Jangan Buru-buru ke Turki, Ini 4 Keunggulan Transplantasi Rambut di Indonesia vs Luar Negeri

Selasa, 28 Maret 2023 | 14:15 WIB
Jangan Buru-buru ke Turki, Ini 4 Keunggulan Transplantasi Rambut di Indonesia vs Luar Negeri
Ilustrasi transplantasi rambut (freepik)

Suara.com - Jika berpikir transplantasi rambut Turki adalah yang terbaik, tampaknya Anda belum tahu jika di Indonesia sudah tersedia layanan yang kerap disebut cangkok rambut itu. Lantas, lebih unggul mana transplantasi rambut di Indonesia dibanding luar negeri?

Terapi tanam rambut atau transplantasi rambut adalah operasi di kulit kepala yang dilakukan dengan memindahkan sel rambut yang sehat ke area yang mengalami kebotakan. Dengan transplantasi rambut, pasien dapat memiliki rambut kembali secara permanen.

Ilustrasi kepala botak. (Shutterstock)
Ilustrasi kepala botak. (Shutterstock)

Adapun transplantasi karena alopecia atau kebotakan di bagian depan kepala, umumnya menggunakan akar rambut dari belakang kepala pasien itu sendiri, yang diambil dengan cara zig-zag sehingga tidak menyebabkan kepitakan di belakang kepala.

Berikut ini sederet kelebihan transplantasi rambut di Indonesia dibanding luar negeri, yang berhasil dirangkum suara.com, Senin (13/3/2023).

1. Dokter Lebih Mudah Lakukan Tindak Lanjut

Chief Medical Ancillary Services Officer Bamed, dr. Adhimukti Sampurna membenarkan jika tenaga medis Indonesia yang punya keahlian transplantasi rambut mayoritas belajar dan ikut pelatihan ke Turki.

Tapi tidak lantas jadi jaminan melakukan transplantasi di luar negeri jadi pilihan yang lebih baik, apalagi jika masyarakat Indonesia tidak punya cukup waktu untuk melakukan follow up atau pemeriksaan lanjutan setelah transplantasi rambut dilakukan.

"Kemarin saya ikut pelatihan di Turki itu, memang kebanyakan pasiennya bukan orang Turki tapi mayoritas dari luar negeri. Di sana disarankan sebelum lakukan hair transplant disarankan satu minggu stay (menetap), tapi sayangnya kebanyakan mereka nggak mau dan langsung pulang," ujar Spesialis Kulit dan Kelamin Bamed, dr. Firman Parrol, Sp.D.V.E di Astha, Jakarta Selatan, (13/3/2023).

Setelah memilih pulang, hasilnya kata dr. Firman banyak pasien transplantasi rambut dari luar negeri yang kerontokan rambut yang baru saja ditanam, setelah di follow up kembali oleh tenaga medis Turki.

Baca Juga: Tetap Cantik, Nora Alexandra Tampil dengan Gaya Rambut yang Berbeda

"Jadi melakukan transplantasi rambut di luar negeri itu, efeknya menyebabkan follow up yang kurang," terang dr. Firman.

2. Tidak Perlu Tempat Menginap dan Pergi Jauh

Inilah yang menurut dr. Adhimukti jadi salah satu keunggulan jika orang Indonesia pilih melakukan tindakan cangkok rambut di dalam negeri saja, tidak perlu keluarkan biaya transportasi dan akomodasi untuk menginap, serta dokter bisa mudah melakukan follow up atau tindak lanjut.

"Kalau di dalam negeri dokter nanti bisa ditemani masa pertumbuhan rambutnya dan disamperin. Pengalaman teman kenalan pergi ke Turki  seminggu sampai 2 minggu itu biayanya cukup mahal, ada juga sampai sebulan," jelas dr. Adhimukti.

3. Lebih Mudah Pastikan Rambut Baru Tumbuh Permanen

Dikatakan dr. Firman, setidaknya membutuhkan waktu 8 bulan hingga 1 tahun untuk memastikan rambut yang ditransplantasi, menjadi rambut permanen yang dan tidak mudah rontok. Sedangkan ini bukanlah waktu yang sebentar, ditambah lebih mudah berkonsultasi dan bertemu dengan dokter di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI