Tragedi Puncak Carstensz Renggut 2 Nyawa: Kesaksian Indira Alaika Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem

Yasinta Rahmawati, Dinda Rachmawati

Senin, 03 Maret 2025 | 11:46 WIB
Tragedi Puncak Carstensz Renggut 2 Nyawa: Kesaksian Indira Alaika Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem
Proses evakuasi pendaki di Puncak Carstensz. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Perjalanan menaklukkan puncak tertinggi Indonesia, Carstensz Pyramid, berujung duka. Cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut menyebabkan dua pendaki, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono, meninggal dunia akibat hipotermia.

Sementara itu, tiga pendaki lainnya, Indira Alaika, Alvin Reggy, dan Saroni, terjebak semalaman di ketinggian sebelum akhirnya diselamatkan tim evakuasi.

Indira Alaika, salah satu pendaki yang selamat, membagikan kronologi mengenai detik-detik mencekam saat cuaca buruk melanda melalui Instagram Storynya pada Minggu (2/3/2025).

"Berikut kronologi Insiden kejadian 5 Pendaki WNI Puncak Carstensz Pyramid (3 Pendaki Selamat dan 2 Pendaki Meninggal Dunia) akibat cuaca yang sangat buruk (hujan salju, hujan deras dan angin kencang sehingga menyebabkan hypotermia)," tulisnya seperti Suara.com kutip pada Senin (3/3/2025).

Dituliskan Indira, rombongan berangkat dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju Base Camp Yellow Valley Carstensz Pyramid dengan menggunakan Helikopter.

Pada Jumat, 28 Februari 2025, pukul 04.00 WIT, rombongan pendaki yang terdiri dari lima orang guide, tujuh WNI, enam WNA, dan dua pendaki dari Taman Nasional Lorentz memulai perjalanan summit attack dari Base Camp Yellow Valley. 

Sebelum pendakian, tim telah melakukan aklimatisasi selama dua hari untuk menyesuaikan diri dengan kondisi ketinggian. Setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh tantangan, rombongan akhirnya mencapai Puncak Cartenz Pyramid. 

Perjalanan Turun yang Berubah Menjadi Bencana

Saat perjalanan turun, bencana terjadi. Hujan salju, hujan deras, dan angin kencang melanda jalur pendakian. Temperatur turun drastis, membuat tubuh para pendaki menggigil dan kehilangan tenaga.

baca juga

Tim mulai terpecah. Indira, Alvin, dan Saroni terjebak di Summit Ridge, sementara Lilie dan Elsa berada di Teras Dua dalam kondisi yang semakin memburuk akibat hipotermia.

Di tengah kondisi darurat, Nurhuda, salah satu guide WNI, berhasil mencapai Base Camp dalam keadaan hipotermia dan meminta bantuan evakuasi. Upaya penyelamatan segera dilakukan, meskipun cuaca buruk terus menghambat tim rescue.

Pada malam hari, Yustinus Sondegau (guide lokal) mencoba naik ke Summit Ridge untuk memberikan pertolongan kepada Indira dan rekan-rekannya. Namun, badai semakin parah, memaksanya untuk kembali turun.

"Tetapi upaya tersebut terhenti di teras besar karena cuaca semakin memburuk dan pada perjalanan turun Yustinus bertemu dengan Luddy dan mendampingi Luddy hingga ke Base Camp," tulisnya.

Sementara itu, Guide Nepal, Dawa Gyalje Sherpa, berusaha mencapai Teras Dua untuk membantu Lilie dan Elsa. Sayangnya, ketika ditemukan, keduanya telah meninggal dunia akibat hipotermia.

Sementara seorang guide bernama Huda kembali naik untuk mencoba menolong Indira, Alvin dan Saroni yang berada di Summit Ridge. Namun saat itu, ia tidak sanggup lagi meneruskan ke titik posisi di mana tiga pendaki berada.

Pada Sabtu, 1 Maret 2025, Menurut Indira, langkah berikutnya dibentuk dua tim penyelamat. Tim 1 terdiri dari atas tiga pemandu international, yaitu Garret Madison, Tashi Sherpa, dan Ben Jones. 

Kelompok ini berusaha mendaki kembali untuk menyelamatkan Indira, Alvin, dan Saroni di Summit Ridge. Adapun Tim 2 terdiri dari dokter Adnan dan Meidi berjalan dengan tujuan menjemput Lilie dan Elsa di Teras II.

Tim I berhasil menjemput Indira, Alvin, dan Saroni. Ketiga pemandu asing itu lantas melayangkan kabar ke base camp bahwa ketiga orang masih hidup tapi dalam posisi kritis. 

"Tim rescue memberikan pertolongan pertama dan menormalisasi (tiga pendaki) dengan mengganti pakaian, memberikan isotonik, makanan, serta obat-obatan," ucap Indira.

Setelah proses evakuasi yang dramatis, Indira dan dua rekannya berhasil turun ke Base Camp Yellow Valley dalam kondisi kritis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selamat dari Tragedi Puncak Carstensz, Fiersa Besari Segera Pulang ke Bandung

Selamat dari Tragedi Puncak Carstensz, Fiersa Besari Segera Pulang ke Bandung

Entertainment | Senin, 03 Maret 2025 | 10:24 WIB

Masih Syok Ada Pendaki Tewas di Cartenz Pyramid, Fiersa Besari: Kondisi Kami Alhamdulillah Stabil

Masih Syok Ada Pendaki Tewas di Cartenz Pyramid, Fiersa Besari: Kondisi Kami Alhamdulillah Stabil

News | Senin, 03 Maret 2025 | 10:13 WIB

Pendakian Terakhir Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono: Persahabatan yang Berakhir di Puncak Tertinggi Indonesia

Pendakian Terakhir Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono: Persahabatan yang Berakhir di Puncak Tertinggi Indonesia

Lifestyle | Senin, 03 Maret 2025 | 10:46 WIB

Terkini

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:55 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bakal Baku Tumbuk di Liga Champions, Pelatih Keturunan Indonesia: Gaya Main Como Mirip Barcelona

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Mendagri Minta Pemda Perkuat Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

Febrie Adriansyah Siap Kembali Mengabdi ke Penegakan Jika Divonis Tak Bersalah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan jadi Tanda Peradaban Kita Belum Akil Balig

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×