Berdasarkan ayat tersebut, para ulama menjelaskan bahwa satu bulan puasa Ramadhan dikalikan sepuluh sama dengan sepuluh bulan, ditambah enam hari puasa Syawal yang dikalikan sepuluh sama dengan dua bulan, sehingga totalnya menjadi dua belas bulan atau setara dengan satu tahun penuh.
Tata Cara dan Niat Puasa Syawal
Tata cara pelaksanaan puasa Syawal sama seperti puasa lainnya, yaitu dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Berikut adalah niat puasa Syawal yang dibaca pada malam hari sebelum berpuasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwali lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."
Jika seseorang lupa membaca niat pada malam hari, ia masih diperbolehkan berniat pada siang harinya sebelum waktu zawal (tergelincirnya matahari), dengan niat berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatisy Syawwali lillâhi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Syawal
Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
1. Penyempurna Puasa Ramadan
Puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna puasa Ramadan di mana dengan melaksanakannya, seseorang mendapatkan tambahan amal ibadah yang menyempurnakan ketakwaannya.
2. Menyempurnakan Pahala Puasa
Keutamaan puasa Syawal adalah menyempurnakan pahala puasa menjadi setara dengan puasa selama satu tahun penuh, sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW.
3. Wujud Syukur kepada Allah
Puasa Syawal merupakan bentuk syukur atas berbagai anugerah yang diberikan Allah selama bulan Ramadan, seperti ampunan dan pahala yang berlipat ganda. Rasa syukur ini diwujudkan dengan melanjutkan amal ibadah di bulan Syawal.
4. Menjaga Konsistensi Ibadah
Melaksanakan puasa Syawal menjadi tanda bahwa ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan tidak terputus. Semangat beribadah yang telah terbentuk selama Ramadan hendaknya terus dipertahankan di bulan-bulan berikutnya agar menjadi kebiasaan yang baik.
Demikianlah informasi terkait kapan boleh mulai puasa Syawal, termasuk tata cara dan niatnya. Bagi Anda yang ingin melaksanakannya, sudah bisa dimulai sejak hari ini ya.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas