Klarifikasi Pihak BBTN Bromo Tengger Semeru Soal Pelarangan Drone, Ada Kaitan dengan Ladang Ganja?

Agatha Vidya Nariswari, Dinda Rachmawati

Rabu, 19 Maret 2025 | 11:55 WIB
Klarifikasi Pihak BBTN Bromo Tengger Semeru Soal Pelarangan Drone, Ada Kaitan dengan Ladang Ganja?
Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Pelarangan Penerbangan Drone (TikTok)

Suara.com - Gunung Bromo dan Semeru kembali menjadi sorotan publik, bukan karena keindahannya, melainkan karena temuan ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Berita ini semakin ramai diperbincangkan setelah pihak TNBTS mengumumkan penutupan sementara aktivitas wisata selama lima hari, dari 28 Maret hingga 1 April 2025.

Spekulasi liar pun bermunculan. Banyak netizen yang menduga bahwa penutupan ini ada kaitannya dengan skandal ladang ganja yang viral di media sosial. 

Tak hanya itu, kebijakan ketat mengenai penerbangan drone di kawasan TNBTS juga menjadi sasaran kecurigaan, seolah-olah aturan tersebut dibuat untuk menutupi sesuatu.

"Yang melarang nerbangin drone & minta membayar patut diduga tahu," tulis akun @mur**** di media sosial.

Ada juga yang mengaitkan kebijakan ini dengan dugaan skenario tersembunyi.

"Dilarang drone: takut ketahuan. Wajib pemandu: takut nyasar ke ladang. Tutup sementara: masa panen. Perbaikan: masa tanam. Orang hilang: salah jalan masuk ladang," tulis akun @jan****.

Menanggapi berbagai tuduhan dan spekulasi yang beredar, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) akhirnya memberikan klarifikasi resmi di akun Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. 

Kronologi Penemuan Ladang Ganja

Kapala BBTN Bromo Tengger Semeru, Rudjianta Tjahja Nugraha menegaskan bahwa kasus penemuan ladang ganja ini merupakan pengembangan dari penyelidikan psikotropika yang sudah ditangani oleh Polres Lumajang sejak September 2024.

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan empat tersangka yang diduga terlibat dalam penanaman ganja di dalam kawasan taman nasional. Dengan kata lain, kasus ini sudah berada dalam ranah hukum dan sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Lokasi Ladang Ganja Tidak Berada di Area Wisata

Salah satu spekulasi yang beredar adalah dugaan bahwa ladang ganja ini tersembunyi di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru atau kawasan wisata Gunung Bromo.

Namun, BBTN Bromo Tengger Semeru membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa lokasi ladang ganja sebenarnya berada lebih dari 11 kilometer dari jalur wisata utama, baik di Gunung Bromo maupun Gunung Semeru. 

Dengan demikian, para wisatawan yang berkunjung ke TNBTS tidak akan menemukan atau bersinggungan dengan area tersebut.

Larangan Drone: Bukan untuk Menutupi Ladang Ganja

Salah satu isu yang paling ramai dibicarakan adalah larangan penggunaan drone di kawasan Gunung Bromo dan Semeru. 

Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Pelarangan Penerbangan Drone (TikTok)
Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Pelarangan Penerbangan Drone (TikTok)

Banyak netizen berspekulasi bahwa aturan ini diberlakukan untuk menghalangi siapa pun yang ingin mengungkap keberadaan ladang ganja dari udara.

Menanggapi hal ini, BBTN Bromo Tengger Semeru menjelaskan bahwa larangan penerbangan drone di kawasan Gunung Semeru sudah diterapkan sejak tahun 2019. 

Larangan ini dibuat untuk alasan keselamatan pengunjung serta untuk menghormati kearifan lokal masyarakat Suku Tengger, yang menganggap beberapa area sebagai tempat sakral.

"Pelarangan penggunaan drone ini dimaksudkan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan juga pengaturan pelarangan lokasi pengambilan drone dilakukan pada tempat-tempat sakral bagi masyarakat Suku Tengger," kata dia.

Selain itu, aturan pemungutan biaya izin drone juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024, yang diterapkan sejak Oktober 2024. Aturan ini tidak hanya berlaku di Bromo dan Semeru, tetapi di seluruh kawasan konservasi di Indonesia.

Kewajiban Pemandu Pendakian Semeru: Bukan untuk Mengontrol Akses

Kebijakan lain yang menjadi perbincangan adalah kewajiban menyewa pemandu bagi para pendaki Gunung Semeru. Beberapa netizen menduga aturan ini dibuat agar pendaki tidak tersesat ke ladang ganja.

Namun, BBTN Bromo Tengger Semeru menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pendaki serta memberdayakan masyarakat lokal. 

Pemandu tidak hanya membantu navigasi, tetapi juga memberikan edukasi mengenai ekosistem dan budaya di kawasan taman nasional.

Penutupan Pendakian Semeru: Rutinitas Tahunan

Netizen semakin curiga setelah muncul pengumuman bahwa pendakian Gunung Semeru akan ditutup sementara. Beberapa orang menduga bahwa penutupan ini adalah strategi untuk "mengamankan" ladang ganja yang baru ditemukan.

