suara mereka

Tak Jadi Penghalang, Ini Tips Perempuan Haid dan Nifas Raih Kemuliaan Lailatul Qadar

Eko Faizin Suara.Com
Senin, 24 Maret 2025 | 10:05 WIB
Tak Jadi Penghalang, Ini Tips Perempuan Haid dan Nifas Raih Kemuliaan Lailatul Qadar
Tak Jadi Penghalang, Ini Tips Perempuan Haid dan Nifas Raih Kemuliaan Lailatul Qadar. [Pexels]

Suara.com - Semua umat Islam berlomba-lomba meraih Lailatul Qadar, malam istimewa yang diyakini setara dengan seribu bulan.

Malam Lailatul Qadar terjadi pada akhir Ramadan, yakni 10 malam terakhir bulan penuh berkah tersebut. Tak hanya kaum pria, kalangan perempuan juga ingin mendapat keberkahan Lailatul Qadar.

Namun, sering muncul pertanyaan, bagaimana dengan wanita yang sedang haid atau nifas. Apakah bisa turut meraih malam Lailatul Qadar?

Bagi perempuan, kondisi haid dan nifas menjadi penghalang untuk melaksanakan salat dan puasa.

Namun, pintu ibadah lain masih bisa dilakukan. Bahkan perempuan haid dan nifas, Lailatul Qadar tetap menjadi harapan yang terbuka lebar.

Mengutip laman muhammadiyah.or.id, seorang ulama terkemuka bernama Adh-Dhahhak pernah ditanya oleh Juwaibir tentang peluang perempuan haid, nifas, musafir hingga orang yang tertidur untuk meraih Lailatul Qadar.

Dalam jawabannya yang dikutip oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Latha’iful Ma’arif, ia berkata:

“Jubair berkata, aku bertanya kepada Adh-Dhahhak: bagaimana pendapatmu tentang perempuan nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur, apakah mereka mendapat bagian dari Lailatul Qadar? Ia menjawab: ya, setiap orang yang amalnya diterima Allah akan diberi bagian dari Lailatul Qadar.”

Pernyataan ini menjadi angin segar. Lailatul Qadar bukanlah eksklusif bagi mereka yang bisa salat atau beriktikaf di masjid.

Baca Juga: Mencari Lailatul Qadar: Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Keberkahan malam itu bergantung pada penerimaan amal oleh Allah, bukan semata pada jenis ibadah tertentu. Perempuan haid dan nifas memang tidak dapat melaksanakan salat atau puasa, tetapi pintu ibadah lain tetap terbuka luas.

Berikut beberapa amalan yang bisa dikejar untuk menyambut malam mulia itu.

Perbanyak istighfar

Menghidupkan malam 10 hari terakhir Ramadan adalah sunah untuk mengejar Lailatul Qadar, demikian Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu.

Salah satu caranya adalah dengan istighfar, terutama pada waktu sahur. Di antara bacaan yang dianjurkan adalah Sayyidul Istighfar:

“Ya Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI