Desainer Hebat Tak Cuma Inovatif, Tapi Juga Melekat pada Akar Budaya

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 14 April 2025 | 12:41 WIB
Desainer Hebat Tak Cuma Inovatif, Tapi Juga Melekat pada Akar Budaya
Immersion Trip BINUS University ke Pekalongan. (dok. BINUS University)

Suara.com - Dalam dunia desain yang serba cepat dan terus berubah, kata inovatif sering dijadikan tolok ukur utama. Desainer dituntut untuk menciptakan sesuatu yang baru, segar, dan berbeda. Namun, di balik gempuran tren global dan teknologi canggih, ada satu elemen yang sering terlupakan — pemahaman dan keterhubungan dengan budaya lokal.

Padahal, desainer yang hebat bukan hanya mereka yang mampu membuat karya yang “wah”, tapi juga yang mampu menyuarakan identitas dan nilai-nilai lokal lewat setiap garis dan warna yang mereka pilih.

Berkomimen untuk melahirkan talenta muda yang mampu menjembatani nilai-nilai kultural dengan tren global di tengah perkembangan industri fashion yang semakin dinamis, BINUS University melalui Fashion Program mengadakan kegiatan Immersion Trip ke berbagai daerah di Indonesia.

Tahun ini, perjalanan budaya tersebut dilaksanakan di Pekalongan, kota yang dikenal sebagai sentra batik dan warisan tekstil tradisional Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan Fashion Program BINUS University yang sebelumnya telah menjelajahi Gorontalo, Makassar, Lombok, Tasikmalaya, dan Sumatera Barat.

Selama tiga hari, para mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah batik melalui kunjungan ke Museum Batik Pekalongan, tetapi juga terlibat langsung dalam workshop membatik, mengembangkan motif batik mereka sendiri, serta berdiskusi dengan pengrajin lokal.

Mereka juga mengunjungi Studio Sejauh Mata Memandang, menyaksikan proses produksi fesyen yang mengedepankan isu keberlanjutan, melakukan sightseeing ke Kampung Kauman, menjelajahi Pantai Sigandu, hingga berinteraksi dan berbelanja bahan langsung dari pengrajin batik lokal.

Kegiatan ini sejalan dengan visi BINUS University dalam “fostering and empowering the society”. Tidak hanya memperkuat kecintaan mahasiswa terhadap budaya Indonesia, program ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata tentang kolaborasi lintas sektor—antara akademisi, pelaku UMKM, dan artisan—yang merupakan bagian penting dalam industri fashion tanah air.

Budaya lokal bukan sekadar ornamen atau motif estetika. Ia adalah cerita, sejarah, dan identitas. Ketika seorang desainer menyelami akar budayanya, ia tidak hanya menciptakan produk — tapi juga membangun narasi yang bermakna.

Contohnya, batik bukan hanya kain bermotif, tapi sebuah warisan yang merekam filosofi hidup masyarakat Nusantara. Desainer yang mampu mengangkat nilai-nilai itu ke dalam karya modern, tanpa kehilangan jiwanya, berart ia sedang menjalankan peran penting sebagai penjaga warisan budaya.

Seperti dikatakan Dicky Maryoga Hutadjulu, S.Sos., M.M, salah satu dosen Fashion Program yang mendampingi mahasiswa dalam perjalanan ini, "Kami tidak hanya mengajak mahasiswa belajar tentang batik, tapi juga mengajak mereka merasakan langsung konteks sosial dan budaya di balik setiap karya. Ini adalah bentuk pembelajaran imersif yang menanamkan nilai, membangun empati, dan memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya bangsa."

BINUS University percaya bahwa inisiatif semacam ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi industri fashion Indonesia sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif nasional, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus membawa nilai budaya nusantara ke kancah global.

Nantinya, karya-karya terpilih dari proyek ini, akan ditampilkan dalam catwalk show, memberikan mahasiswa panggung untuk menunjukkan hasil eksplorasi kreatif mereka secara profesional.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi desainer yang sensitif terhadap nilai budaya, tetapi juga diharapkan dapat menjadi entrepreneur muda yang mampu mengembangkan lini fashion berbasis lokal dengan pendekatan kontemporer. Karena desainer hebat adalah mereka yang bukan hanya mampu menciptakan bentuk-bentuk baru, tapi juga menjembatani masa lalu dan masa depan lewat desain yang bermakna. Di tengah globalisasi, justru kedalaman pemahaman terhadap budaya lokal yang bisa menjadi pembeda utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Budaya Qatar yang Bikin Kamu Jatuh Cinta saat Berwisata Selain Berbelanja

4 Budaya Qatar yang Bikin Kamu Jatuh Cinta saat Berwisata Selain Berbelanja

Lifestyle | Senin, 14 April 2025 | 11:13 WIB

Tren Kacamata dari Masa ke Masa: Nostalgia, Futuristik, Hingga Gaya Korea Kekinian

Tren Kacamata dari Masa ke Masa: Nostalgia, Futuristik, Hingga Gaya Korea Kekinian

Lifestyle | Jum'at, 11 April 2025 | 16:36 WIB

Gigi Hadid Buktikan Flip-Flop Bisa Sekelas Fashion Week

Gigi Hadid Buktikan Flip-Flop Bisa Sekelas Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 11 April 2025 | 08:44 WIB

Terkini

Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern

Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 22:46 WIB

Sensasi Gelas Beku -86 Derajat Celsius hingga Rasa Okinawa, Ini Cara BeanStar Coffee Ubah Tren Ngopi

Sensasi Gelas Beku -86 Derajat Celsius hingga Rasa Okinawa, Ini Cara BeanStar Coffee Ubah Tren Ngopi

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 21:23 WIB

Micellar Water dan Cleansing Oil Bagus Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Bersihkan Makeup

Micellar Water dan Cleansing Oil Bagus Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Bersihkan Makeup

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 20:42 WIB

5 Mesin Cuci 2 Tabung Low Watt Kapasitas Besar, Harga Termurah Pas Buat Bed Cover

5 Mesin Cuci 2 Tabung Low Watt Kapasitas Besar, Harga Termurah Pas Buat Bed Cover

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 20:30 WIB

5 Rekomendasi Serum Wardah untuk Kulit Cerah Merata dan Skin Barrier Kuat

5 Rekomendasi Serum Wardah untuk Kulit Cerah Merata dan Skin Barrier Kuat

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 20:03 WIB

5 Shio Paling Hoki 22 April 2026, Panen Rezeki Tak Terduga

5 Shio Paling Hoki 22 April 2026, Panen Rezeki Tak Terduga

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 19:50 WIB

5 Opsi AC Portable 1/2 Pk untuk Persiapan El Nino, Ada yang Dijual 2 Jutaan

5 Opsi AC Portable 1/2 Pk untuk Persiapan El Nino, Ada yang Dijual 2 Jutaan

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 19:23 WIB

Berapa Harga Sepeda Fixie? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Paling Hemat Budget

Berapa Harga Sepeda Fixie? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Paling Hemat Budget

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 19:06 WIB

Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Kartini Masa Kini: Aksi Nyata Prilly Untuk Lingkungan Berkelanjutan

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 19:00 WIB

Olahraga di Sore Hari Jam Berapa? Ini Rentang Waktu yang Paling Ideal

Olahraga di Sore Hari Jam Berapa? Ini Rentang Waktu yang Paling Ideal

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 17:43 WIB