Beyond Illumination, Peran Pencahayaan dalam Menampilkan Karya Seni dengan Optimal

Vania Rossa

Rabu, 26 Februari 2025 | 10:59 WIB
Beyond Illumination, Peran Pencahayaan dalam Menampilkan Karya Seni dengan Optimal
Pameran ‘Pada Satu Titik'. (Suara.com/Vania)

Suara.com - Pencahayaan memegang peranan krusial dalam dunia seni, khususnya dalam menampilkan karya seni. Lebih dari sekadar menerangi, pencahayaan yang tepat dapat mengubah persepsi, emosi, dan pengalaman penikmat seni terhadap sebuah karya. 

Apa saja peran penting dari pencahayaan dalam menampilkan karya seni? Salah satunya adalah menekankan detail dan tekstur. Pencahayaan yang baik dapat menonjolkan detail halus dan tekstur kaya dari sebuah karya seni. Misalnya, dalam lukisan, pencahayaan yang tepat dapat memperlihatkan sapuan kuas, gradasi warna, dan kedalaman tekstur. Atau dalam patung, pencahayaan dapat menciptakan bayangan dan sorotan yang menekankan bentuk tiga dimensi dan detail pahatan.

Selain itu, warna dan intensitas cahaya juga dapat memengaruhi suasana dan emosi yang ditimbulkan oleh sebuah karya seni. Cahaya hangat dapat menciptakan suasana nyaman dan intim, sementara cahaya dingin dapat memberikan kesan dramatis atau misterius.

General Manager Marketing in-Lite, Fransiska Darmawan, mengungkapkan pentingnya peran pencahayaan dalam menampilkan karya seni dengan optimal. 

“Karya seni umumnya diapresiasi secara visual, sehingga pencahayaan yang tepat membantu penikmatnya merasakan mood dan ambience dari karya tersebut secara lebih mendalam," katanya dalam pembukaan pameran bertajuk 'Pada Satu Titik', kolaborasi inLite dengan seniman Revoluta S, yang berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan (17/2/2025).

Menurut Fransiska, sebelum menentukan pencahayaan, seniman perlu memahami pesan yang ingin disampaikan melalui karyanya. Tak kalah penting, mereka juga harus mengenali jenis pencahayaan yang paling sesuai untuk membangun suasana dan menghadirkan kesan yang diinginkan. 

Pemilihan pencahayaan ini, menurut Fransiska, sebaiknya disesuaikan dengan tema, mood, medium, serta lokasi pameran, baik di dalam maupun luar ruang agar dapat mendukung pengalaman visual yang optimal bagi penikmatnya.

Sebagai contoh, pada karya dengan nuansa ceria, seniman dapat menggunakan general lighting dengan warna putih terang atau semu yang merata untuk menciptakan atmosfer positif. Pencahayaan jenis ini memberikan efek alami, sehingga mampu mempertahankan warna seperti aslinya. 

Selain itu, permainan bayangan dan sorotan pada detail tertentu dapat menonjolkan aspek emosional atau tematik dalam karya. Teknik ini mampu menghadirkan dimensi tambahan, memperkaya makna, dan memperdalam interpretasi visual yang sesuai dengan visi seniman. Kedua teknik inilah yang digunakan pada pameran ‘Pada Satu Titik’ oleh Revoluta S.

baca juga
Pameran ‘Pada Satu Titik'. (Suara.com/Vania)
Pameran ‘Pada Satu Titik'. (Suara.com/Vania)

Sebagai brand pencahayan besutan anak bangsa, in-Lite di usianya yang ke-11, memperluas visi #TerangIndonesia melalui konsep 'Beyond Illumination’.

Fransiska menjelaskan alasan di balik peralihan menuju konsep ‘Beyond Illumination’. 

“Jika sebelumnya kami berfokus pada inspirasi pencahayaan untuk bangunan, kini kami ingin turut memotivasi dan mendukung teman-teman seniman agar terus berkarya. Konsep ini merupakan bentuk komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memenuhi kebutuhan pencahayaan, tetapi juga ruang untuk ekspresi seni. Kami berharap in-Lite dapat membantu mereka menghadirkan showcase yang optimal, sehingga karya mereka dapat tampil menonjol dan mencapai level yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Sang seniman, Revoluta S, mengungkapkan bahwa seringkali seniman hanya berfokus pada proses mencipta karya dan melupakan hal penting setelahnya, yaitu cara menampilkan karya. 

"Padahal, penyajian yang tepat memungkinkan karya dinikmati secara optimal oleh penikmat seni," katanya saat ditemui di tempat yang sama.

"In-Lite membuat saya semakin memahami pentingnya pencahayaan dalam presentasi karya seni. Ternyata, pemilihan lampu, sudut pencahayaan, dan penataan memerlukan strategi khusus serta perencanaan yang matang,” katanya.

Dalam pameran ‘Pada Satu Titik’ kali ini, Revoluta S menggabungkan material logam yang dipadukan dengan permainan cahaya untuk menghadirkan kesan hidup sekaligus memperkaya ekspresi artistik karyanya. Pameran ini terbuka untuk pengunjung di lantai LG The Ritz-Carlton Mega Kuningan, mulai 17 Februari hingga 16 Maret 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kreativitas Tanpa Batas, Limitless Diramaikan 16 Seniman dari Berbagai Latar Belakang

Kreativitas Tanpa Batas, Limitless Diramaikan 16 Seniman dari Berbagai Latar Belakang

Lifestyle | Sabtu, 18 Januari 2025 | 10:10 WIB

Mengenal WiZ Lighting, Solusi Pencahayaan Cerdas untuk Setiap Ruangan

Mengenal WiZ Lighting, Solusi Pencahayaan Cerdas untuk Setiap Ruangan

Lifestyle | Selasa, 24 Desember 2024 | 17:27 WIB

Gagal Dipamerkan, Seniman Yos Suprapto Bawa Pulang Lukisannya ke Yogyakarta

Gagal Dipamerkan, Seniman Yos Suprapto Bawa Pulang Lukisannya ke Yogyakarta

Foto | Senin, 23 Desember 2024 | 20:13 WIB

Terkini

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

Wacana CFD 2 Hari Seminggu, Pramono Anung Mau Dengar Masukan Warga Dulu

News | Senin, 14 September 2026 | 12:07 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Meninggal

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 12:03 WIB

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

7 Cara Hemat Listrik dengan Kulkas 2 Pintu, Tagihan Terkendali Meski Dipakai Setiap Hari

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Kebakaran Landa Kebun Kelapa di Indragiri Hilir, Diduga Akibat Gambut Mengering

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:58 WIB

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

7 Pembersih Udara Terbaik untuk Alergi Debu, Efektif Saring Partikel Mikro Pakai HEPA Filter

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:56 WIB

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Masa Lalu Biksu Mesum di Thailand Dibongkar Polisi: Pernah Menikah dan Jadi Dukun

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 11:54 WIB

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Parfum Melati Viva Bagus dan Tahan Lama? Cek Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Apakah Serum PDRN DNA Salmon Bisa Membantu Meratakan Tekstur Bekas Jerawat Bopeng?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:52 WIB

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 11:48 WIB

×