“Kemudian, saya pernah narik becak sekitar enam bulan, bahkan saya sampai jadi pengurus paguyupan becak kota Yogjakarta,” imbuhnya.
Kisah masa lalu itu yang dikenang hingga saat ini, terutama ketika ia menjadi tukang becak. Sehingga, di pondok pesantrennya terdapat becak dengan maksud tidak melupakan sejarah hidupnya.
“Makanya kenapa di pondok ada becak, karena untuk mengingatkan saya pada masa lalu saya,” tegasnya.
Kontributor : Damayanti Kahyangan