Targetkan Quality Tourism, Pengembangan Destinasi Parpuar Labuan Bajo Harus Dengan Konsep Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 27 Mei 2024 | 09:54 WIB
Targetkan Quality Tourism, Pengembangan Destinasi Parpuar Labuan Bajo Harus Dengan Konsep Berkelanjutan
Labuan Bajo.

Suara.com - Parapuar, sebuah permata tersembunyi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, telah lama menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Kawasan hutan yang indah ini dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Dalam bahasa Manggarai, kata "parapuar" berarti ‘pintu gerbang menuju hutan’, berasal dari kata "para" yang berarti ‘pintu’ dan "puar" yang berarti ‘hutan’. Dari viewpoint Parapuar, wisatawan dapat menikmati panorama memukau alam Labuan Bajo. Pemandangan gugusan pulau dan kapal wisata yang berlayar di perairan tampak jelas dari kejauhan, sementara hutan lebat seolah memeluk Kota Labuan Bajo.

Dari viewpoint ini, pengunjung juga dapat melihat landasan pacu Bandara Komodo di arah utara. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan dapat bersantai di coffee shop yang tersedia di lokasi tersebut, mencicipi kopi arabika khas Manggarai dan kompiang, roti tradisional Manggarai yang lezat. Parapuar bukan hanya menawarkan pemandangan menakjubkan, tetapi juga pengalaman budaya dan kuliner yang autentik.

Oleh karena itu, dalam Rapat Sinkronisasi Penajaman Masterplan dan Rencana Strategi Bisnis Parapuar, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh perlu ada komitmen mendukung visi keberlanjutan Etno-Eco-Edu-Culture & Nature Conservation dalam pengembangan Kawasan Parapuar.

"Konsep Keberlanjutan adalah poin utama yang harus dimunculkan dan lebih dipertajam pada Masterplan dan Rencana Bisnis Parapuar, baik keberlanjutan dari segi budaya, kearifan lokal, lingkungan maupun korelasi ekonomi dan sosial yang berimplikasi secara teknis pada pengembangan. Artinya, Masterplan Parapuar mengusung KonsepEtno-Eco-Edu-Culture & Nature Conservation yang berbasis Pola Ruang Gendang One, Lingko Pe'ang. Selain itu, Langgem Arsitektur juga mesti menampilkan kekhasan lokal dalam bentuk bangunan maupun desain arsitektur sehingga dapat menciptakan ruang yang merefleksikan keindahan dan identitas budaya 11 Kabupaten Koordinatif secara umum maupun budaya Manggarai secara khusus" jelas Frans.

Filosofi “Gendang One Lingko Pe’ang” sendiri merupakan ruang hidup orang Manggarai yang mencerminkan kedalaman nilai-nilai warisan leluhur. Ruang ini secara umum mencakup lima bagian, yaitu Kampung (Beo Bate Elor/ Natas Bate Labar), Rumah Adat (Mbaru Bate Kaeng, Mbaru Gendang), Altar Persembahan (Compang Bate Takung), Kebun (Uma Bate Duat/ Lingko), dan Sumber Air (Wae Bate Teku). Kelima unsur ini merupakan suatu kesatuan yang memberi makna bagi seluruh kehidupan masyarakat Manggarai.

Lebih lanjut, terkait dengan Rencana Induk Kepariwisataan BPOLBF, Frans menekankan bahwa pengembangan Parapuar harus mampu memberi distribusi pertumbuhan ekonomi pada 11 Kabupaten Koordinatif BPOLBF yang meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sika, Lembata, Alor, Flores Timur, dan 2 kecamatan di Bima.

"Rencana Induk Kepariwisataan BPOLBF mesti memberikan concern terkait pengembangan pariwisata di 11 Kabupaten Koordinatif. Targetnya adalah pengembangan kawasan pariwisata Parapuar dan Labuan Bajo bisa memberikan distribusi ekonomi baik secara nasional maupun kedaerahan khususnya pada 11 Kabupaten Koordinatif BPOLBF" ungkap Frans.

Frans menyampaikan bahwa sebagai destinasi dengan basis alam dan budaya, Parapuar akan bergerak secara terukur ke quality tourism dan bukan mass tourism.

Baca Juga: Dua BUMN Kunjungi Pelindo Mau Contoh Pengelolaan Desa Wisata

"Positioning pengembangan Parapuar dari segi rencana pengembangan dan model bisnis harus memiliki karakter unik dan berdaya jual tinggi sehingga Parapuar dapat memberikan pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata yang sudah berkembang secara organik di Labuan Bajo Flores. Parapuar sebagai destinasi dengan basis alam dan budaya akan bergerak secara terukur ke quality tourism dan bukan mass tourism" tutup Frans.

Mendukung visi besar ini, beberapa catatan dalam rapat tersebut juga berkaitan dengan rencana jangka panjang, seperti sistem transportasi terpadu berbasis energi baru terbarukan guna menjadikan Kawasan Parapuar sebagai destinasi yang ramah lingkungan, pengaturan flow pengunjung dan carying capacity kawasan dengan sentralisasi parkir serta pengaturan visitor management untuk penerapan Do and Don'ts  bagi wisatawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI