Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Susah Gerak, Warga RI Tahan Belanja, Analis: Saya Khawatir!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 17 April 2025 | 15:27 WIB
IHSG Susah Gerak, Warga RI Tahan Belanja, Analis: Saya Khawatir!
Pengunjung melhat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek masih akan tertahan di kisaran 6.500.

Proyeksi ini didorong oleh tingginya ketidakpastian global akibat perang tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta masih tingginya aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar saham tanah air.

“Mungkin (tertahan) sekitar 6.000-6.500, mungkin bisa sampai 6.600. Agak-agak susah sekarang soalnya fluktuasinya sangat tinggi. Ya mudah-mudahan dengan adanya intervensi tadi (IHSG) enggak di bawah 6.500,” ujar Rully dalam media day Mirae Asset Sekuritas di Jakarta menukil Antara, Kamis (17/4/2025).

Ia menjelaskan salah satu tekanan yang dirasakan pasar berasal dari menurunnya daya beli masyarakat dan kepercayaan konsumen.

Hal ini tercermin dari terus menurunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kendati telah melewati periode bulan Ramadhan dan Lebaran.

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), IKK pada Maret 2025 tercatat sebesar 121,1, turun dari 126,4 pada Februari.

Ini merupakan penurunan tiga bulan berturut-turut dan menjadi level terendah sejak November 2024.

Menurut dia, biasanya periode Ramadhan dan Lebaran menjadi momentum bagi emiten sektor konsumsi dan ritel untuk mendongkrak kinerja.

Namun, pola tersebut tidak terjadi tahun ini, yang justru mengindikasikan lemahnya daya beli masyarakat, terutama kelas menengah.

Pelemahan konsumsi seperti ini berdampak pada emiten yang bergerak di sektor ritel.

“Ini siklus yang seharusnya di kuartal I itu lebih bagus, tapi ini tidak terjadi. Saya khawatir mungkin kalau di kuartal I yang ada Lebarannya saja sudah jelek, bagaimana kuartal-kuartal berikutnya. Jadi ini kondisinya kurang bagus terutama untuk emiten-emiten di sektor konsumen, sektor ritel,” jelas Rully dengan nada pesimistis kepada awak media.

Di sisi lain, sektor komoditas yang biasanya menjadi penopang pasar juga mengalami tekanan. Harga batu bara, sawit dan nikel menunjukkan tren penurunan.

Sementara, saat ini hanya emas yang menunjukkan penguatan signifikan, baik sebagai komoditas maupun sebagai aset investasi.

“Jadi memang kita lihat dalam sepanjang tahun 2025 ini masih ada peluang yang mungkin dengan tren masih tinggi emas masih tetap tinggi. Bahkan kalau kita lihat dari forecast, itu (harga emas) bisa antara 3.500 (dolar AS per troy ounce) sampai 4.000,” terang Rully menambahkan.

Ia menyoroti bahwa salah satu emiten yang mencatatkan tren kenaikan saat ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (Antam), yang bergerak di bidang pertambangan emas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai PHK Mengintai: 1,2 Juta Pekerja RI di Ujung Tanduk Perang Tarif AS-China!

Badai PHK Mengintai: 1,2 Juta Pekerja RI di Ujung Tanduk Perang Tarif AS-China!

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 14:46 WIB

Harga Emas Diramal Makin Bersinar Tahun Ini, Bakal Cetak Sejarah Dunia

Harga Emas Diramal Makin Bersinar Tahun Ini, Bakal Cetak Sejarah Dunia

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 14:37 WIB

IHSG Dibuka Menguat Pada Kamis 17 April, Ucapan Jerome Powell Bikin Pasar Was-was

IHSG Dibuka Menguat Pada Kamis 17 April, Ucapan Jerome Powell Bikin Pasar Was-was

Bisnis | Kamis, 17 April 2025 | 09:45 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB