Atasi Kelangkaan Air Bersih dengan Wakaf, Bagaimana Caranya?

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 03 Januari 2025 | 17:42 WIB
Atasi Kelangkaan Air Bersih dengan Wakaf, Bagaimana Caranya?
ilustrasi air [pexel]

Suara.com - Akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting untuk kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Namun, masih banyak wilayah di Indonesia yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Salah satu upaya yang efektif dan berkelanjutan adalah melalui program wakaf air bersih, yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat. Lalu apa itu wakaf air bersih dan manfaatnya bagi masyarakat?

1. Apa Itu Wakaf Air Bersih?

Wakaf air bersih adalah bentuk wakaf yang secara khusus digunakan untuk menyediakan sumber air bersih bagi komunitas yang membutuhkan. Melalui wakaf ini, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap air yang layak dan aman, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kegiatan ekonomi.

2. Mengapa Wakaf Air Bersih Sangat Penting?

  • Mengurangi Penyakit yang Disebabkan oleh Air Tidak Bersih: Banyak penyakit, seperti diare, kolera, dan tifus, disebabkan oleh konsumsi air yang tercemar. Dengan adanya akses ke air bersih, risiko terkena penyakit ini dapat berkurang secara signifikan, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
  • Mendukung Pendidikan: Banyak anak di daerah tanpa akses air bersih harus berjalan jauh untuk mendapatkan air. Hal ini mengganggu waktu mereka untuk belajar. Dengan adanya fasilitas air bersih, anak-anak dapat fokus pada pendidikan mereka.
  • Meningkatkan Produktivitas Ekonomi: Air bersih juga mendukung sektor pertanian dan usaha kecil yang membutuhkan air sebagai bagian dari proses produksi. Dengan wakaf air bersih, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas ekonomi, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka.

3. Manfaat Wakaf Air Bersih bagi Ekonomi Lokal

  • Meningkatkan Produktivitas Pertanian: Di beberapa daerah, air bersih juga dimanfaatkan untuk irigasi dan pertanian. Dengan adanya sumber air bersih yang terjangkau, petani di sekitar Kampung Babakan dapat meningkatkan produktivitas mereka, yang pada akhirnya mendukung ekonomi lokal.
  • Mengurangi Biaya Kesehatan: Dengan berkurangnya penyebaran penyakit, biaya yang harus dikeluarkan oleh warga untuk pengobatan juga menurun. Dana yang sebelumnya digunakan untuk pengobatan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih produktif, seperti pendidikan atau peningkatan ekonomi keluarga.
  • Menciptakan Lapangan Kerja dan Peluang Ekonomi Baru: Dalam pembangunan fasilitas wakaf ini, warga setempat turut dilibatkan, baik dalam tahap pembangunan maupun pemeliharaan, yang menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

4. Proyek Wakaf Sarana Air Bersih di Pedukuhan Gunung Kelir, Yogyakarta

Krisis air bersih menjadi salah satu tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Pedukuhan Gunung Kelir, Yogyakarta. Selama bertahun-tahun, warga di wilayah ini harus menghadapi kesulitan dalam mendapatkan akses air bersih. Namun, sebuah inisiatif wakaf berhasil mengubah keadaan tersebut, memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat.

Wakaf Air Bersih Gunung Kelir Yogyakarta. (Dok. BWA)
Wakaf Air Bersih Gunung Kelir Yogyakarta. (Dok. BWA)

Proyek wakaf sarana air bersih ini melibatkan pemasangan infrastruktur penting, seperti pipa HDPE sepanjang 3 kilometer, sumur bor dengan kedalaman 180 meter, dan bak tangkap air di sumber mata air. Upaya ini tidak hanya menyediakan air bersih untuk 50 kepala keluarga (sekitar 200 jiwa) di Pedukuhan Gunung Kelir, tetapi juga memastikan ketersediaan air untuk fasilitas umum.

baca juga

"Ini merupakan project wakaf sarana air bersih ke 57 yang telah direalisasikan oleh BWA. Kami berterimakasih kepada warga Pedukuhan Gunung Kelir karena telah bersedia menjadi lokasi project ke 57 wakaf sarana air bersih BWA," tutup Ustaz Heru Binawan dari BWA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rawan Kekeringan saat Kemarau, PTK Sediakan Sarana Air Bersih di Maumere

Rawan Kekeringan saat Kemarau, PTK Sediakan Sarana Air Bersih di Maumere

Bisnis | Sabtu, 28 Desember 2024 | 17:56 WIB

Ini Rincian Tarif Air Bersih PAM Jaya Tahun 2025, Kelompok Khusus Malah Turun Bila Berhemat

Ini Rincian Tarif Air Bersih PAM Jaya Tahun 2025, Kelompok Khusus Malah Turun Bila Berhemat

News | Jum'at, 27 Desember 2024 | 17:26 WIB

Legislator Pertanyakan PAM Jaya yang Mau Naikan Tarif, Tapi Tingkat Kebocoran Air Tinggi

Legislator Pertanyakan PAM Jaya yang Mau Naikan Tarif, Tapi Tingkat Kebocoran Air Tinggi

News | Sabtu, 21 Desember 2024 | 18:03 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×