Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Hipertensi Disebut Jadi Penyebabnya: Memang Dampaknya Separah Itu?

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Jum'at, 23 Februari 2024 | 18:05 WIB
Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Hipertensi Disebut Jadi Penyebabnya: Memang Dampaknya Separah Itu?
Ilustrasi petugas KPPS melayani pemilih di salah satu TPS Pekanbaru, Rabu (14/2/2024). [Suara.com/Eko Faizin]

Suara.com - Usai dilaksanakannya Pemilu pada 14 Februari 2024 lalu, banyak laporan para petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) yang jatuh sakit, bahkan meninggal dunia. Berdasarkan laporan yang dirilis Kemenkes jumlah korban petugas KPPS yang meninggal dunia mencapai 108 orang.

Sementara itu, berdasarkan data, penyebab kematian petugas KPPS yang cukup banyak yakni karena hipertensi alias tekanan darah tinggi. Hal ini lantas mencuri perhatian apakah sebab penyakit hipertensi diketahui cukup banyak dialami masyarakat Indonesia.

Namun, mengapa hipertensi bisa menjadi menjadi fatal dan mengakibatkan kematian pada para petugas KPPS?

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Erwinanto, Sp.JP(K), FIHA menjelaskan, kondisi hipertensi tidak serta merta menjadi penyebab utama para petugas KPPS tersebut meninggal dunia. Pasalnya, kondisi ini juga bisa didorong faktor lainnya.

Petugas kesehatan dari Dinkes Sulsel saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan penyelenggara pemilu yang memiliki keluhan kesehatan [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Petugas kesehatan dari Dinkes Sulsel saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan penyelenggara pemilu yang memiliki keluhan kesehatan [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]

Menurut dr. Erwinanto, para petugas yang meninggal dunia itu juga memiliki masalah pada kesehatan jantungnya. Biasanya, kondisi jantung pasien sudah terdapat plak di mana ketika tekanan darah naik, sebabkan bagian tersebut pecah. Hal ini menyebabkan serangan jantung yang membuat petugas tersebut meninggal dunia.

“Bukan dia (hipertensi) yang langsung pembunuhnya. Orang itu sudah ada plak di jantungnya sedangkan tekanan darahnya naik, plaknya pecah. Jadi (hipertensi) tidak sebagai penyebab utama,” jelas dr. Erwinanto dalam konferensi pers 18th Scientific Meeting InaSH, Jumat (23/2/2024).

Oleh sebab itu, selain hipertensi, dalam laporan para petugas KPPS yang meningggal yakni karena serangan jantung. Hal ini karena tekanan darah naik itu yang membuat plak pada jantungnya pecah sehingga berakibat fatal.

Meski demikian, tidak dipungkiri juga kalau kondisi hipertensi tetap bisa menjadi penyebab kematian. Kondisi ini biasanya terjadi karena tekanan darah yang mendadak naik sangat tinggi sehingga pembuluh darah menjadi pecah..

“Hipertensi tapi juga bisa karena karena pembuluh darah pelakunya pecah. Mengapa orang hipertensi itu bisa meninggal mendadak karena hipertensinya tiba-tiba naik yang sangat tinggi di atas 180/110 langsung pecah pembuluh darahnya terus atau langsung kena jantung,” jelasnya.

baca juga

Kondisi tekanan darah yang naik ini sendiri biasanya terjadi karena adanya rasa lelah berlebihan, gangguan emosional, serta kurang tidur. Hal tersebut meningkatkan hormon stres yang membuat tekanan darah mengalami peningkatan.

Untuk itu, dr Erwinanto menyarankan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Ia menegaskan, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk petugas KPPS. Namun, para pekerja juga harus mengontrol agar tekanan darahnya tidak naik berlebihan.

“Kelelahan emosional dan kurang tidur itu semua bisa meningkatkan produktivitas stress hormon dalam tubuh kita meningkatkan pembuluh tiba-tiba. Untuk itu penting diperhatikan, bukan hanya KPPS tapi untuk pekerja pekerjaan yang cukup membuat stres harus diperhatikan,” pungkas dr. Erwinanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Siap Gelar Tes dan Vaksinasi Kanker Serviks, Kapan Tanggal Pelaksanaannya?

Kemenkes Siap Gelar Tes dan Vaksinasi Kanker Serviks, Kapan Tanggal Pelaksanaannya?

Health | Jum'at, 23 Februari 2024 | 11:18 WIB

Rawan Stres, RSUD Gelar Tes Kesehatan Mental Gratis untuk Petugas KPPS Pemilu

Rawan Stres, RSUD Gelar Tes Kesehatan Mental Gratis untuk Petugas KPPS Pemilu

Foto | Selasa, 20 Februari 2024 | 19:11 WIB

63 Persen Petugas KPPS Punya Risiko Hipertensi, Ungkap BPJS Kesehatan

63 Persen Petugas KPPS Punya Risiko Hipertensi, Ungkap BPJS Kesehatan

Health | Selasa, 20 Februari 2024 | 09:00 WIB

Terkini

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:27 WIB

×