Ramai Seruan Boikot Produk Israel hingga Amerika Usai Serangak ke Palestina, Seberapa Efektifkah?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Rabu, 01 November 2023 | 13:30 WIB
Ramai Seruan Boikot Produk Israel hingga Amerika Usai Serangak ke Palestina, Seberapa Efektifkah?
daftar brand terkenal yang dukung Israel (freepik)

Suara.com - Kasus serangan Israel ke Palestina berbuntut panjang. Kini di media sosial mulai ramai seruan untuk melakukan boikot pada brand-brand yang mendukung Israel. Ajakan ini dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan Israel yang dinilai melanggar kemanusiaan kepada warga Palestina.

Sederet brand ternama mulai dari Puma, Starbucks, Sabra, dan lain-lain termasuk ke dalam daftar boikot. Beberapa konten ajakan boikot juga mulai bertebaran di media sosial kepada brand yang masih mendukung Israel.

Namun, di sisi lain, masih ada beberapa warganet yang mempertanyakan apakah aksi boikot tersebut efektif dan memberikan dampak besar atau tidak. Lantas sebenarnya seberapa efektif aksi boikot produk ini?

Melansir laman Northwestern Insitute for Policy Research (IPR), menurut profesor manajemen dan organisasi, Brayden King, aksi boikot ini bisa memiliki kemungkinan, yakni berhasil maupun tidak. Jika tidak berhasil, biasanya boikot akan terlihat dari pendapatan penjualan produk yang masih banyak.

Namun, dalam penelitiannya, aksi boikot ini tetap bisa berhasil. Boikot ini akan efektif dan bisa sangat merugikan pendapatan suatu brand perusahaan. Bahkan, boikot juga bisa mengancam reputasi perusahaan, apalagi jika pemberitaan di media juga negatif.

Berdasarkan penelitiannya, peran berbagai media sangat penting pada aksi boikot ini. Hal itu bisa menyebabkan penurunan saham lebih besar sehingga perusahaan sulit untuk mendapatkan pendapatan.

Dengan demikian, aksi boikot bukan suatu hal yang dianggap remeh. Jika hal ini cukup besar, maka dampak yang timbul bagi perusahaan atau brand tertentu bisa saja memengaruhi pendapatannya.

Sementara itu, dalam jurnal yang diunggah di situs Springer Link dijelaskan, ajakan boikot dapat memengaruhi sisi emosional masyarakat. Hal ini dapat mendorong perilaku masyarakat sehingga ikut untuk memboikot produk dari suatu brand atau perusahaan tertentu.

Meski demikian, respons ini kembali kepada konsumen itu sendiri. Ada beberapa konsumen yang mudah untuk ikut suatu ajakan. Namun, ada juga yang menilai ajakan boikot tersebut. Beberapa akan melihat tujuan dari boikot itu sendiri.

baca juga

Kondisi ini juga karena setiap individu memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Hanya saja aksi boikot bisa memengaruhi emosional seseorang sehingga beberapa orang memilih untuk ikut aksi boikot tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Surat Dalam Al Quran Ini Ceritakan soal Palestina dan Israel, Berikut Tafsirannya

3 Surat Dalam Al Quran Ini Ceritakan soal Palestina dan Israel, Berikut Tafsirannya

Lifestyle | Rabu, 01 November 2023 | 12:10 WIB

Netizen Kecewa, Raffi Ahmad Ajak Keluarga Makan McDonald's yang Disebut Dukung Isarel

Netizen Kecewa, Raffi Ahmad Ajak Keluarga Makan McDonald's yang Disebut Dukung Isarel

Entertainment | Rabu, 01 November 2023 | 11:51 WIB

Ahli Toksikologi Ungkap Bahaya Mematikan Bom Fosfor Putih yang Dipakai Israel di Jalur Gaza

Ahli Toksikologi Ungkap Bahaya Mematikan Bom Fosfor Putih yang Dipakai Israel di Jalur Gaza

Lifestyle | Rabu, 01 November 2023 | 11:45 WIB

Terkini

Pakar UGM Soal Tokoh Senior Masuk Wantimpres: Campuran Aspek Rekognisi dan Akomodasi Politik

Pakar UGM Soal Tokoh Senior Masuk Wantimpres: Campuran Aspek Rekognisi dan Akomodasi Politik

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Cabai Tembus Rp118 Ribu, Mentan Tak Mau Harga Pangan Lepas Kendali

Cabai Tembus Rp118 Ribu, Mentan Tak Mau Harga Pangan Lepas Kendali

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Herman Deru Siapkan Rp10 Juta untuk Tangkap Pelaku Karhutla, Bisakah Hentikan Asap?

Herman Deru Siapkan Rp10 Juta untuk Tangkap Pelaku Karhutla, Bisakah Hentikan Asap?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Bukan Operasi Militer Penuh, Menko Dudung Pilih Pendekatan Kultural di Papua

Bukan Operasi Militer Penuh, Menko Dudung Pilih Pendekatan Kultural di Papua

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Hybrid Sea Wall Rp10 Miliar Dikerjakan di Sayung, Giant Sea Wall Pantura Segera Menyusul

Hybrid Sea Wall Rp10 Miliar Dikerjakan di Sayung, Giant Sea Wall Pantura Segera Menyusul

Jawa Tengah | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:01 WIB

'Catatan Merah' Kontras di HUT ke-81 TNI: Ratusan Kekerasan Prajurit, Angkatan Darat Terbanyak

'Catatan Merah' Kontras di HUT ke-81 TNI: Ratusan Kekerasan Prajurit, Angkatan Darat Terbanyak

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Masuk Kabinet dan Wantimpres, Golkar Segera Surati KPU Terkait PAW Sarmuji dan Bamsoet

Masuk Kabinet dan Wantimpres, Golkar Segera Surati KPU Terkait PAW Sarmuji dan Bamsoet

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Pajak E-commerce Resmi Berlaku usai Sempat Ditunda Purbaya, Seller Shopee dkk Kena Pungutan PPh 22

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

Ngaku Takut Bertemu Menteri PPPA, Pratikno Ungkap Isu Paling Berat Selama Menjabat Menko PMK

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 17:53 WIB

×