Pakar Transportasi ITB Akui Lokasi Tabrakan Kereta Api di Cicalengka Rawan Kecelakaan: Apa Penyebabnya?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 06 Januari 2024 | 05:42 WIB
Pakar Transportasi ITB Akui Lokasi Tabrakan Kereta Api di Cicalengka Rawan Kecelakaan: Apa Penyebabnya?
Foto udara kereta api lokal Bandung Raya yang bertabrakan dengan kereta api Turangga di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/1/2024). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Suara.com - Pakar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. R. Sony Sulaksono Wibowo menanggapi peristiwa tabrakan kereta api di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, dengan mengingatkan pentingnya double track atau dua jalur kereta api di seluruh wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, masih belum diketahui penyebab tabrakan KA Turangga Surabaya-Bandung dengan KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, pada Jumat (5/1/2024).

Namun, karena di lokasi kereta bertabrakan hanya ada satu jalur atau single track, maka menurut Sony, infrastruktur tersebut rawan kecelakaan dan tidak lebih aman dibandingkan double track.

"Ke depannya memang harus disegerakan pembangunan (double track) jalur selatan (Bandung, Garut, Tasik dan seterusnya)," ujar Sony melalui keterangannya melansir situs resmi ITB.

Perlu diketahui, KA Turangga melaju dari Stasiun Gubeng, Surabaya, dengan tujuan akhir Stasiun Bandung. Sementara itu, KA Commuterline Bandung berangkat dari Padalarang menuju Cicalengka.

Sony menyebut bahwa cara kerja satu jalur kereta memang berisiko, terlebih kalau ada dua kereta yang melaju berlawanan. Maka, salah satu kereta harus ditunda perjalanannya, dan harus menunggu kereta prioritas untuk lebih dulu diberikan jalan.

"Dalam prosedur kereta api, untuk single track, kereta api harus bergantian. Kereta yang menjadi prioritas itu biasanya Turangga. Nanti kereta api lokal masuk ke salah satu emplasemen di stasiun terdekat, menunggu kereta Turangga lewat, baru kereta lokal masuk ke jalur utama," tuturnya.

Meski begitu, pakar bagian dari Kelompok Keahlian Rekayasa Transportasi, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB itu mengakui ada berbagai penyebab kecelakaan tabrakan kereta api di Cicalengka. Selain infrastruktur satu jalur, kemungkinan lain juga bisa terjadi, entah karena masalah sinyal, komunikasi, dan sebagainya.

“Ada kemungkinan karena miskomunikasi. Apakah salah dari sinyalnya atau salah dari masinisnya, atau salah dari isyaratnya. Karena ada komunikasi lewat sinyal dan lewat isyarat,” ujarnya.

Belajar dari peristiwa ini, kata Sony, sudah saatnya PT. KAI mempercepat pembangunan dua jalur kereta api di seluruh Indonesia untuk mengantisipasi sekaligus mencegah kecelakaan tabrakan adu banteng seperti yang dialami KA Turangga Surabaya-Bandung dengan KA Lokal Bandung Raya.

“Yang sudah double track baru jalur utara. Jalur selatan sempat tertunda. Karena bagaimana pun juga kereta api masih menjadi salah satu angkutan favorit untuk jarak jauh, terutama saat musim liburan,” beber Sony.

Di sisi lain, perlu juga peningkatan dari berbagai kemungkinan timbulnya masalah di lapangan terkait komunikasi, seperti perbaikan-perbaikan sinyal hingga komunikasi insyarat di jalur yang masih single track.

Tabrakan Kereta di Cicalengka Makan Korban Jiwa

Kecelakaan adu banteng antara KA Lokal Bandung Raya dengan KA Turangga Surabaya Kota-Bandung terjadi Jumat pagi, 5 Januari 2024. Peristiwa ini menewaskan 4 korban jiwa yang merupakan kru PT KAI, terdiri 2 orang masinis, 1 orang pramugara dan 1 orang petugas keamanan.

