Namun meski demikian, beberapa gereja Protestan juga mengadopsi kebiasaan mengadakan kebaktian Natal, menyanyikan lagu Natal, dan mengadakan acara sosial untuk merayakan kelahiran Yesus.
4. Penyambutan Santa Claus dan Tradisi Natal Lainnya
Dalam tradisi Katolik, Santa Claus atau Sinterklas mungkin lebih dipandang sebagai bagian dari tradisi budaya, tetapi tidak ada kaitannya langsung dengan ibadah agama. Fokus utama tetap pada kelahiran Yesus.
Sedangkan untuk beberapa denominasi Kristen mungkin lebih menekankan pada penghindaran komersialisasi dan budaya sekuler terkait Natal, dan lebih fokus pada makna spiritual kelahiran Yesus Kristus.
Namun, banyak juga gereja Kristen Protestan yang menerima figur Santa Claus atau sinterklas sebagai bagian dari perayaan budaya dan sosial, meskipun tidak menempatkannya pada pusat perayaan keagamaan.
5. Perbedaan dalam Kalender Perayaan
Gereja Katolik merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, tetapi beberapa tradisi Katolik juga memperingati masa Advent (masa penantian empat minggu sebelum Natal) dengan perayaan yang berfokus pada persiapan hati untuk menyambut kelahiran Yesus.
Sedangkan sebagian besar gereja Kristen, termasuk banyak denominasi Protestan, juga merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Namun, ada beberapa gereja yang menggunakan kalender liturgi yang sedikit berbeda. Contohnya, Gereja Ortodoks merayakan Natal pada 7 Januari.
6. Puasa atau Perayaan Natal
Beberapa tradisi umat Katolik mengajarkan puasa ringan atau pengendalian diri selama masa Advent (misalnya tidak makan daging pada hari Jumat), ini merupakan sebagai bagian dari persiapan rohani untuk perayaan Natal.
Sementar banyak gereja Kristen Protestan tidak memiliki praktik puasa atau pengendalian diri yang ketat selama masa Advent, meskipun ada juga yang merayakan Advent dengan merenung dan berdoa.
Demikian ulasan mengenai perbedaan Natal Kristen dan Katolik yang menarik untuk diketahui.
Kontributor : Ulil Azmi