Kena Body Shaming dan Disebut Kuda Nil, Perempuan Ini Berhasil Turun Berat Badan Sampai 50 Kilogram

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Senin, 03 April 2023 | 14:20 WIB
Kena Body Shaming dan Disebut Kuda Nil, Perempuan Ini Berhasil Turun Berat Badan Sampai 50 Kilogram
Ilustrasi obesitas.[Freepik.com]

Suara.com - Mia Risalinda membagikan ceritanya turun berat badan sampai 50 kilogram, setelah mendapat body shaming dan disebut kuda nil oleh mantan kekasihnya. Pengalaman tersebut ia bagikan melalui akun pribadi media sosial TikTok @mionggggg10.

Berdasarkan penuturannya, berat badan sempat Mia sempat menginjak 115 kilogram dan termasuk obesitas. Dengan berat badannya tersebut ia mudah merasa sesak dan sulit bergerak.

“Pengalaman paling menyedihkan ketika SMA, ketika bully-an dan makian itu jadi makanan sehari-hari buat aku. Tapi aku gak mungkin kaya gini terus, aku harus berubah demi kesehatan aku,” tutur Mia, dikutip pada Senin, (3/4/2023).

Banyaknya perundungan yang harus ia terima sewaktu duduk di bangku sekolah membuatnya semakin termotivasi untuk mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, dengan olahraga yang teratur dan melakukan defisit kalori. Tak tanggung-tanggung sampai ada yang menyebutnya seperti kudanil bobot badannya saat itu.

“Dulu maksa putus karena gendut kaya kudanil,” tulisnya pada salah satu unggahan videonya.

Perundungan dengan menyasar badan berat badan seseorang disebut body shaming. Mengutip dari laman Halodoc, body shaming terjadi ketika seseorang mempermalukan bentuk tubuh oranglain yang kerap kali hanya dianggap candaan semata.

Padahal, jika dilakukan secara terus-menerus sudah termasuk ke dalam perilaku bullying yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik korbannya. 

1. Gangguan Makan

Seseorang yang mengalami body shaming akan membuatnya merasa bahwa tubuh yang ia miliki adalah keburukan. Kondisi ini dapat memengaruhi pikiran yang berujung tidak nafsu makan.

Baca Juga: Bisa Bantu Kualitas Hidup Penderita Obesitas, Ini Beda Endoskopi Bariatrik dari Bedah Bariatrik

Jika dibiarkan akan berdampak pada gangguan pencernaan sampai cedera fisik lantaran nekat melakukan diet ketat sampai olahraga yang berlebihan.

2. Gangguan Dismorfik Tubuh

Body shaming pun turut andil besar dalam membentuk rendahnya kepercayaan diri seseorang alias insecure. Kondisi ini bisa membuat korbannya mengalami gangguan dismorfik tubuh yakni terobsesi dan cemas terhadap penampilannya.

Ia akan merasa malu dengan tubuhnya sendiri yang membuatnya segan untuk bersosialisasi dengan orang lain. Apabila dibiarkan, kondisi ini bisa memicu depresi sampai keinginan untuk mengakhiri hidup.

3. Olahraga Berlebih

Kiat untuk mendapatkan bentuk tubuh yang sesuai agar tidak mendapat body shaming lagi, biasanya dilakukan dengan cara berolahraga yang berlebihan. Sayangnya, hal tersebut justru bisa memicu ragam hal negatif yang tidak baik untuk kesehatan. Seperti cedera, kelelahan, kecemasan, depresei dan lain sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI