GEF SGP Gandeng Supa Surya Niaga, Perkuat Komoditas Berkelanjutan dan Ekonomi Petani

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 18 April 2025 | 12:11 WIB
GEF SGP Gandeng Supa Surya Niaga, Perkuat Komoditas Berkelanjutan dan Ekonomi Petani
GEF SGP Gandeng Supa Surya Niaga, Perkuat Komoditas Berkelanjutan dan Ekonomi Petani. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Supa Surya Niaga, perusahaan pengolahan hasil pertanian yang berkomitmen pada prinsip ekonomi sirkular. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak berlangsung di Kantor PT Supa Surya Niaga, Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (15/4/2025).

Kerja sama ini menandai langkah penting dalam memperkuat rantai nilai komoditas rempah Indonesia, tidak hanya untuk memenuhi standar pasar domestik dan internasional, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan para petani.

GEF SGP Gandeng Supa Surya Niaga, Perkuat Komoditas Berkelanjutan dan Ekonomi Petani. (Dok. Istimewa)
GEF SGP Gandeng Supa Surya Niaga, Perkuat Komoditas Berkelanjutan dan Ekonomi Petani. (Dok. Istimewa)

Melalui kemitraan ini, GEF SGP dan Supa Surya Niaga berkomitmen untuk mensukseskan exit strategy program GEF SGP di tingkat komunitas. Tujuannya adalah memastikan proyek-proyek yang telah dirintis bersama petani tetap berkelanjutan, terutama dengan meningkatkan kapasitas produksi mereka melalui adopsi praktik pertanian berkelanjutan dan pemenuhan standar keamanan pangan global.

Dalam sambutannya, Sidi, perwakilan GEF SGP Indonesia, menyampaikan optimismenya terhadap kerja sama ini. “Kami melihat Supa Surya Niaga sebagai mitra strategis yang memiliki visi yang sejalan dalam mendorong ekonomi hijau dan inklusif. Kerja sama ini bukan hanya tentang kualitas produk, tapi juga tentang menciptakan sistem yang adil bagi petani—di mana mereka tidak hanya sebagai pemasok bahan mentah, tapi sebagai pelaku utama dalam rantai pasok yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi petani saat ini adalah rendahnya nilai tambah dari hasil panen, terbatasnya akses ke pasar, serta minimnya dukungan terhadap penerapan standar pertanian modern dan ramah lingkungan. Kemitraan ini diharapkan bisa menjadi jembatan untuk mengatasi hambatan tersebut.

Sementara itu, Kris Supa, pemilik PT Supa Surya Niaga, menekankan pentingnya sinergi antara nilai ekonomi dan kelestarian lingkungan. “Kami percaya bahwa komoditas rempah Indonesia, jika diproduksi secara bertanggung jawab dan organik, punya potensi luar biasa di pasar global. Tapi itu hanya mungkin terjadi jika kita membangun ekosistem yang mendukung petani untuk menerapkan praktik yang berkelanjutan,” jelasnya.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah implementasi standar keamanan pangan internasional FSSC 22000. Standar ini mencakup seluruh rantai produksi pangan, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan produk yang dihasilkan aman, higienis, dan sesuai dengan regulasi global. Petani akan mendapatkan pelatihan intensif terkait standar ini, serta pendampingan teknis agar mampu menerapkannya di lapangan.

Petani yang berhasil memenuhi standar tersebut akan memiliki peluang besar untuk menjadi pemasok tetap PT Supa Surya Niaga, yang akan menangani pengolahan dan distribusi ke pasar dalam dan luar negeri. Dengan sistem ini, petani tidak hanya memperoleh harga yang lebih baik, tetapi juga akses ke pasar yang lebih luas dan stabil.

Tak hanya berhenti pada aspek keamanan pangan, kerja sama ini juga mendorong petani untuk memperoleh sertifikasi hijau seperti Sertifikasi Organik dan Fairtrade. Sertifikasi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh proses produksi dilakukan dengan prinsip keadilan sosial, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan petani.

baca juga

Dengan pendekatan ini, GEF SGP dan Supa Surya Niaga berharap dapat menciptakan model kemitraan yang bisa direplikasi di wilayah lain—menghubungkan petani, pelaku usaha, dan konsumen dalam satu ekosistem yang adil dan berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu contoh nyata dari kolaborasi multipihak yang efektif dalam mengatasi tantangan struktural di sektor pertanian, sekaligus menangkap peluang besar pasar global komoditas rempah yang diprediksi mencapai USD 8,4 miliar pada tahun 2028.

Dengan pengelolaan yang tepat, komoditas rempah Indonesia dapat menjadi sumber daya strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaungkan Ekonomi Umat, Sekjen JATMA Aswaja Helmy Faishal: Yang Kaya Bantu yang Miskin

Gaungkan Ekonomi Umat, Sekjen JATMA Aswaja Helmy Faishal: Yang Kaya Bantu yang Miskin

News | Jum'at, 18 April 2025 | 11:19 WIB

Harga Emas Pegadaian Tembus Rp 2 Juta, Warga Berbondong-bondong Beli Emas

Harga Emas Pegadaian Tembus Rp 2 Juta, Warga Berbondong-bondong Beli Emas

Foto | Kamis, 17 April 2025 | 19:19 WIB

IHSG Susah Gerak, Warga RI Tahan Belanja, Analis: Saya Khawatir!

IHSG Susah Gerak, Warga RI Tahan Belanja, Analis: Saya Khawatir!

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 15:27 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×