Mewarnai Rambut saat Hamil Bisa Ganggu Perkembangan Janin, Mitos atau Fakta?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 07 Juli 2023 | 15:17 WIB
Mewarnai Rambut saat Hamil Bisa Ganggu Perkembangan Janin, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi mewarnai rambut ganggu perkembangan janin, mitos atau fakta? (pexels/MarioGuti)

Suara.com - Ibu hamil yang ingin tampil kece akan sering mewarnai rambut. Tapi beredar anggapan tindakan ini bisa membahayakan perkembangan janin. Mitos atau fakta ya?

Produk pewarna rambut dianggap tinggi bahan kimia yang bisa mengganggu perkembangan janin, karena dianggap bisa menyerap lewat aliran darah.

Padahal melansir situs National Health Service (NHS) menyebutkan sebagian besar penelitian meski terbatas, menunjukan aman mewarnai rambut saat hamil.

Beberapa penelitian juga menemukan dosis bahan kimia yang sangat tinggi dalam pewarna rambut bisa menyebabkan kerusakan. Tapi dosis ini jumlahnya bisa berubah sangat rendah saat proses pewarnaan rambut.

ilustrasi mewarnai rambut. (Shutterstock)
ilustrasi mewarnai rambut. (Shutterstock)

Inilah sebabnya, kebanyakan ibu hamil pilih mewarnai rambutnya saat usia janin sudah mencapai 12 minggu, di saat inilah risiko bahan kimia yang membahayakan bayi jauh lebih rendah.

Adapun cara lain untuk menurunkan risiko mewarnai rambut untuk ibu hamil, dan jika melakukannya sendiri bisa dengan tindakan berikut:

  • Memakai sarung tangan
  • Pakai pewarna yang tidak bertahan lama
  • Bekerja dengan ventilasi baik
  • Langsung bilas kulit kepala setelah pewarnaan selesai dilakukan.

Sementara itu sebagai pengelola tempat perawatan rambut selama puluhan tahun Founder Carina Beauty Sanctuary, Gaya Kartasasmita membenarkan banyak ibu hamil yang datang untuk menjalani perawatan rambut, agar tetap tampil stylish saat mengandung sang buah hati.

Tapi Gaya, yang baru kembali membuka Carina Beauty Sanctuary di Senopati dengan tema Sustainable and Go Green Salon, Jakarta Selatan setelah hantaman pandemi mengingatkan tidak sembarangan salon perawatan rambut bisa melayani ibu hamil.

Ini karena harus ada assessment atau penilaian dari pihak salon demi kenyamanan dan keamanan pelanggan ibu bersama bayinya di kemudian hari.

baca juga

"Jadi saat datang ia perlu menjelaskan kehamilannya berapa bulan, apakah ada alergi, kondisi tidak nyaman dan harus lebih dulu dilakukan treatment atau perawatan kulit kepala sebelum melakukan pewarnaan rambut," jelas Gaya melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (6/7/2023).

Perawatan kulit kepala ini juga harus dilakukan menggunakan produk perawatan rambut seperti sampo dan kondisioner sustainable ramah lingkungan, yang lebih bebas iritasi dan lebih aman untuk kulit kepala.

Selanjutnya kata Gaya, ibu hamil juga harus mau mendengarkan rekomendasi petugas salon berupa penilaian, khususnya penggunaan produk go green lebih alami yang lebih rendah bahan kimia, sehingga tidak akan mempengaruhi janin.

"Kami bertekad untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan dan anti animal cruelty. Dari bahan-bahan terpilih yang digunakan hingga proses pengerjaan yang mengutamakan prinsip-prinsip keberlanjutan, sehingga benar-benar memperlihatkan komitmen untuk menjaga keindahan planet kita," papar Gaya.

Adapun beberapa layanan yang ditawarkan di antaranya seperti perawatan kulit rambut, hair styling, make-up artist, manicure dan pedicure, hingga nail art serta reflexology.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Minum Air Dingin dan Soda Bisa Buat Menstruasi Terhambat, Mitos atau Fakta? Dokter Ungkap Kebenarannya

Sering Minum Air Dingin dan Soda Bisa Buat Menstruasi Terhambat, Mitos atau Fakta? Dokter Ungkap Kebenarannya

Health | Jum'at, 07 Juli 2023 | 14:09 WIB

Hati-Hati! Ternyata Banyak Konsumsi Minuman Manis Dapat Sebabkan Kerontokan Rambut pada Pria

Hati-Hati! Ternyata Banyak Konsumsi Minuman Manis Dapat Sebabkan Kerontokan Rambut pada Pria

Linimasa | Kamis, 06 Juli 2023 | 07:02 WIB

Luna Maya Kaget Pertama Kali Temukan Uban di Rambutnya: Aku Menua

Luna Maya Kaget Pertama Kali Temukan Uban di Rambutnya: Aku Menua

Your Say | Kamis, 06 Juli 2023 | 10:34 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×