11. Momen Idul Fitri seharusnya aku rayakan bersama ayah dan ibu. Namun kini kita telah sipisahkan, meski begitu aku yakin ini jalan terbaik dari Allah. Semoga kita kelak dapat merayakan Idul Fitri di surga. Selamat hari ray Idul Fitri ayah ibu!
12. Selamat lebaran buat ayah ibu ku yang sekarang di surga. Semoga engkau diberi tempat terbaik di sana.
13. Ayah ibu, meski aku tidak bisa sungkem dan memeluk kalian sekarang namun untaian doa ini semoga bisa meringankan hisab kalian di sana. Semoga Allah mengmpuni dan merahmati kalian. Selamat Idul Fitri ayah ibu!
14. Bu, kini momen Idul Fitri terasa berbeda tanpamu. Meski berat, namun akan ku hadapi semuanya demi kebahagianmu di sana. Semoga Allah mempetemukan kita kembali ya bu. Selamat Idul fitri ibu.
15. Minal Aidzin Wal Faidzin ayah ibu, semoga engkau tenang di surga sana. Maafkan segala kesalahan dan kehilafanku.
16. Idul fitri kali ini terasa berbeda tanpa kehadiran ayah di tengah-tengah keluarga ini. Ayah semoga engkau tenang di sana. Selamat hari raya Idul Fitri Ayah!
17. Menjalani lebaran tanpan kehadiran ayah ibu sangatlah berat. Hanya untaian doa yang bisa ku panjatkan. Semoga kalian tenang di sisi-Nya. Selamat lebaran ayah ibu.
18. Tak ada yang lebih ngangenin dari pada opor masakan ibu. Sayang aku tidak bisa memakannya lagi. Semoga ibu tenang ya di sana. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H bu!
19. Ayah ibu, aku sangat merindukan kalian. Aku rindu memeluk kalian. Aku rindu sungkem dengan kalian setiap lebaran tiba.
20. Idul Fitri kesekian tanpa kehadiran ayah ibu di sini. Dan perasaan ini tidak pernah berubah, masih tetap merindukan mereka. Selamat Idul Fitri ayah ibu.
21. Meski aku sudah tidak bisa memeluk kalian, namun semoga doa-doaku dapat melindungimu di hari raya Idul Fitri ini. Selamat lebaran ayah ibu.
22. Ayah ibu lebaran kali ini kita sudah tidak lagi bis berjumpa. Namun semoga Allah memberikan rahmatnya dengan mengampuni dosa-dosa kalian.
23. Selamat hari raya Idul Fitri 2025 ayah ibu. Aku merindukan kalian.
24. Ayah, ibu, tanpamu di sini rasanya sangat berbeda. Aku merindukan senyuman, serta canda tawa kalian. Ibu dan ayah, selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah!
25. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Ayah ibu, kepergianmu membuatku mengerti bahwa rindu yang paling menyakitkan adalah rindu kepada orang yang telah tiada.
26. Ayah, Ibu, tanpa mu di sini rasanya sangat berbeda. Hari-hari yang kujalani terasa berat, namun aku berusaha lebih baik setiap harinya. Ibu dan Ayah, Selamat Idul Fitri 2025.
27. Selamat Idul Fitri 1446 H. Ayah Ibu, rindu ini hanyalah sementara. Semoga kelak kita kembali dipersatukan dalam ikatan keluarga.
28. Terima kasih ayah dan ibuku yang sudah bahagia di sana. Aku berharap, aku bisa menjadi manusia yang lebih baik sepertimu, ayah dan ibuku. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H!
29. Saat terindah adalah bisa berkumpul dan bercanda tawa dengan ayah dan ibu. Namun, kini aku hanya bisa bertemu dengan ayah dan ibu melalui untaian doa dan mimpi, di hari kemenangan ini berbahagialah di sana ayah dan ibuku.
30. Ya Allah berikanlah ampunan kepada diriku, ibu dan ayahku di surga tepat di hari yang fitri ini.
31. Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku dan tempatkan mereka di antara kasih-Mu. Tabahkan hatiku melewati lebaran tahun ini tanpa mereka.
32. Aku berharap jika ayah dan ivu dapat mendengarku, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukan kehadiranmu. Selamat hari raya idul fitri ayah ibu.
33. Ya Allah, haramkan wajah ibuku dan ayahku dari api neraka. Karuniakan buat mereka surga tanpa hisab. Selamat lebaran ayah ibu!
34. Ibu telah meninggalkan kami kenangan indah, cintamu masih menjadi panduan kami. Meski kami tidak dapat melihatmu, ibu akan selalu berada di sisi kami. Selamat hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah!
35. Hari demi hari langit menjadi terlihat lebih indah. Tahukah kamu mengapa demikian? Karena sekarang orang tuaku hidup di sana. Mereka adalah penghuni di langit sekarang. Selamat Idul Fitri 1456 Hijriah ayah ibu!
Itulah 35 ucapan Idul Fitri untuk orang tua yang sudah meninggal. Semoga dengan ucapan ini, doa kita terkabul. Waallahu alam.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari