Perjalanan Sritex: Pernah Bikin Seragam Tentara NATO, Kini Pailit sampai PHK Ribuan Karyawan

Husna Rahmayunita, Elvariza Opita

Senin, 03 Maret 2025 | 11:15 WIB
Perjalanan Sritex: Pernah Bikin Seragam Tentara NATO, Kini Pailit sampai PHK Ribuan Karyawan
Buruh mengendarai sepeda keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/10/2024). Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang menyatakan perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex dinyatakan pailit, hal tersebut tercantum dalam putusan dengan nomor perkara 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Semarang. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/aww

Suara.com - PT Sri Rejeki Isman Tbk., atau yang dikenal juga sebagai Sritex resmi mengakhiri operasional pabrik mereka pada 1 Maret 2025.

Hal ini membuat ribuan pegawai Sritex diberhentikan. Momen pemberhentian ini pun menjadi viral di media sosial karena suasana haru saat Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto berbaur dengan para karyawannya.

Padahal Sritex merupakan perusahaan tekstil berskala besar yang telah mengukir banyak pencapaian sejak didirikan pada tahun 1960-an. Lalu seperti apa perjalanan Sritex hingga berakhir pailit pada Maret 2025?

Bermula dari Pasar Klewer

Sejumlah masyarakat berlalu-lalang di kawasan Pasar Klewer, Solo. Pasar batik terbesar di Asia Tenggara itu segera menjalani program vaksinasi Covid-19. [Suara.com/ R Augustino]
Sejumlah masyarakat berlalu-lalang di kawasan Pasar Klewer, Solo. Pasar batik terbesar di Asia Tenggara itu segera menjalani program vaksinasi Covid-19. [Suara.com/ R Augustino]

Bisnis ini pertama kali didirikan oleh Haji Muhammad (HM) Lukminto, pebisnis berdarah Tionghoa yang sebenarnya terlahir dengan nama Ie Djie Shien di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur pada 1 Juni 1946.

Di usianya yang ke-20 tahun alias pada tahun 1966, HM Lukminto mengawali kariernya dengan berdagang di Pasar Klewer Solo.

Laba dagangan ini dimanfaatkan oleh HM Lukminto untuk membangun pabrik tekstil bernama UD Sri Rejeki Isman di Sukoharjo, Jawa Tengah. Pabrik ini menghasilkan dua produk, yakni kain putih dan berwarna.

Pabrik Berkembang Lebih Besar

Penyebab Sritex Terancam Bangkrut (Instagram/sritexindonesia)
Penyebab Sritex Terancam Bangkrut (Instagram/sritexindonesia)

Skala bisnis perusahaan HM Lukminto semakin berkembang, hingga pada tahun 1978, perusahaan ini terdaftar di Kementerian Perdagangan sebagai Perseroan Terbatas (PT).

baca juga

Lalu pada tahun 1982, Sritex pertama kali mendirikan perusahaan tenun (weaving). Sepuluh tahun setelahnya, dilakukan ekspansi pabrik Sritex dengan 4 lini produksi, yaitu pemintalan (spinning), penenunan (weaving), sentuhan akhir (finishing), dan busana (garment), dalam satu atap.

Go International dengan Memproduksi Seragam NATO

Sritex (YouTube/Halo Sritex)
Sritex (YouTube/Halo Sritex)

Sritex terus mengembangkan jangkauan produknya, termasuk menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan tentara Jerman setelah menerima sertifikat dari organisasi terkait. Hingga kini, Sritex sudah membuat pakaian militer untuk lebih dari 33 negara.

Bisnis Bertahan Melewati Banyak Naik dan Turun

Ribuan buruh PT Sritex Tbk saat mengikuti Istighosah Akbar dan mimbar terbuka. [Suara.com/Ari Welianto]
Ribuan buruh PT Sritex Tbk saat mengikuti Istighosah Akbar dan mimbar terbuka. [Suara.com/Ari Welianto]

Berdiri sejak tahun 1968, Sritex melewati sejumlah situasi. Seperti pada tahun 2001, Sritex dinyatakan berhasil melewati krisis moneter 1998, bahkan melipatgandakan pertumbuhannya sampai 8 kali lipat.

Sritex juga berhasil bersaing secara global, hingga pada tahun 2013, perusahaan ini resmi terdaftar sahamnya di BEI dengan kode emiten SRIL.

Sejak itu, Sritex dan jajaran direksinya tak henti menerima penghargaan. Seperti Iwan Lukminto yang menerima penghargaan sebagai Businessman of The Year dari Majalah Forbes dan EY Enterpreneur of The Year dari Ernst & Young (2014).

Sritex juga menerima beberapa penghargaan MURI sebagai Pelopor dan Penyelenggaraan Penciptaan Investor Saham Terbesar dalam Perusahaan (2015) sampai Best Performance Listed Companies dari Majalah Investor (2016).

Laba perseroan pada tahun 2012 Sritex menyentuh angka Rp229 miliar. Pencapaian ini mengalami peningkatan sebanyak Rp68 miliar daripada tahun sebelumnya.

Sayangnya kali ini Sritex tak bisa melewati badai hingga dinyatakan pailit dan berujung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ribuan karyawannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Mewek, Lagu yang Dinyanyikan Bos Sritex dan Karyawan usai PHK Massal

Bikin Mewek, Lagu yang Dinyanyikan Bos Sritex dan Karyawan usai PHK Massal

Lifestyle | Senin, 03 Maret 2025 | 10:23 WIB

AS Makin Dekat Tinggalkan NATO, Perang Rusia-Ukraina Makin Panas?

AS Makin Dekat Tinggalkan NATO, Perang Rusia-Ukraina Makin Panas?

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 10:12 WIB

Heboh! Elon Musk Serukan AS Keluar dari NATO dan PBB

Heboh! Elon Musk Serukan AS Keluar dari NATO dan PBB

News | Senin, 03 Maret 2025 | 08:43 WIB

Terkini

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

×