Mengenal Tragedi Bintaro 1987, Kini Terulang di Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 05 Januari 2024 | 20:57 WIB
Mengenal Tragedi Bintaro 1987, Kini Terulang di Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal
Mengenal Tragedi Bintaro 1987, Kini Terulang di Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Suara.com - Tragedi tabrakan antara kereta api (KA) Turangga relasi Surabaya – Bandung dan KA Lokal Padalarang – Cicalengka pada Jumat (5/1/2024) mengingatkan kita pada Tragedi Bintaro 1987. Tragedi ini menjadi catatan paling kelam dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Bagi yang belum mengenal Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987 berikut adalah penjelasannya. 

Mirip dengan tragedi KA Turangga, Tragedi Bintaro merupakan peristiwa tabrakan antara kereta api KA 220 Patas Merak dengan KA 225 di Pondok Betung, Bintaro. Kedua kereta tersebut ringsek akibat benturan keras 34 tahun silam. Keduanya melintasi satu rel yang sama dari arah yang berlawanan. Tabrakan pun tak terelakkan pada pukul sekira 07.00 WIB. Kecelakaan tersebut mengakibatkan lokomotif dan gerbong pertama pada kedua kereta hancur. 

Diketahui KA 220 relasi Tanah Abang-Merak berangkat dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Sudimara. Hal ini lantas mengagetkan petugas Stasiun Sudimara lantara tiga jalur kereta sudah terisi.  Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Sudimara kemudian meminta persilangan kereta di Stasiun Kebayoran. Namun, terjadi pergantian petugas PPKA di Stasiun Kebayoran yang tidak mengetahui rencana tersebut. 

Setelah terlambat mengetahui rencana persilangan kereta tersebut, petugas lantas berusaha mengosongkan salah satu kereta di Sudimara untuk KA 220 dengan melakukan langkah darurat, yakni memindahkan rangkaian KA 225 dari kereta 3 ke kereta 1. 

Sayangnya, upaya ini tidak berhasil sampai ke telinga masinis KA 225 Slamet Suradyo. Petugas pun memberikan sinyal terompet dan menggerakan kedua tangan sebagai tanda agar kereta berhenti. Tapi, Slamet tidak melihat sinyal tersebut dan terus melaju hingga akhirnya KA 225 yang dikendarai Slamet bertabrakan dengan KA 220 dengan posisi adu banteng dan merenggut ratusan nyawa penumpang kereta. 

Merenggut Nyawa Ratusan Penumpang

Tragedi Bintaro 1987 terjadi ketika transformasi perekeretaapian belum dilaksanakan. Kecelakaan menewaskan 156 penumpang. Sementara itu, 300 penumpang lain luka – luka. 

Saat itu, penumpang masih diperbolehkan menaiki atap kereta atau memenuhi gerbong kereta hingga padat. KA 220 Tanah Abang - Merak kala itu mebawa 478 penumpang dan tercatat masih dalam kapasitas normal sehingga penumpang dapat duduk di kursinya masing-masing. Meski begitu, jumlah tersebut merupakan catatan dari penumpang yang membeli atau membawa karcis. Tak ada data lebih rinci mengenai penumpang ilegal atau yang naik di atap kereta tanpa karcis. 

Kelalaian petugas menjadi penyebab terjadinya Tragedi Bintaro. Para petugas yang terdiri dari masinis dan kondektur yang selamat pada peristiwa malang itu mendapatkan sanksi tegas. Bahkan, dalam pemberitaan yang beredar pada 21 Oktober 1987, 15 petugas stasiun Perusahaan Jawatan Kereta Api mendapatkan pemeriksaan intensif. 

baca juga

Sementara itu, PPKA Sudimara menjadi tersangka karena memberikan persetujuan persilangan kereta dari Sudimara ke Kebayoran tanpa persetujuan dari PPKA Kebayoran. Namun, PPKA Kebayoran juga tak luput mendapat sanksi karena tak berkoordinasi lebih detail dengan Sudimara. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Meninggal dan Luka dalam Kecelakaan KA Turangga - KA Lokal Bandung Raya Peroleh Santunan

Korban Meninggal dan Luka dalam Kecelakaan KA Turangga - KA Lokal Bandung Raya Peroleh Santunan

Otomotif | Jum'at, 05 Januari 2024 | 16:08 WIB

5 Kecelakaan Maut Kereta Api 'Adu Banteng' Selain KA Turangga, Ratusan Orang Tewas

5 Kecelakaan Maut Kereta Api 'Adu Banteng' Selain KA Turangga, Ratusan Orang Tewas

Lifestyle | Jum'at, 05 Januari 2024 | 17:20 WIB

Dibanjiri Doa, Unggahan Terakhir Masinis Korban Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka

Dibanjiri Doa, Unggahan Terakhir Masinis Korban Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka

Lifestyle | Jum'at, 05 Januari 2024 | 15:59 WIB

Segini Gaji Petugas PPKA, Ramai Disorot Netizen Usai Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal

Segini Gaji Petugas PPKA, Ramai Disorot Netizen Usai Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal

Lifestyle | Jum'at, 05 Januari 2024 | 15:44 WIB

Obituari: Duka Cita Empat Petugas Kereta Api Berpulang Akibat Tabrakan KA Turangga - KA Lokal Bandung Raya

Obituari: Duka Cita Empat Petugas Kereta Api Berpulang Akibat Tabrakan KA Turangga - KA Lokal Bandung Raya

Otomotif | Jum'at, 05 Januari 2024 | 15:42 WIB

Mengenal Apa Itu PPKA, Dituding Netizen Jadi Penyebab Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal

Mengenal Apa Itu PPKA, Dituding Netizen Jadi Penyebab Tabrakan KA Turangga vs Kereta Lokal

Lifestyle | Jum'at, 05 Januari 2024 | 14:55 WIB

Terkini

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:25 WIB

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:22 WIB

×