Deretan Pernyataan Kontroversial Menkominfo: Belum Setahun Jabat, Kini Didesak Mundur Buntut PDN Diretas

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 28 Juni 2024 | 16:06 WIB
Deretan Pernyataan Kontroversial Menkominfo: Belum Setahun Jabat, Kini Didesak Mundur Buntut PDN Diretas
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi datang menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatikan (Menkominfo) Budi Arie Setiadi terus menjadi sorotan publik lantaran Pusat Data Nasional (PDN) diserang peretas beberapa waktu lalu.

PDN yang merupakan server milik negara itu berhasil dibobol sehingga jutaan data penting pemerintah pusat dan daerah terancam jatuh ke tangan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Budi Arie sendiri baru setahun menjabat sebagai Menkominfo. Ia dilantik pada 17 Juli 2023 lalu, menggantikan Johnny G Plate yang tersandung kasus korupsi.

Selama menjabat sebagai Menkominfo, Budi Arie beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang kontroversial., yang tak jarang memicu kecaman dari berbagai pihak.

Apa saja pernyataan kontroversial yang pernah dilontarkan Budi Arie? Berikut ulasannya

Sebut parpol kalah Pilpres 2024 akan masuk penjara

Tak lama setelah dilantik menjadi Menkominfo, beredar video Budi Arie di media sosial yang melontarkan pernyataan kontroversial. Dalam video itu ia menyebut, partai politik yang kalah dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 bisa masuk penjara.

“Mengapa (partai politik berhati-hati)? Karena kalau kalah, meleset, masuk penjara,” ujar Budi dalam video tersebut.

Video yang diunggah oleh warganet di X pada Selasa, 25 Juli 2023 itu langsung membuat sejumlah politikus dan partai politik geram. Di antaranya ada Adian Napitupulu dari PDI Perjuangan dan Kamhar Lakumani dari Partai Demokrat.

baca juga

Bantah dukung Ganjar Pranowo

Sebelum menjabat sebagai Menkominfo, Budi Arie merupakan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo).

Pada Oktober 2023 lalu, ketika ia sudah menjadi Menkominfo, Budi sempat membantah kalau para relawan mengarahkan dukungannya pada capres PDIP, Ganjar Pranowo.

Hal ini terkait adanya deklarasi dukungan yang mengatasnamakan Projo pada Ganjar. Dengan tegas ia mengatakan bahwa pihak yang menyatakan dukungannya pada Ganjar bukanlah anggotanya.

"(Projo) Enggak ada dua. Orang dia bukan anggota Projo, pakai nama Projo, kok pake sanksi sih, bagaimana sih? Dia bukan anggota kita," kata Budi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Minggu (15/10/2023).

Sebut perempuan lebih kejam di kasus polwan bakar suami

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Budi Arie memberikan tanggapannya mengenai kasus seorang Polwan yang membakar suaminya yang juga berprofesi sebagai polisi.

Kasus itu ternyata dipicu judi online. Sang istri geram karena suaminya kerap menghabiskan gajinya untuk bermain judi online.

Alih-alih mengucapkan pernyataan yang simpatik, Budi Arie malah memberikan pernyataan yang terkesan nyeleneh. Ia mengatakan, dalam kasus tersebut terbukti kalau perempuan bisa lebih kejam dari laki-laki.

“Ternyata perempuan itu lebih kejam dari lelaki yah,” ujarnya di hadapan anggota Komisi I DPR RI.

Pernyataan itu lantas mendapatkan beragam tanggapan menohok dari publik, termasuk di media sosial. Tak sedikit warganet yang menilai mantan Ketum Projo tersebut tidak memiliki kepekaan gender.

Ucap 'Alhamdulillah' saat PDN diretas

Usai Pusat Data Nasional (PDN) diretas, Menkominfo Budi Ari Setiadi masih bisa bersyukur dan mengucap ‘alhamdulillah’.

Ucapan syukur itu disampaikan dalam rapat antara Komisi I DPR, Kominfo dan BSSN di Gedung DPR RI, Kamis (27/6/2024) lalu. Budi bersyukur karena pelaku peretasan PDN bukan sebuah negara, melainkan individu dengan motif ekonomi.

Menurut dia, jika pelaku serangan pada PDN itu adalah negara, maka permasalahan yang dihadapi Indonesia sangat berat.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, lantas menyentil ucapan syukur Menkominfo itu. Alih-alih mengucap ‘alhamdulillah’, Sukamta menyebut, seharusnya Budi Arie mengucap ‘Innalillahi’.  

Didesak mundur dari jabatannya

Peretasan terhadap Pusat Data Nasional (PDN) berbuntut pada munculnya sejumlah desakan agar Budi Arie mundur dari jabatannya sebagai Menkominfo.

Desakan itu sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial dan sampai ke telinga Budi Arie. Ia lantas memberikan tanggapan.

"Ah no comment kalau itu, itu haknya masyarakat untuk bersuara," kata Budi Arie usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6).

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data Negara Bocor, BSSN Malah Unggah Konten Tips Hindari Ransomware Bikin Publik Geram

Data Negara Bocor, BSSN Malah Unggah Konten Tips Hindari Ransomware Bikin Publik Geram

Your Say | Jum'at, 28 Juni 2024 | 14:56 WIB

Sindiran Legislator PKS Ke Menkominfo Budi Arie Soal Peretasan PDN: Bukan Alhamdulillah Pak, Tapi Innalillahi

Sindiran Legislator PKS Ke Menkominfo Budi Arie Soal Peretasan PDN: Bukan Alhamdulillah Pak, Tapi Innalillahi

News | Jum'at, 28 Juni 2024 | 14:30 WIB

Menkominfo dan Kepala BSSN Sambangi Istana, Ngadu soal Peretasan PDN ke Jokowi?

Menkominfo dan Kepala BSSN Sambangi Istana, Ngadu soal Peretasan PDN ke Jokowi?

News | Jum'at, 28 Juni 2024 | 14:25 WIB

Apa Itu Ransomware? Lumpuhkan Server PDN hingga Serang Ratusan Data Instansi

Apa Itu Ransomware? Lumpuhkan Server PDN hingga Serang Ratusan Data Instansi

Lifestyle | Jum'at, 28 Juni 2024 | 12:05 WIB

Sentil Kominfo, BSSN Ungkap Hanya 2 Persen Data Cadangan yang Tersimpan di PDN

Sentil Kominfo, BSSN Ungkap Hanya 2 Persen Data Cadangan yang Tersimpan di PDN

Tekno | Jum'at, 28 Juni 2024 | 11:58 WIB

Terkini

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

×