Suara.com - Nikita Willy tegas melarang Baby Izz atau Issa Xander Djokosoetono makan sambil digendong, karena membuatnya repot harus lari sambil menyuapi makan anak.
Perempuan berusia 29 tahun itu mengatakan makan sambil digendong akan membuat anaknya terbiasa, dan bisa merepotkan jika Baby Izz menyukainya karena ia merawat anak semata wayangnya tanpa bantuan baby sitter.
"Takutnya kalau sekali dia suka digendong, dia akan minta digendong terus, karena aku nggak ada babysitter yang repot aku dong. Harus ngejar-ngejar, oke aku bukan ibu yang mengejar anak buat untuk makan," ungkap Nikita dalam potongan video yang dibagikan akun @generosindonesia dikutip suara.com, Jumat (7/7/2023).
Menariknya, agar aturan ini diterapkan terus menerus, perempuan yang dijuluki Ratu Sinetron itu juga bercerita sudah memberikan catatan untuk kedua orangtua maupun mertuanya, yaitu berupa larangan Baby Izz tidak boleh digendong saat makan.
Selain itu Nikita ingin menerapkan sejak kecil anaknya terbiasa makan itu harus duduk. Sehingga istri Indra Priawan Djokosoetono itu akan berbicara kepada anaknya, jika Baby Izz ingin berdiri atau turun dari tempat makanannya, itu berarti kegiatan makannya sudah selesai.
"Walaupun kamu baru makan dua sendok, kadang-kadang ngerasa aku orang gila deh ngomong sendiri, cuma aku merasa dia pasti akan mengerti suatu saat," jelas papar Nikita.
"Jadi Isa oke, berdiri berarti udah selesai makan ya. Oke finish, kalau misalkan dia mau turun, atau dia pengennya turun, ya udah turun. Udah selesai makan gitu," tegas Nikita.
Menariknya, tidak hanya makan sambil duduk dianjurkan dalam ajaran agama. Tapi ada alasan kesehatan juga di balik kebiasaan makan sambil duduk, yaitu pelakunya terhindar dari makan berlebihan.
Mengutip Healthline, anggapan makan sambil berdiri bisa bantu menurunkan berat badan lebih banyak dibanding duduk saat makan, karena ada 12 hingga 25 kalori ekstra yang terbakar. Ditambah kebiasaan ini bisa membuat aktivitas makan lebih cepat.
Tapi makan sambil duduk cenderung mengurangi kecepatan makan seseorang, yang hasilnya berpotensi mengurangi jumlah kalori yang dimakan, dan mencegah semakin banyak makan.
Sedangkan banyak penelitian menunjukan, makan lebih lambat bisa mengurangi nafsu makan dan menambah rasa kenyang. Fantastisnya malah bisa menurunkan jumlah asupan 88 kalori lebih sedikit pada makanan.
Duduk saat makan juga membantu otak merekam, orang tersebut sudah mengonsumsi makanan sungguhan, sehingga menurunkan risiko makanan berlebihan di waktu makan selanjutnya.