Ayahnya merupakan seorang priyayi yang sudah maju pada waktu itu. Sehingga tetap menyekolahkan putra-putrinya, termasuk Dewi. Namun, Dewi hanya sempat bersekolah di Eerste Klasse School atau Sekolah Kelas Satu untuk penduduk non-Eropa sampai kelas dua. Dewi Sartika sering mengajak teman-teman sebayanya untuk bermain 'sekolah-sekolahan'.