Hujan Buatan Untuk Atasi Polusi Diteruskan Hingga Seminggu, Bahaya Buat Makhluk Hidup?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Senin, 28 Agustus 2023 | 17:55 WIB
Hujan Buatan Untuk Atasi Polusi Diteruskan Hingga Seminggu, Bahaya Buat Makhluk Hidup?
Masyarakat berjalan sambil menggunakan masker di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (21/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Di balik kesuksesan hujan buatan hasil teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk atasi polusi udara Jakarta, banyak juga yang mengkhawatirkan efek samping dari metode tersebut. Benarkah berbahaya untuk kesehatan?

Pada Minggu, 27 Agustus 2023 wilayah Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Bekasi hingga Jakarta Selatan diguyur hujan yang dipastikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merupakan hasil modifikasi cuaca di langit Jakarta.

"Hujan turun karena penerapan teknologi modifikasi cuaca yang masih dilakukan. Rencananya, (modifikasi cuaca) sampai 2 September 2023," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati kepada wartawan di hari yang sama.

Ilustrasi Polusi Udara (freepik.com/rawpixel.com)
Ilustrasi Polusi Udara (freepik.com/rawpixel.com)

Sementara itu, banyak masyarakat mengkhawatirkan bahaya modifikasi cuaca untuk kesehatan, karena prosesnya menggunakan bahan NaCl yang disemai atau ditaburkan ke awan target sehingga nantinya mengeluarkan hujan.

Hujan yang keluar inilah yang dikhawatirkan menggunakan cairan tertentu sehingga berbahaya untuk kulit, atau bahkan kesehatan manusia dan hewan yang terguyur hujan.

Melansir The Daily Beast, Senin (28/8/2023) Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan Universitas Arizona, Armin Sorooshian mengatakan masih banyak yang perlu dicari tahu tentang bagaimana partikel buatan manusia bisa mempengaruhi awan.

Prof. Sorooshian membenarkan adanya risiko yang bisa terjadi akibat manipulasi cuaca. Risiko ini yang harus membuat pelaku penyemaian awan berhati-hati, dan seberapa banyak penyemaian awan dilakukan.

Ia juga khawatir bia menyebarkan senyawa seperti perak iodida ke udara, dan khawatir senyawa itu jatuh dari langit dan malah mengubah tingkat pH suatu perairan. Misalnya berdampak pada kesehatan dan stabilitas pertumbuhan hewan di bawahnya.

"Saya tidak sepenuhnya yakin, apakah saya akan menganjurkan masyarakat melakukan hal ini secara agresif saat ini. Kita perlu belajar lebih banyak," ungkap Prof. Sorooshian.

baca juga

Sementara itu, mengutip WebMD sejauh ini para ahli belum menemukan dampak bahaya dari penyemaian awan dengan perak iodida terhadap lingkungan. Ini karena konsentrasi perak dalam awan hingga menyebabkan hujan, jumlahnya jauh di bawah batas yaitu 50 mikrogram per liter.

Apalagi jumlah ini tidak seberapa bila dibandingkan banyaknya yodium dalam garam beryodium yang dimakan manusia, dibanding yang dikeluarkan berbentuk air hujan.

Bahkan metode yang berlangsung selama 30 hingga 40 tahun ini, peneliti masih belum menemukan adanya kekhawatiran atau risiko berlebihan dalam proses penyemaian.

Ditambah, air hujan hasil penyemaian awan tidak berasa atau tidak berbau, dan berbeda dengan dengan air hujan biasa. Sehingga kesimpulannya tidak ada perbedaan signifikan antara hujan biasa dan hujan buatan.

Meski begitu diu, praktik ini bisa jadi ancaman dan meningkatkan risiko keracunan perak, serta masalah lingkungan jika praktik ini dilakukan terus menerus dengan skala lebih besar. Bahkan digadang-gdang bisa mengganggu keseimbangan kelembapan alami bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Jakarta Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Demi Atasi Polusi Udara, Teknik Apa Itu?

Heboh Jakarta Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Demi Atasi Polusi Udara, Teknik Apa Itu?

Lifestyle | Senin, 28 Agustus 2023 | 12:45 WIB

Modifikasi Cuaca di Jakarta Belum Tentu Berhasil, Ini Alasannya

Modifikasi Cuaca di Jakarta Belum Tentu Berhasil, Ini Alasannya

News | Senin, 28 Agustus 2023 | 12:44 WIB

ASN di Tangsel Ikutan WFH karena Polusi Udara, Cuma 50 Persen Pegawai Masuk Kantor

ASN di Tangsel Ikutan WFH karena Polusi Udara, Cuma 50 Persen Pegawai Masuk Kantor

News | Senin, 28 Agustus 2023 | 11:41 WIB

Terkini

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 18:46 WIB

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

×