Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Selama 6 Hari Berturut-turut? Simak Penjelasan Buya Yahya agar Tak Keliru

Nur Khotimah Suara.Com
Rabu, 17 April 2024 | 18:12 WIB
Apakah Puasa Syawal Harus Dilakukan Selama 6 Hari Berturut-turut? Simak Penjelasan Buya Yahya agar Tak Keliru
ilustrasi puasa (jannoon028/Freepik)

Suara.com - Puasa sunah selama enam hari merupakan amalan yang banyak dilakukan umat Islam di bulan Syawal. Lantas, apakah puasa Syawal harus dikerjakan selama enam hari berturut-turut?

Puasa Syawal selama enam hari diketahui memiliki keutamaan yang tak main-main, yakni pahalanya setara puasa selama satu tahun. Hal tersebut sesuai dengan hadis berikut ini:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)

Tak heran ya jika umat muslim berlomba-lomba mengerjakan puasa sunah yang satu ini begitu memasuki bulan Syawal. Tapi bagaimana melaksanakan ibadah puasa Syawal yang benar? Apakah harus berurutan?

ilustrasi puasa (freepik)
ilustrasi puasa (freepik)

Untuk diketahui, puasa Syawal bisa mulai dilakukan pada tanggal 2 Syawal atau sehari setelah Lebaran. Sebab tanggal 1 Syawal memang diharamkan berpuasa bagi umat Islam karena sedang merayakan Hari Raya Idulfitri.

Perihal pelaksanaannya, Buya Yahya menerangkan bahwa puasa Syawal tak harus dilakukan selama enam hari berturut-turut. Ini sesuai dengan mazhab Imam Syafi'i yang dianut oleh kebanyakan umat Islam di Indonesia.

"Menurut mazhab kita, Imam Syafi'i, enam itu tidak harus berurutan. Bahkan sebagian ulama memakruhkan kalau langsung (puasa) Syawal, takut dianggap wajib," jelas Buya Yahya, dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Rabu (17/4/2024).

"Ada sebagian ulama (yang memakruhkan), tapi mazhab kita tidak. Sebagian ulama langsung, 'Jangan tanggal 2 (Syawal) deh, nanti aja di akhir-akhir ke belakang'. Khawatir nanti dipikir orang, sehingga memberatkan orang," imbuhnya.

Tapi jika ada yang mengerjakan puasa Syawal secara berurutan, Buya Yahya menyebutkan hal itu memang lebih baik. Sebab ini termasuk sebuah kebaikan dan kebaikan memang seharusnya segera dilaksanakan.

Baca Juga: Riwayat Pendidikan Buya Yahya: Sebut Adopsi Anak Hukumnya Haram dan Tidak Bisa Cium Bau Surga, Ini Penjelasannya

"Tidak harus berurutan 1, 2, 3, 4, 5, 6, itu berurutan tidak harus. Akan tetapi kalau ada yang berurutan, ini memang lebih baik. Karena kebaikan ini memang hendaknya segera dilaksanakan," jelas Buya Yahya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI