Nasib Kurikulum Merdeka nampaknya baka kandas pada tahun ajaran mendatang. Pasalnya, mulai muncul sinyal yang kuat bahwa Mendikdasmen Abdul Mu'ti akan menggantinya dengan metode pembelajaran yang baru.
Kritik terhadap Kurikulum Merdeka juga sempat diutarakan oleh Jusuf Kalla (JK) yang menyoroti dampak metode ini terhadap rendahnya semangat kompetitif siswa.
Jusuf Kalla mengatakan bahwa penerapan kurikulum ini justru menghilangkan elemen kompetisi yang menurutnya penting untuk mendorong prestasi siswa.
“Kurikulum merdeka itu ndak cocok secara nasional. Bisa dilaksanakan terbatas satu sekolah, dua sekolah,” kata JK.
Menurut JK, sistem peringkat atau ranking yang sekarang hilang itu justru bagian dari proses yang membantu siswa berjuang mencapai kesuksesan.
"Apalagi hilangkan angka ranking-ranking. Ranking itu bagus untuk menjadi bagian daripada sukses sehingga dia bertarung untuk itu, untuk mendapatkan sukses nomor satu," ungkap Wakil Presiden ke-12 ini.
Ia menambahkan, "Pendidikan ini reward and punishment, kalau hanya semua reward tidak akan pernah terjadi disiplin".
Demikian ulasan mengenai apa itu Deep Learning, motode pembelajaran yang kabarnya akan menggantikan Kurikulum Merdeka pada tahun 2025 mendatang. Semoga informasi ini bermanfaat!
Kontributor : Ulil Azmi