Tren Es Krim di Era Gen Z: Inovasi, Media Sosial, dan Maskot Lucu

Agatha Vidya Nariswari, Dinda Rachmawati

Selasa, 25 Maret 2025 | 14:35 WIB
Tren Es Krim di Era Gen Z: Inovasi, Media Sosial, dan Maskot Lucu
Bagaimana Merek Es Krim Memenangkan Hati Gen Z di Era Digital? (Dok. Aice)

Suara.com - Es krim bukan sekadar camilan manis yang menyegarkan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi Generasi Z. Dengan karakteristik yang dinamis, kreatif, dan selalu mencari pengalaman baru, Gen Z memiliki pengaruh besar terhadap tren konsumsi es krim saat ini.

Es krim bukan sekadar camilan manis yang menyegarkan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi Generasi Z. Dengan karakteristik yang dinamis, kreatif, dan selalu mencari pengalaman baru, Gen Z memiliki pengaruh besar terhadap tren konsumsi es krim saat ini.

Tingkat konsumsi es krim di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa pada periode 2013-2018, konsumsi es krim di Indonesia mencapai 0,63 liter per orang per tahun. 
Angka ini meningkat menjadi 0,7 liter per orang per tahun pada 2019 dan naik lagi menjadi 0,73 liter pada 2020. Meski angka ini masih jauh dibandingkan dengan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat atau Jepang, tren konsumsi yang terus meningkat menunjukkan bahwa es krim semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah perubahan pola konsumsi di kalangan anak muda, khususnya Generasi Z. Generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 ini memiliki karakteristik unik dalam memilih produk makanan dan minuman, termasuk es krim.
Gen Z: Penggerak Tren Es Krim di Indonesia
Berdasarkan survei Key Trends in Ice Cream in APAC dari Euromonitor International (Februari 2025), sebanyak 38% konsumen di Asia Pasifik dikategorikan sebagai Experience Seekers. Mereka lebih tertarik mencoba pengalaman baru, seperti rasa es krim dengan cita rasa lokal dan tekstur unik.
Fenomena ini sejalan dengan strategi berbagai merek es krim, termasuk Aice, yang terus berinovasi menghadirkan produk-produk sesuai dengan tren pasar. Misalnya, Aice menghadirkan varian es krim berbasis jajanan tradisional, seperti Aice Mochi Klepon, yang menggabungkan nostalgia rasa masa lalu dengan kemasan dan konsep yang modern.
Menurut Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group, strategi ini berhasil menarik perhatian konsumen muda. “Kami tidak sekadar menjual es krim, tetapi juga mengarsipkan nostalgia sekaligus mempromosikan kekinian,” ungkapnya.
Media Sosial dan Micro-Influencer sebagai Penggerak Konsumsi
Salah satu alasan mengapa es krim semakin populer di kalangan Gen Z adalah peran media sosial dan konten kreator dalam mempromosikan produk. 
Generasi ini lebih percaya pada rekomendasi dari micro-influencer di platform seperti TikTok dan Instagram dibandingkan dengan iklan konvensional. Konten berupa review, unboxing, hingga tantangan mencicipi rasa-rasa unik telah menjadi bagian dari strategi pemasaran yang efektif.  Aice, misalnya, memanfaatkan kampanye berbasis komunitas dan kolaborasi dengan influencer lokal untuk meningkatkan keterikatan mereknya dengan Gen Z.
“Kami melihat bahwa Gen Z bukan hanya pembeli, tetapi juga agen budaya yang memperkenalkan es krim Indonesia ke kancah global,” tambah Sylvana.
Hal inilah yang membuat Aice kembali mendapatkan penghargaan untuk kategori Es Krim pada ajang tahun kesepuluh Indonesia WOW Brand Award 2025. 
Acara yang diselenggarakan Rabu (26/2/2025) lalu tersebut, makin menegaskan posisi Aice sebagai pemimpin industri es krim yang memiliki hubungan loyal bersama konsumennya di Indonesia, khususnya kalangan Generasi Z.
Maskot dan Personifikasi Merek: Membangun Koneksi Emosional
Selain inovasi produk dan pemasaran digital, penggunaan maskot juga terbukti menjadi strategi efektif dalam menarik perhatian Gen Z. Maskot dengan desain yang lucu dan kekinian, seperti Aice Mochi Baby, memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen muda.
Bahkan, dalam ajang Piala Dunia Qatar, Aice memanfaatkan maskot dengan busana adat Indonesia untuk memperkenalkan budaya lokal ke kancah internasional. Hal ini menunjukkan bahwa es krim tidak lagi sekadar produk makanan, tetapi juga alat komunikasi budaya yang mampu membangun kebanggaan nasional.
Penelitian Formosa Journal of Applied Sciences tahun ini juga menunjukkan bahwa personifikasi merek melalui maskot memiliki dampak positif terhadap keterlibatan iklan dan niat beli konsumen. Dengan kata lain, maskot bukan hanya elemen dekoratif, tetapi juga strategi pemasaran yang efektif dalam membangun hubungan emosional dengan pelanggan.