Namun, BBTN Bromo Tengger Semeru menegaskan bahwa penutupan pendakian Gunung Semeru adalah kebijakan yang rutin dilakukan setiap tahun, biasanya antara Januari hingga Maret.

Alasan utama dari penutupan ini adalah faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi di periode tersebut membuat jalur pendakian menjadi lebih berbahaya, sehingga demi keselamatan pendaki, jalur harus ditutup sementara.

"Biasanya penutupan ini dilakukan dari mulai bulan Januari hingga Maret. Dan ini juga berlaku di lokasi pendakian-pendakian gunung yang berada di kawasan konservasi lainnya," pungkasnya.

BBTN Bromo Tengger Semeru menegaskan bahwa kebijakan yang mereka terapkan di TNBTS memiliki dasar yang jelas dan tidak berkaitan dengan skandal ladang ganja.

Penutupan pendakian, larangan penggunaan drone, serta kewajiban menyewa pemandu semuanya bertujuan untuk menjaga keselamatan, kelestarian alam, dan menghormati budaya lokal.

Sementara itu, kasus ladang ganja sepenuhnya berada dalam proses hukum, dan lokasi penemuan jauh dari area wisata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Larangan Penerbangan Drone

Viral 59 Titik Ladang Ganja di Gunung Bromo, Netizen Kaitkan dengan Larangan Penerbangan Drone

Lifestyle | Rabu, 19 Maret 2025 | 11:07 WIB

Lagi Jadi Omongan, Segini Tarif Terbangkan Drone di Kawasan Gunung Bromo

Lagi Jadi Omongan, Segini Tarif Terbangkan Drone di Kawasan Gunung Bromo

Lifestyle | Selasa, 18 Maret 2025 | 14:42 WIB

Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa Dibongkar! Polda Metro Sita 34 Kg Ganja di Jakarta

Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa Dibongkar! Polda Metro Sita 34 Kg Ganja di Jakarta

News | Minggu, 16 Maret 2025 | 19:22 WIB

Usai Disindir Nicky Tirta, Tasyi Athasyia Klaim Tak Menjatuhkan UMKM Demi Keuntungan Pribadi

Usai Disindir Nicky Tirta, Tasyi Athasyia Klaim Tak Menjatuhkan UMKM Demi Keuntungan Pribadi

Lifestyle | Minggu, 09 Maret 2025 | 17:45 WIB

Rocky Gerung Samakan 'Bayar Bayar Bayar' dengan 'Hidup Jokowi': Penyanyi Klarifikasi, Presiden Gimana?

Rocky Gerung Samakan 'Bayar Bayar Bayar' dengan 'Hidup Jokowi': Penyanyi Klarifikasi, Presiden Gimana?

Tekno | Jum'at, 28 Februari 2025 | 07:54 WIB

Agensi Olivia Marsh Klarifikasi Tuduhan Plagiarisme Lagu Backseat

Agensi Olivia Marsh Klarifikasi Tuduhan Plagiarisme Lagu Backseat

Your Say | Kamis, 27 Februari 2025 | 17:41 WIB

Terkini

5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik

5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:05 WIB

5 Shio yang Menarik Keberuntungan 3 Juli 2026, Hari Penuh Peluang Baru

5 Shio yang Menarik Keberuntungan 3 Juli 2026, Hari Penuh Peluang Baru

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:10 WIB

5 Sheet Mask dengan Kandungan PDRN Agar Kulit Kencang dan Bebas Keriput

5 Sheet Mask dengan Kandungan PDRN Agar Kulit Kencang dan Bebas Keriput

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:41 WIB

Pakar Beri Peringatan Soal Tren Sunscreen di Media Sosial

Pakar Beri Peringatan Soal Tren Sunscreen di Media Sosial

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:15 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung pada 3 Juli 2026, Rezeki Datang hingga Peluang Karier Terbuka

5 Zodiak Paling Beruntung pada 3 Juli 2026, Rezeki Datang hingga Peluang Karier Terbuka

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Tak Hanya Oud, Wewangian Khas Dubai Kini Tawarkan Aroma Manis hingga Floral yang Digemari Anak Muda

Tak Hanya Oud, Wewangian Khas Dubai Kini Tawarkan Aroma Manis hingga Floral yang Digemari Anak Muda

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

10 Manfaat Lidah Buaya untuk Wajah Kamu, Atasi Jerawat hingga Eksim

10 Manfaat Lidah Buaya untuk Wajah Kamu, Atasi Jerawat hingga Eksim

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apa Saja Parfum yang Ada di Alfamart? Ini 6 Pilihan dengan Wangi Elegan dan Segar

Apa Saja Parfum yang Ada di Alfamart? Ini 6 Pilihan dengan Wangi Elegan dan Segar

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:27 WIB

Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes

Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:24 WIB

6 Moisturizer di Indomaret untuk Kulit Kering, Mulai Rp39 Ribuan

6 Moisturizer di Indomaret untuk Kulit Kering, Mulai Rp39 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×