- Filter HEPA pada air purifier efektif mengurangi paparan alergen debu di udara ruangan rumah.
- Berbagai merek seperti Sharp, Philips, dan Xiaomi menyediakan pilihan air purifier berfilter HEPA.
- Pengendalian alergi debu optimal memerlukan kombinasi pembersih udara dan pembersihan permukaan rumah secara rutin.
Suara.com - Alergi debu bisa membuat aktivitas di rumah menjadi tidak nyaman, terutama ketika gejalanya muncul setelah membersihkan kamar, mengganti sprei, atau berada di ruangan yang banyak menyimpan debu. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan alergen di udara adalah menggunakan air purifier atau pembersih udara dengan filter HEPA.
Namun, tidak semua air purifier memiliki kemampuan yang sama untuk membantu menyaring partikel pemicu alergi debu. Lantas, seperti apa pembersih udara yang cocok untuk penderita alergi debu?
Menurut US Environmental Protection Agency (EPA), filter HEPA secara teoritis mampu menghilangkan sedikitnya 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron dari udara yang melewatinya. Partikel yang dapat ditangkap antara lain debu, serbuk sari, jamur, dan bakteri.
Sementara itu, Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA) juga merekomendasikan penggunaan air cleaner dengan filter HEPA untuk membantu mengurangi alergen di udara. Namun, air purifier bukan satu-satunya cara mengendalikan alergi karena sebagian besar alergen debu juga menempel pada kasur, karpet, sofa, bantal, dan permukaan rumah.
Seperti apa pembersih udara untuk mengatasi alergi debu?
Jika tujuan utamanya membantu mengurangi paparan debu dan alergen, pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Pilih filter HEPA, karena filter ini dirancang untuk menangkap partikel berukuran sangat kecil.
- Perhatikan CADR dan luas ruangan, sehingga kemampuan alat sesuai dengan kamar atau ruangan yang digunakan.
- Gunakan pre-filter, terutama jika rumah banyak memiliki debu atau bulu hewan. Lapisan ini membantu menangkap partikel yang lebih besar sebelum udara masuk ke filter utama.
- Perhatikan karbon aktif jika juga ingin mengurangi bau, misalnya bau asap atau aktivitas memasak.
- Hindari perangkat yang menghasilkan ozon, terutama jika digunakan oleh orang yang sensitif terhadap saluran pernapasan. AAFA memperingatkan bahwa ozon dapat mengiritasi saluran pernapasan.
- Sesuaikan kapasitas dengan ukuran kamar. Air purifier portabel hanya membersihkan area terbatas, sehingga jangan mengandalkan satu perangkat kecil untuk seluruh rumah.
Berikut beberapa pilihan pembersih udara yang dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi debu dan alergen di dalam rumah.
1. Sharp Air Purifier with Plasmacluster FP-F30Y

Sharp FP-F30Y bisa menjadi pilihan untuk kamar berukuran relatif kecil hingga sedang. Berdasarkan spesifikasi resmi Sharp, perangkat ini memiliki HEPA filter, teknologi Plasmacluster High Density Ions 7000, serta cakupan hingga 21 m².
Daya maksimalnya tercatat 27 watt, sementara masa pakai filter disebut dapat mencapai hingga dua tahun, tergantung kondisi penggunaan.
Untuk penderita alergi debu, keberadaan HEPA filter menjadi salah satu pertimbangan utamanya.
Harga: sekitar Rp1,1 juta-Rp1,25 juta.
2. Philips Air Purifier 600i Series AC0650/10

Philips 600i Series AC0650/10 merupakan salah satu pilihan menarik untuk kamar tidur karena ukurannya relatif ringkas dan konsumsi dayanya rendah.
Produk ini menggunakan teknologi NanoProtect HEPA dan memiliki CADR hingga 170 m³/jam. Philips menyebut perangkat tersebut dapat membersihkan ruangan hingga 44 m² dan menyaring 99,97 persen partikel hingga ukuran 0,003 mikron. Partikel yang menjadi target termasuk debu, serbuk sari, PM2.5, bulu hewan, dan berbagai polutan lainnya.
Harga: sekitar Rp1,35 juta-Rp1,7 juta.