Tingkat konsumsi es krim di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa pada periode 2013-2018, konsumsi es krim di Indonesia mencapai 0,63 liter per orang per tahun. 

Angka ini meningkat menjadi 0,7 liter per orang per tahun pada 2019 dan naik lagi menjadi 0,73 liter pada 2020. Meski angka ini masih jauh dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Jepang, tren konsumsi yang terus meningkat menunjukkan bahwa es krim semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah perubahan pola konsumsi di kalangan anak muda, khususnya Generasi Z. Generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 ini memiliki karakteristik unik dalam memilih produk makanan dan minuman, termasuk es krim.

Gen Z: Penggerak Tren Es Krim di Indonesia

Berdasarkan survei Key Trends in Ice Cream in APAC dari Euromonitor International (Februari 2025), sebanyak 38% konsumen di Asia Pasifik dikategorikan sebagai Experience Seekers. Mereka lebih tertarik mencoba pengalaman baru, seperti rasa es krim dengan cita rasa lokal dan tekstur unik.

Fenomena ini sejalan dengan strategi berbagai merek es krim, yang terus berinovasi menghadirkan produk-produk sesuai dengan tren pasar.

Misalnya, Aice menghadirkan varian es krim berbasis jajanan tradisional, seperti Aice Mochi Klepon, yang menggabungkan nostalgia rasa masa lalu dengan kemasan dan konsep yang modern.

baca juga

Menurut Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group, strategi ini berhasil menarik perhatian konsumen muda. “Kami tidak sekadar menjual es krim, tetapi juga mengarsipkan nostalgia sekaligus mempromosikan kekinian,” ungkapnya.

Media Sosial dan Micro-Influencer sebagai Penggerak Konsumsi

Salah satu alasan mengapa es krim semakin populer di kalangan Gen Z adalah peran media sosial dan konten kreator dalam mempromosikan produk. 

Generasi ini lebih percaya pada rekomendasi dari micro-influencer di platform seperti TikTok dan Instagram dibandingkan dengan iklan konvensional. Konten berupa review, unboxing, hingga tantangan mencicipi rasa-rasa unik telah menjadi bagian dari strategi pemasaran yang efektif. 

Aice, misalnya, memanfaatkan kampanye berbasis komunitas dan kolaborasi dengan influencer lokal untuk meningkatkan keterikatan mereknya dengan Gen Z.

“Kami melihat bahwa Gen Z bukan hanya pembeli, tetapi juga agen budaya yang memperkenalkan es krim Indonesia ke kancah global,” tambah Sylvana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bye-bye Shimmer, 6 Tren Baju Lebaran 2025 Viral di TikTok Bisa Jadi Pilihan!

Bye-bye Shimmer, 6 Tren Baju Lebaran 2025 Viral di TikTok Bisa Jadi Pilihan!

Lifestyle | Senin, 24 Maret 2025 | 13:10 WIB

Menikmati Libur Lebaran dengan Spiritual Holiday: Tren Baru yang Bermakna bagi Gen Z

Menikmati Libur Lebaran dengan Spiritual Holiday: Tren Baru yang Bermakna bagi Gen Z

Lifestyle | Senin, 24 Maret 2025 | 13:18 WIB

Anies Baswedan Ikut Tren Velocity, Warganet Gregetan: Kenapa Jogetnya Nggak Dari Dulu

Anies Baswedan Ikut Tren Velocity, Warganet Gregetan: Kenapa Jogetnya Nggak Dari Dulu

Tekno | Senin, 24 Maret 2025 | 07:37 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×