Fenomena Buzzer Politik di Media Sosial yang Kurang Literasi

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Rabu, 03 Januari 2024 | 15:28 WIB
Fenomena Buzzer Politik di Media Sosial yang Kurang Literasi
Ilustrasi seseorang yang bekerja sebagai buzzer. (Suara.com/Iqbal Asaputro)

Suara.com - Fenomena buzzer politik di media sosial rasa-rasanya semakin menjadi-jadi. Mengingat sudah memasuki masa-masa kontestasi politik.

Hal ini memang tak hanya sekali saja terjadi ketika memasuki masa-masa pemilu bahkan pilkada. Pada tahun 2019 pun terjadi kejadian serupa.

Salah satu fenomena buzzer politik yang cukup kontroversial jelang penghujung tahun kemarin adalah ketika Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor yang menobatkan Presiden Jokowi sebagai alumni UGM paling memalukan.

Pernyataannya yang frontal dan terang-terangan itu pun menjadi sasaran empuk para buzzer. Tentu saja ia kala itu langsung dibanjiri berbagai macam berita hoaks. Berikut ulasannya.

Gielbran Kebanjiran Hoaks dan Nasihat

Dalam beberapa unggahan di akun media sosial, usai menganugerahkan Presiden Jokowi sebagai alumni UGM yang memalukan ia disebut-sebut dikeluarkan dari tempatnya untuk mengenyam pendidikan.

Namun, setelah dikonfirmasi Gielbran mengaku dari pihak UGM tak ada intervensi atas kritikannya yang menyebabkan dirinya dikeluarkan. Selain itu, Gielbran juga disudutkan mengenai IPK.

Ketua BEM KM UGM ini dituding memiliki nilai IPK yang buruk alias hanya 2,2 saja. Namun, lagi-lagi kabar itu hanya hoaks belaka.

Gielbran mengaku memiliki IPK 3,68, hal itu pun bisa ia buktikan melalui akun Simaster alias akun resmi dari kampusnya yang bisa memperlihatkan kalau dirinya masih resmi menjadi mahasiswa UGM.

baca juga

Tentu tak berhenti sampai di situ saja, ia pun sempat mendapat serangan lantaran belum merampungkan kuliahnya. Hal itu tentu sangat menggelitik, karena serangan-serangan ini tak substansif malah terdengar seperti nasihat.

Hal-hal seperti inilah yang kadang membuat perdebatan di media sosial jadi tidak produktif.

Buzzer Bikin Perdebatan Tidak Sehat

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Indonesia Gita Putri Damayana menilai, buzzer politik kerapkali menyebarkan narasi yang berseberangan dengan narasi kelompok masyarakat sipil. Hal itu sah-sah saja sepanjang narasi yang dibangun para buzzer berkualitas.

Meski demikian, ia juga melihat buzzer berisiko membangun perdebatan yang tak produktif dan tak sehat jika mereka menyebarkan narasi yang bersifat menyudutkan.

"Ketika misalnya masyarakat sipil disudutkan gitu ya, dan bukan didebat soal kontennya tapi mengarah kepada organisasi masyarakat sipilnya itu sendiri, atau malah yang diangkat yang enggak ada hubungannya, justru itu yang saya pikir diskusi yang tercipta jadi enggak produktif gitu kan," kata Gita.

"Padahal debat yang sehat itu kan penting untuk demokrasi kita," ujar Gita.

Gita mengatakan, para buzzer dapat dengan mudah menggeser perdebatan ke hal-hal yang tidak substansial. Dengan demikian, perhatian publik akan teralihkan.

Mereka bisa melakukan itu dengan penyeragaman narasi, termasuk memutarbalikkan fakta.

"Kalau misalnya ada 6-7 orang agendanya persis sama, pake tagar, sama dan model pengondisian faktanya diputarbalikkan sedemikian rupa, itu kan kita bisa dibilang ada usaha teroraganisir, ada koordinasinya," katanya.

Selain kecerdasan publik yang harus ditingkatkan di era buzzer-buzzeran ini, sepertinya buzzer juga butuh literasi agar narasi yang mereka gaungkan tetap substansif alih-alih menyerang berita-berita yang tak relevan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bertemu Petani Se-Jawa Tengah, Presiden Jokowi Tambah Anggaran Pupuk Subsidi Hingga Rp14 Triliun

Bertemu Petani Se-Jawa Tengah, Presiden Jokowi Tambah Anggaran Pupuk Subsidi Hingga Rp14 Triliun

Bisnis | Rabu, 03 Januari 2024 | 10:30 WIB

Hukum Jual Akun Media Sosial, Dinar Candy Perlu Pahami Aturan dalam UU ITE Berikut

Hukum Jual Akun Media Sosial, Dinar Candy Perlu Pahami Aturan dalam UU ITE Berikut

Bisnis | Selasa, 02 Januari 2024 | 19:53 WIB

Review Film 'Spree', saat Obsesi untuk Viral di Media Sosial Keterlaluan

Review Film 'Spree', saat Obsesi untuk Viral di Media Sosial Keterlaluan

Your Say | Selasa, 02 Januari 2024 | 10:44 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×