Peristiwa nahas ini terjadi di area dekat stasiun Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Di mana seharusnya KA Turangga dibiarkan melintas lebih dulu, barulah KA lokal Bandung Raya. Tapi yang terjadi, KA lokal melintas di jalur laju KA Turangga.

Jelang tabrakan terjadi, saksi mata menyebut mendengar penumpang dalam gerbong melantunkan takbir sampai akhirnya tabrakan dahsyat itu terjadi. Hasilnya penumpang panik dan ketakutan. Sebanyak 28 orang di antaranya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Suara.com, sebanyak 3 gerbong kereta api lokal Bandung Raya anjlok akibat peristiwa adu banteng tersebut. Sementara untuk Kereta Api Turangga disebut ada delapan gerbongnya yang anjlok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Tragedi Bintaro 1987, Kini Terulang di Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal

Mengenal Tragedi Bintaro 1987, Kini Terulang di Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal

Lifestyle | Jum'at, 05 Januari 2024 | 20:57 WIB

8 Arti Mimpi Tabrakan Kereta Api: Mulailah Perhatikan Kesehatan Mental

8 Arti Mimpi Tabrakan Kereta Api: Mulailah Perhatikan Kesehatan Mental

Lifestyle | Jum'at, 05 Januari 2024 | 19:11 WIB

Pantauan Drone Lokasi Kecelakaan KA Turangga Vs KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka

Pantauan Drone Lokasi Kecelakaan KA Turangga Vs KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka

Video | Jum'at, 05 Januari 2024 | 18:10 WIB

Terkini

5 Bedak yang Mengandung Salicylic Acid untuk Cegah Pori Tersumbat dan Jerawat

5 Bedak yang Mengandung Salicylic Acid untuk Cegah Pori Tersumbat dan Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:41 WIB

Desain Tak Lagi Sekadar Estetika, Mengapa Kini Jadi Kunci Mencari Solusi dan Mendorong Bisnis?

Desain Tak Lagi Sekadar Estetika, Mengapa Kini Jadi Kunci Mencari Solusi dan Mendorong Bisnis?

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:20 WIB

10 Pilihan  Warna Cat Tembok Rumah Pembawa Rezeki, Vibes Mewah dan Bawa Hoki Terus!

10 Pilihan Warna Cat Tembok Rumah Pembawa Rezeki, Vibes Mewah dan Bawa Hoki Terus!

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:10 WIB

Apakah Benar Sendok Bisa Melembutkan Daging saat Direbus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Apakah Benar Sendok Bisa Melembutkan Daging saat Direbus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lipstik Transferproof Lokal Rp30 Ribu vs Rp130 Ribu: Mana yang Awet Seharian di Acara Kondangan?

Lipstik Transferproof Lokal Rp30 Ribu vs Rp130 Ribu: Mana yang Awet Seharian di Acara Kondangan?

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:55 WIB

Bolehkah Muslimah Tindik Hidung seperti Ria Ricis? Ini Penjelasan Islam dan Pendapat Ulama

Bolehkah Muslimah Tindik Hidung seperti Ria Ricis? Ini Penjelasan Islam dan Pendapat Ulama

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:49 WIB

Resep Kopi Susu Biskuit ala Mikael Jasin, Cocok Temani Weekend di Rumah

Resep Kopi Susu Biskuit ala Mikael Jasin, Cocok Temani Weekend di Rumah

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:37 WIB

4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian

4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:35 WIB

Krisis Iklim Ubah Cara Hidup Anak Muda, Sejauh Mana Mereka Dilibatkan Dalam Mitigasi?

Krisis Iklim Ubah Cara Hidup Anak Muda, Sejauh Mana Mereka Dilibatkan Dalam Mitigasi?

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:30 WIB

Sensasi Healing di Kota Kreatif Bali, Coba Ragam Aktivitas Taman sampai Gerbang Futuristik

Sensasi Healing di Kota Kreatif Bali, Coba Ragam Aktivitas Taman sampai Gerbang Futuristik

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:23 WIB