Jangan Biarkan Anak Berenang Cuma Pakai Kaus, Bisa Bikin Tenggelam

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 26 Mei 2023 | 09:15 WIB
Jangan Biarkan Anak Berenang Cuma  Pakai Kaus, Bisa Bikin Tenggelam
Ilustrasi berenang. (Shutterstock)

Suara.com - Berenang termasuk salah satu olahraga yang biasanya disukai anak-anak. Meski kesannya hanya bermain-main dengan air, orang tua sebaiknya perhatikan pakaian yang digunakan anak saat berenang. 

Dokter spesialis anak DR. dr. Ririe Fachrina Malisie, Sp.A(K)., mengingatkan bahwa anak sebaiknya dipakaikan baju yang memang khusus berenang. Karena baju renang terbuat dari bahan yang tidak menyerap. Sehingga menurunkan risiko anak alami hipotermia. 

"Risiko untuk terjadinya kegawatdarutan saat berenang itu hipotermi atau kedinginan. Kalau memakai baju khusus itu kan dari bahan spandek, biasanya tidak menyerap air. Sehingga paparan air mengenai tubuh jadi lebih sedikit," jelas dokter Ririe saat temu media di kantor Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dokter Ririe menjelaskan bahwa dengan menggunakan baju renang berbahan spandek suhu tubuh bisa lebih terjaga dan tidak terlalu terpengaruh dengan suhu air. Sedangkan, apabila memakai baju kaus dengan bahan katun sifatnya menyerap air dan tubuh lebih mudah kedinginan.

"Kalau misalnya cuma main-main air doang ya gak apa-apa, deh (pakai kaus). Tapi kalau berenang, dia makin lama kontak dengan air, berada di kolam, tentu suhunya makin dingin. Jadi memicu hipotermi," ujarnya.

"Kalau bukan waterproof pasti mengandung air, ditambah dia pasti akan tambah berat. Juga menempel di tubuh kita. Itu lah kenapa lebih baik memakai baju yang proper, memang disediakan untuk berenang," tambah dokter Ririe.

Kedinginan juga bisa memicu terjadinya kram terutama pada otot tungkai yang berada di seluruh area kaki. Bahaya dari kram otot tungkai, kata dokter Ririe, membuat seseorang sulit mengapung. Bila sudah begitu, risiko tenggelam bisa makin besar.

Selain itu, ia juga menyarankan agar orang tua sebaiknya ajarkan teknik berenang yang benar kepada anak. Juga penting untuk mengajarkan mereka tentang pertolongan pertama bila terjadi cedera atau kecelakaan di kolam renang. 

"Itu namanya water survival skill. Life saving itu dimulai sejak usia masih balita. RJP (resusitasi jantung dan paru) bisa dilakukan siapa saja, di tempat kejadian, sebagai pertolongan pertama," jelasnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Ini Tega Tak Segera Bantu Anaknya yang Nyaris Tenggelam, Netizen: Nggak Gitu Juga Didik Anak

Ibu Ini Tega Tak Segera Bantu Anaknya yang Nyaris Tenggelam, Netizen: Nggak Gitu Juga Didik Anak

Mamagini | Kamis, 25 Mei 2023 | 16:48 WIB

Raja Tega, Ibu Ini Biarkan Anaknya  Nyaris Tenggelam Cuma Demi Konten

Raja Tega, Ibu Ini Biarkan Anaknya Nyaris Tenggelam Cuma Demi Konten

Entertainment | Kamis, 25 Mei 2023 | 12:04 WIB

Wajarkah Bayi Sudah Diajarkan Berenang? Dokter Anak Sebut Amannya Tunggu Usia 6 Bulan

Wajarkah Bayi Sudah Diajarkan Berenang? Dokter Anak Sebut Amannya Tunggu Usia 6 Bulan

Health | Rabu, 24 Mei 2023 | 13:20 WIB

Terkini

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

×