Seniman Darbotz Ungkap Cara Pilih Cat Untuk Membuat Mural, Biar Lebih Hidup dan Tahan Lama

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 01 Agustus 2023 | 09:56 WIB
Seniman Darbotz Ungkap Cara Pilih Cat Untuk Membuat Mural, Biar Lebih Hidup dan Tahan Lama
Seniman Darbotz Ungkap Cara Pilih Cat Untuk Membuat Mural. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Suara.com - Dalam proses pembuatan karya murah, banyak mural artis kerap mengalami sejumlah tantangan. Salah satunya terkait dengan penggunaan bahan dasar cat.

Seniman Mural, Darbotz mengatakan,penggunaan chat khusus mural memang akan membuat karya yang dibuat akan menjadi lebih hidup dan tahan lama. Pasalnya, ketika cat tersebut diaplikasikan di ruang publik akan terkena hujan, panas, debu yang memengaruhi karyanya.

Seniman Darbotz Ungkap Cara Pilih Cat Untuk Membuat Mural. (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Seniman Darbotz Ungkap Cara Pilih Cat Untuk Membuat Mural. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

“Hasilnya ada bedanya, kalau dari thickness kekentalannya beda, dan yang utama itu ketahanannya karena di jalan itu pasti kena hujan, panas, debu, macam-macam. Nah cat khusus mural bisa indoor dan outdoor aman dibanding pakai cat biasa doang,” ucap Darbotz dalam peluncuran buku Crossing The Wall dan Pablo Mural Paints, Senin (31/7/2023).

Sebab pentingnya cat khusus tersebut, Pablo bekerja sama dengan Mowilex dan Pablo Mural Paint. Ini adalah produk limited yang dibuat dengan konsep keresahan yang dialami Darbotz.

Di dalamnya terdapat desain pada cat ini terdapat gambar totem yang diartikan sebagai keresahan Darbotz untuk bisa survive hidup di Ibu Kota. Dalam ceritanya, totem tersebut digambarkan sebagai monster yang ada pada diri seseorang untuk bisa menghadapi berbagai masalah di kehidupan kota.

“Sebenernya apa yang gua bikin ini salah satu eksplorasi gua tentang Totem, itu sebenernya karya gua bercerita tentang monster yang kita punya dalam diri kita. Di mana kita harus bisa menghadapi kerasnya kehidupan kota, terutama Jakarta tempat di mana gua tinggal,” jelasnya.

Hal ini menjadi keresahan Darbotz karena memang untuk para seniman mural hingga kini memang belum memiliki lahan khusus untuk membuat karya. Oleh sebab itu, banyak seniman mural yang menggunakan lahan publik untuk membuat karya tanpa izin.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri saat ini beberapa wilayah dinding kosong yang di perumahan atau lainnya yang menjadi lahan untuk para seniman berkarya. Biasanya ini diperbolehkan selama berbicara kepada pemilik dinding tersebut.

“Karena memang begitu, jalanan kan punya umum, enggak semua tempat yang kita gambar itu bisa digambar. Sebenernya salah satu khusus tempat yang bisa berkali-kali enggak ada sih. Tapi sebenernya gini  di Indonesia, semua bisa dibicarakan, tapi ngomong aja. Tapi saya lihat dari zaman dulu sampe sekarang sudah banyak mural di ruang publik seperti di komplek yang bisa digunakan,” jelasnya.

baca juga

Darbotz juga berpesan kepada generasi muda agar bisa terus semangat berkarya. Menurutnya, hal penting yang dilakukan generasi muda yaitu dengan menyukai hal yang disuka. Ini akan menjadi hal penting karena ketika melakukannya dengan senang hati, itu pasti menghasilkan sesuatu

“Kalau gua bilang lakuin apa yang lu suka dengan 10 ribu semangat. Kalau apa yang lu lakuin suka itu pasti akan menjadi sesuatu kok. Dan yang terpenting adalah diri sendiri, kalau happy dengan apa yang dilakukan, pasti akan ada sesuatu, jujur pada diri sendiri,” ujarnya.

Sebab perjuangan menjalani kesukaannya melakukan mural ini, nama Darbotz termasuk ke dalam 20 seniman yang ada pada buku Crossing The Wall. Buku ini menceritakan mengenai para seniman mural jalanan dengan karyanya masing-masing.

Nama-nama seniman yang ada dalam buku ini di antaranya Anagard, Apotik Komik, Andy Rharharha, Bayu Widodo, Bujangan Urban, Darbotz, Eko Nugroho, Emus Larmawata, Farid Stevy, Farhan Siki, Geger Boyo, Komunitas Pojok, Media Legal, Marishka Sukarna, Popok Tri Wahyudi, Sinta Tantra, Stereoflow, The Popo, Taring Padi, dan Wild Drawing.

CEO PT Mowilex Indonesia, Niko Safavi mengatakan, adanya pembuatan buku ini juga sebagai penghargaan kepada para seniman mural. Hal ini juga bisa menjadi contoh kepada para seniman mural jalanan lainnya kalau dengan karya tersebut mereka mampu menjadi sosok yang besar.

“Sebagai penghargaan, kami berkolaborasi dengan KPG membukukan perjalanan karier 20 seniman dan komunitas mural yang merupakan contoh dari ribuat muralis lainnya,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seniman Berkelanjutan Kelas Dunia Ari Bayuaji Sulap Sampah Laut Jadi Permadani Indah

Seniman Berkelanjutan Kelas Dunia Ari Bayuaji Sulap Sampah Laut Jadi Permadani Indah

Lifestyle | Jum'at, 21 Juli 2023 | 08:55 WIB

Gelar Art Exhibition Antara Kita Indah, Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris Gandeng 4 Seniman Lokal

Gelar Art Exhibition Antara Kita Indah, Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris Gandeng 4 Seniman Lokal

Jogja | Jum'at, 21 Juli 2023 | 10:33 WIB

Review 'Pacar Seorang Seniman', Ketika Penyair WS Rendra Menulis Cerpen

Review 'Pacar Seorang Seniman', Ketika Penyair WS Rendra Menulis Cerpen

Your Say | Kamis, 20 Juli 2023 | 07:30 WIB

Terkini

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:10 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:30 WIB

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:46 WIB

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:30 WIB

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:30 WIB

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:15 WIB