perubahan protein di otak.

Baca Juga: Menjelang Wafatnya, Nani Wijaya Sempat Tersenyum dan Melambaikan Tangan pada Anak-Cucu

Ada beberapa gejala yang wajib diwaspadai sebagai indikator seseorang terkena penyakit ini, antara lain :

  1. Kesulitan merangkai kalimat sederhana karena sinkronisasi otak yang kurang memadai
  2. Sulit beradaptasi dengan lingkungan baru
  3. Kerap bertanya hal yang sama karena sulit menyerap pernyataan seseorang
  4. Kesulitan mengingat aktivitas atau kebiasaan sehari-hari.

Penyakit demensia yang menyerang orang tua atau lansia ini biasanya juga disebabkan karena beberapa hal, seperti gangguan fungsional otak karena treatment kesehatan tertentu seperti kemoterapi, adanya tumor di otak, atau bahkan gangguan pada metabolisme tubuh sehingga terjadi penyumbatan di pembuluh darah otak.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI