Aviary Park Indonesia Resmi Dibuka, Surga Konservasi Burung dan Kupu-Kupu di Tengah Kota

Husna Rahmayunita, Dinda Rachmawati

Rabu, 26 Februari 2025 | 20:45 WIB
Aviary Park Indonesia Resmi Dibuka, Surga Konservasi Burung dan Kupu-Kupu di Tengah Kota
Aviary Park Indonesia (Dok. Instagram Aviary Park)

Suara.com - Aviary Park Indonesia, sebuah destinasi wisata baru hadir bagi pecinta alam dan satwa. Berlokasi di Bintaro Creative District no. 15, tempat ini tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif dan penuh makna.  

Resmi dibuka pada Senin, 24 Februari 2025 oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antony, grand Opening ini menandai langkah besar dalam pelestarian satwa serta pengembangan ekowisata di Indonesia.

Dijelaskan President Direktur Aviary Park Indonesia, Michael Sumampau tempat wisata ini dirancang sebagai sanctuary bagi burung dan kupu-kupu, untuk memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi mereka berkembang biak. 

Salah satu langkah penting dalam konservasi ini adalah penanaman pohon Sorea Javanica, pohon endemik Jawa yang hampir punah.

Grand Opening Aviary Park Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan (Dok. Aviary Park Indonesia)
Grand Opening Aviary Park Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan (Dok. Aviary Park Indonesia)

Selain itu, burung-burung seperti Jalak, Kuao Raja, dan Merak serta kupu-kupu cantik akan dilepaskan ke habitat yang telah diciptakan khusus untuk mereka.

"Dengan konsep "paru-paru kota", Aviary Park telah menanam 10.000 pohon di dalam area konservasi ini. Pohon-pohon ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih hijau tetapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem di tengah perkotaan yang padat," kata dia dalam konferensi pers pada Senin (24/2/2025).

Lima Ekosistem Buatan yang Unik

Keunikan Aviary Park Indonesia, kata dia terletak pada kemampuannya menciptakan lima ekosistem berbeda yang menyerupai habitat asli satwa-satwa di dalamnya. Ekosistem tersebut meliputi:

1. Gurun – Kering dan minim air, menciptakan kondisi layaknya habitat asli burung gurun.

baca juga

2. Padang Rumput – Rumah bagi burung pemangsa seperti elang dan burung hantu.

3. Hutan – Tempat tinggal burung khas hutan tropis seperti kakatua raja dan tukan.

4. Rawa – Habitat yang lembap dan penuh vegetasi, cocok bagi burung air.

5. Danau Buatan – Dirancang untuk menciptakan ekosistem air tawar yang mendukung kehidupan berbagai satwa.

Grand Opening Aviary Park Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan (Suara.com/Dinda)
Grand Opening Aviary Park Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan (Suara.com/Dinda)

Menariknya, setelah ekosistem ini terbentuk, satwa yang tinggal di dalamnya mulai berkembang biak secara alami. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan yang diciptakan sangat cocok bagi mereka. 

"Dengan suasana yang aman dan bebas dari ancaman, satwa-satwa di Aviary Park menjadi lebih jinak dan nyaman hidup berdampingan dengan manusia," jelasnya lagi.

Pertunjukan Burung yang Spektakuler

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan burung dalam aksi, Aviary Park menawarkan dua pertunjukan burung yang tak boleh dilewatkan.

Di antaranya, pertunjukan Burung Padang Rumput yang enampilkan burung pemangsa seperti elang dan burung hantu dalam aksi berburu.

Serta pertunjukan Burung Hutan yang menampilkan burung eksotis dari berbagai negara, termasuk kakatua raja dan tukan, yang hidup di ekosistem mirip dengan habitat aslinya.

Edukasi Konservasi: Mengenal Satwa Lebih Dekat

Grand Opening Aviary Park Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan (Suara.com/Dinda)
Grand Opening Aviary Park Indonesia di Bintaro, Tangerang Selatan (Suara.com/Dinda)

Aviary Park Indonesia juga menjadi pusat edukasi tentang tiga jenis satwa utama yang hidup di dalamnya:

1. Burung – Dengan 80% spesies yang dilindungi, pengunjung dapat mempelajari upaya konservasi burung langka seperti Jalak Bali.

2. Kupu-kupu – Beragam spesies kupu-kupu cantik seperti Troides Helena, Papilio Peranthus, dan Cethosea Penthesil dapat diamati langsung di habitatnya.

3. Arthropoda – Termasuk spesies kupu-kupu raksasa Attacus Atlas atau yang dikenal sebagai kupu-kupu Raja.

Dengan latar belakang sebagai lembaga konservasi, Aviary Park Indonesia mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melindungi satwa langka dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Konservasi: Gajah dan Harimau Sumatera Terancam di Aceh

Krisis Konservasi: Gajah dan Harimau Sumatera Terancam di Aceh

Liks | Rabu, 26 Februari 2025 | 15:03 WIB

Menapaki Rumah Singgah Tuan Kadi, Warisan Sejarah di Tepian Sungai Siak

Menapaki Rumah Singgah Tuan Kadi, Warisan Sejarah di Tepian Sungai Siak

Your Say | Selasa, 25 Februari 2025 | 11:34 WIB

Air Terjun Janji, Objek Wisata Gratis dengan Panorama Alam Indah di Sumut

Air Terjun Janji, Objek Wisata Gratis dengan Panorama Alam Indah di Sumut

Your Say | Selasa, 25 Februari 2025 | 07:45 WIB

Terkini

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 07:49 WIB

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 07:47 WIB

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 07:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

×