Gairah Seks Ibu Menyusui Turun Drastis, Dokter Boyke Beberkan Titik Sensitif untuk Merangsang: Jangan di Payudara!

Sabtu, 06 Mei 2023 | 21:50 WIB
Gairah Seks Ibu Menyusui Turun Drastis, Dokter Boyke Beberkan Titik Sensitif untuk Merangsang: Jangan di Payudara!
ilustrasi payudara ibu menyusui. (dok. Shutterstock)

Suara.com - Seksolog Dokter Boyke Dian Nugraha ungkap penyebab gairah seks ibu menyusui menurun. Bahkan gairah seks memuaskan suami tidak seperti awal menikah atau sebelum melahirkan. Bagaimana cara merangsang agar kembali bergairah?

Dalam acara live IG @sensitif_id beberapa waktu lalu, dokter Boyke mengingatkan para suami untuk memahami istri 'tidak mood' berhubungan intim saat menyusui adalah hal wajar.

"Para ayah harus sadar bahwa hormon menyusui itu menekan hormon estrogen atau hormon seks. Sebenernya itu mekanisme alami, supaya si bunda itu bener-bener bisa menyusui dengan cukup untuk si bayi," ujar Dokter Boyke.

Namun para suami jangan patah semangat, karena bukan berarti selama periode menyusui 2 tahun istri akan terus tidak berselera. Suami tetap bisa kok pelan-pelan merangsang hasrat seksual ibu menyusui di titik sensitif, dengan catatan tidak terburu-buru.

Ilustrasi ibu menyusui (Freepik/yanalya)
Ilustrasi ibu menyusui (Freepik/yanalya)

"Jangan pada daerah sekitar payudara, jangan! Karena itu akan dipakai oleh si bayi untuk menyusui. Kalau pada payudara kasihan istrinya, dia selain sakit air susu juga keluar, jadi seksnya juga tidak nikmat lagi,"

"Selain sentuhan dan ciuman, jangan lupa juga mulai mencari titik-titik sensitif baru pengganti payudara. Kaki, bagian paha bagian dalam atau betis itu juga bisa sebagai pengganti daripada payudara," lanjut Dokter Boyke.

Sementara itu mengutip Intimate Wellness Instute, Sabtu (6/5/2023) mengungkap penelitian 92 persen perempuan yang masih menyusui menghindari hubungan seks melalui vagina. Ini berarti hampir semua ibu menyusui tidak menerima penetrasi Mr P ke Miss V.

Kondisi ini disebabkan karena fisiologis perempuan memiliki lebih banyak hormon oksitosin dan prolaktin setelah melahirkan. Bahkan kondisi ini bisa berlangsung terus menerus selama proses menyusui selesai.

Menariknya, perempuan menyusui memang tetap butuh keintiman dari pasangannya tapi bukan hubungan seks. Perempuan menyusui justru lebih butuh perhatian secara fisik dan emosional dari pasangannya seperti pelukan, dukungan semangat, dan kasih sayang.

Baca Juga: Cerita Dokter Boyke Pasiennya Hamil Gara-gara Sperma Meleleh ke Miss V, Masih Perawan Dong?

Ditambah saat proses menyusui perempuan mudah lelah. Apalagi jika sendirian merawat bayi baru lahir, dan di saat bersamaan harus memulihkan diri setelah melahirkan.

Hasilnya ibu menyusui tidak punya waktu istirahat yang cukup, bisa meningkatkan hormon kostisol atau hormon stres setelah melahirkan. Jadi tidak heran saat suami tidak bisa memberikan dukungan, ibu menyusui mudah cemas, stres, jengkel hingga pening yang merusak gairah seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI