Rahasia Kelam Puncak: Dari Pelarian Wabah Maut Hingga Surga Wisata

Farah Nabilla

Sabtu, 08 Maret 2025 | 07:30 WIB
Rahasia Kelam Puncak: Dari Pelarian Wabah Maut Hingga Surga Wisata
Antrean kendaraan memasuki kawasan wisata Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/10/2022). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Suara.com - Puncak Bogor sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Udara sejuk, pemandangan hijau, serta suasana yang tenang menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Seiring waktu, fungsi Puncak bertransformasi dari tempat pengobatan menjadi lokasi liburan yang dikenal hingga kini. Pemandangan hijau perkebunan teh, udara segar, serta banyaknya vila dan hotel menjadikan Puncak sebagai destinasi healing yang populer.

Namun, perkembangan yang pesat juga membawa dampak lingkungan, termasuk kemacetan dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Salah satu kasus terbaru adalah pembangunan objek wisata Hibisc Fantasy Puncak yang dinilai menyalahi aturan karena sebagian besar bangunannya belum memiliki izin lengkap.

Namun di samping masalah tata kelola lahan, tahukah kamu bahwa sejarah Puncak tidak lepas dari wabah penyakit yang pernah melanda Batavia?

Pelarian dari Wabah Penyakit

Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan bahwa pada tahun 1730-an, Batavia dilanda wabah penyakit yang dikenal sebagai "demam maut" atau "mati mendadak."

Penyakit ini menyebabkan banyak korban jiwa, terutama di kalangan penduduk Eropa yang tinggal di kota tersebut. Akibatnya, kaum elite kolonial mencari tempat dengan udara lebih sehat untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal G.W. Baron van Imhoff membangun rumah peristirahatan di Kampung Baru, Bogor—kini dikenal sebagai Istana Bogor. Ia juga mengembangkan area pertanian serta fasilitas pengobatan alternatif seperti spa dan pemandian air panas di kawasan yang kemudian menjadi Puncak.

Jalan Daendels dan Perkebunan Teh

baca juga

Puncak semakin berkembang setelah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels membangun Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) pada awal abad ke-19. Jalur ini menghubungkan Anyer hingga Panarukan dan melewati kawasan Puncak, membuat akses ke daerah ini semakin mudah.

Pada tahun 1817, Kebun Raya Bogor didirikan sebagai pusat penelitian botani, yang kemudian diikuti oleh pendirian Kebun Raya Cibodas di Puncak. Di tahun 1910, kawasan ini semakin berkembang dengan dibukanya perkebunan teh, menjadikannya semakin menarik sebagai tempat wisata dan peristirahatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Bikin Banjir, Hibisc Fantasy Puncak Dibongkar

Diduga Bikin Banjir, Hibisc Fantasy Puncak Dibongkar

Foto | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:51 WIB

Fakta Mengenai Tempat Wisata Hibisc Fantasy Puncak, Dibongkar Dedi Mulyadi padahal Baru Dibuka

Fakta Mengenai Tempat Wisata Hibisc Fantasy Puncak, Dibongkar Dedi Mulyadi padahal Baru Dibuka

Lifestyle | Kamis, 06 Maret 2025 | 20:45 WIB

Usai Banjir Rendam Jabodetabek, Menteri hingga Bupati 'Keroyokan' Segel Tempat Wisata di Puncak

Usai Banjir Rendam Jabodetabek, Menteri hingga Bupati 'Keroyokan' Segel Tempat Wisata di Puncak

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 18:14 WIB

Misteri Asal-Usul Parung: Dari Jurang Sansekerta Hingga Sungai Sunda Kuno?

Misteri Asal-Usul Parung: Dari Jurang Sansekerta Hingga Sungai Sunda Kuno?

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 18:10 WIB

Operation Finale: Thriller, Heist, Sejarah, dan Representasi Holocaust

Operation Finale: Thriller, Heist, Sejarah, dan Representasi Holocaust

Your Say | Kamis, 06 Maret 2025 | 17:00 WIB

Terkini

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

×