Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam? Ini Pendapat Para Ulama

Husna Rahmayunita

Jum'at, 27 Desember 2024 | 14:19 WIB
Bolehkah Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam? Ini Pendapat Para Ulama
Kolase foto Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat. [Istimewa;ANTARA]

Suara.com - Tinggal menghitung hari lagi, tahun 2024 akan berakhir dan berganti dengan tahun selanjutnya, yakni 2025. Biasanya, tradisi masyarakat akan mengadakan perayaan di malam tahun baru.

Banyak dari mereka memilih untuk merayakan tahun baru bersama keluarga dan orang terkasih di rumah maupun di tempat indah lainnya.

Tak sedikit dari mereka menganggap perayaan malam tahun baru sebagai kegiatan wajib yang harus dilakukan. Dengan mengadakan perayaan tersebut, mereka berharap agar kehidupan di tahun selanjutnya akan berjalan lebih baik.

Namun, apakah perayaan malam tahun baru boleh dilakukan oleh umat islam? Bagaimana pandangan para ulama? Berikut penjelasannya.

Hukum Merayakan Tahun Baru Menurut Para Ulama:

Pendapat Ustaz A Zaein Misbaahuddin

Menurut Ustaz A Zaein Misbahuddin, merayakan tahun baru boleh dilakukan. Pendapatnya  tersebut didasari dengan pandangan Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya yang berjudul Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj.

Al-Haitami mengungkapkan bahwa tidak terdapat pandangan ulama mazhab Syafi'i mengenai ucapan selamat hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, ucapan selamat pergantian tahun, dan pergantian bulan, sehingga dapat disimpulkan bahwa hukumnya adalah mubah alias diperbolehkan.

"Sehingga menurut pendapatku, ucapan selamat tersebut hukumnya adalah mubah (diperbolehkan), bukan sunnah dan bukan pula bid’ah," tulis Ustadz Zaeni mengutip Al-Haitami.

baca juga

Buya Yahya

Buya Yahya (YouTube/Buya Yahya)
Buya Yahya (YouTube/Buya Yahya)

Buya Yahya tidak mempermasalahkan jika umat islam menggunakan kalender masehi atau kalender yang saat ini digunakan oleh hampir semua orang di muka bumi.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah hindari melakukan kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang kafir.

Bagi pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah tersebut, merayakan malam tahun baru masehi sebaiknya tidak dilakukan apalagi disertai dengan perbuatan maksiat.

"Apa yang dilakukan oleh umat Muslim saat itu? Berhura-hura, berfoya-foya dan yang banyak merayakan ini adalah orang di luar Islam sana karena bangga dengan tahun baru mereka. Kemaksiatan di dalamnya jadi yang kita hentikan adalah kebiasaan-kebiasaan jelek," ujar Buya Yahya.

Ustaz Abdul Somad (UAS)

Setali tiga uang dengan Buya Yahya, Ustaz Abdul Somad juga memperbolehkan umat islam menggunakan alat buatan nonmuslim termasuk kalender masehi.

Akan tetapi, dilarang keras bagi umat muslim mengikuti ritual maupun ibadah orang kafir. Termasuk dengan kegiatan hura-hura yang biasanya dilakukan di malam pergantian tahun baru.

"Tapi ketika sudah masuk dalam ritual, ibadah, meniup terompet, itu sudah masuk dalam ritual. Menyalakan lilin itu ritual, apalagi membuang waktu. Apalagi sampai membawa anak gadis orang bukan mahram," kata UAS.

UAS menambahkan, jika ingin merayakan tahun baru, maka sebaiknya dirayakan dengan beribadah di masjid.

Ustaz Khalid Basalamah

Ustaz Khalid Basalamah (Instagram/khalidbasalamahofficial)
Ustaz Khalid Basalamah (Instagram/khalidbasalamahofficial)

Bagi Ustaz Khalid Basalamah, umat muslim sebaiknya tidak ikut-ikutan merayakan pergantian tahun baru.

Menurutnya, tidak ada riwayat Nabi tentang perayaan tahun baru sehingga tidak harus dilakukan oleh umat muslim.

"Coba, ada yang punya riwayat satu aja, Nabi pernah merayakan malam tahun baru 1 Muharram, tidak pernah satu kalipun Nabi merayakan tahun baru Islam 1 Muharram, tidak pernah ada malam lebarannya," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat (UAH) [Youtube @adihidayatofficial]
Ustaz Adi Hidayat (UAH) [Youtube @adihidayatofficial]

Menurut Ustaz Adi Hidayat, setiap pergatian waktu termasuk tahun baru. Momen tersebut sangat penting sehingga diharapkan umat muslim introspeksi diri, meningkatkan amal kebaikan, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

UAH mengatakan jika sebaiknya tidak merayakan tahun baru dengan perbuatan yang sia-sia seperti kebanyakan orang lakukan.

"Daripada lakukan hal-hal yang tidak berguna, pesta pora, apalagi yang mengarah pada kemaksiatan, alangkah baiknya jika tahun baru diisi dengan mengoreksi diri. Koreksi diri dari yang salah, tinggalkan segala yang Allah larang, dan kembali kepada jalan kebaikan yang ditunjukkan dalam Al Quran dan Sunnah-sunnah Rasulullah SAW," paparnya dikutip dari laman pwmjateng.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cari Kembang Api di Denpasar? Ini Toko Legal dan Aman!

Cari Kembang Api di Denpasar? Ini Toko Legal dan Aman!

Lifestyle | Jum'at, 27 Desember 2024 | 13:42 WIB

45 Link Twibbon Malam Tahun Baru 2025, Sambut Tahun Baru dengan Gaya!

45 Link Twibbon Malam Tahun Baru 2025, Sambut Tahun Baru dengan Gaya!

Lifestyle | Jum'at, 27 Desember 2024 | 13:28 WIB

Rayakan Tahun Baru Tanpa Macet! Panduan Car Free Night Jakarta 2025

Rayakan Tahun Baru Tanpa Macet! Panduan Car Free Night Jakarta 2025

Lifestyle | Jum'at, 27 Desember 2024 | 12:01 WIB

Terkini

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Jas Hujan Warna Cerah atau Gelap, Mana yang Lebih Aman untuk Berkendara?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:03 WIB

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

A Suspicious Secondhand Shop: Ketika Barang Bekas Menyimpan Kisah Manusia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:00 WIB

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

×