Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk

Pebriansyah Ariefana

Senin, 14 September 2026 | 12:02 WIB
Singapura Masih Tersiksa Asap Kebakaran Hutan Kalimantan, Kualitas Udara Masih Buruk
Kualitas udara wilayah pusat Singapura memburuk hingga masuk kategori tidak sehat pada Jumat pagi. (CNA)
baca 10 detik
  • Indeks PSI di pusat Singapura melonjak ke angka 102, masuk kategori tidak sehat.

  • Kebakaran hutan di Sumatra Selatan dan Kalimantan menjadi pemicu utama datangnya asap.

  • NEA terus memantau dan mengeluarkan imbauan harian untuk mengantisipasi risiko kabut asap.

Suara.com - Kualitas udara di kawasan pusat Singapura resmi kembali menembus level tidak sehat pada Senin (14/9) siang. Lonjakan ini mengakhiri tren pemulihan kualitas udara yang sempat bertahan stabil selama 4 hari terakhir.

Tercatat pada pukul 12.00 waktu setempat, angka 24-hour Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah tengah melonjak hingga menyentuh 102. Sementara itu, empat wilayah geografis lainnya masih menunjukkan skala pemantauan yang bervariasi antara 79 hingga 91.

Pergerakan angka PSI ini mempertegas ancaman krisis udara lintas batas yang kembali mengintai kawasan perkotaan Singapura. Paparan partikel terpolusi kini mulai membelah tingkat kenyamanan aktivitas warga di area pusat bisnis dan sekitarnya.

Ilustrasi kebakaran hutan dan kabut asap. (Pexels/Eclipse Chasers)
Ilustrasi kebakaran hutan dan kabut asap. (Pexels/Eclipse Chasers)

Penurunan level udara segar ini memutus periode aman berdurasi empat hari yang sebelumnya mencatatkan angka PSI sedang. Dikutip dari CNA, perubahan drastis tersebut didorong oleh tingginya intensitas sebaran titik panas di wilayah tetangga.

Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) mengonfirmasi bahwa kepulan asap pekat masih terus terdeteksi dari titik kebakaran di Sumatra bagian selatan dan Kalimantan. Pantauan citra satelit menunjukkan bahaya laten yang sewaktu-waktu dapat bergeser menutupi ruang udara Singapura.

Meskipun hujan curah sedang diproyeksikan mengguyur Sumatra bagian tengah dan utara, kondisi kering ekstrem diprediksi tetap melanda Kalimantan serta Sumatra bagian selatan. Ketimpangan cuaca ini memperbesar risiko jatuhnya asap ke wilayah Singapura apabila titik api tidak segera padam.

Pihak otoritas memproyeksikan bahwa rentang 24-hour PSI untuk seluruh wilayah Singapura akan berada pada kisaran sedang hingga batas bawah level tidak sehat. Warga diminta tetap waspada terhadap pergerakan kualitas udara harian.

Lonjakan kualitas udara ke kategori tidak sehat di wilayah tengah Singapura ini merupakan kejadian berulang setelah insiden serupa pada 4 September lalu. Peristiwa awal September tersebut menjadi titik balik pertama kalinya udara Singapura masuk kategori tidak sehat sejak 2023.

Sebagai langkah antisipasi krisis, NEA secara resmi mengaktifkan kembali layanan informasi dan imbauan harian terkait kabut asap sejak malam pertama lonjakan terjadi. Skema pemantauan diperketat guna memitigasi dampak kesehatan masyarakat.

baca juga

Dalam sistem pengukuran standar setempat, rentang PSI antara 101 hingga 200 dikategorikan sebagai "tidak sehat". Adapun skala 201 hingga 300 masuk taraf "sangat tidak sehat", dan angka di atas 300 ditetapkan sebagai kondisi "berbahaya".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

News | Senin, 14 September 2026 | 11:29 WIB

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Terkini

Predictive Cyber Intelligence MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026

Predictive Cyber Intelligence MDI Ventures Sabet Indonesia Cyber Security Excellence Award 2026

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:01 WIB

Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting

Green Mothers' Club: Obsesi pada Anak Berprestasi dalam Standar Parenting

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:00 WIB

Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas

Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 11:59 WIB

Helm Proyek Biru Artinya Apa? Bukan Sekadar Pelindung, Ternyata Ini Jabatannya

Helm Proyek Biru Artinya Apa? Bukan Sekadar Pelindung, Ternyata Ini Jabatannya

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:58 WIB

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:57 WIB

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:54 WIB

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:46 WIB

×