Apakah 2 Mei 2025 Libur Tanggal Merah? Ini Keputusan Terbaru Sesuai SKB 3 Menteri

Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 27 April 2025 | 20:33 WIB
Apakah 2 Mei 2025 Libur Tanggal Merah? Ini Keputusan Terbaru Sesuai SKB 3 Menteri
Apakah Tanggal 2 Mei 2025 Libur (freepik)

Suara.com - Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Hari tersebut menjadi momen penting untuk memperingati perjuangan para pahlawan di bidang pendidikan yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara. Lantas, apakah tanggal 2 Mei 2025 menjadi hari libur nasional?

Jawabnya tidak. Aktivitas perkantoran dan belajar mengajar berjalan seperti biasa. Ini karena hari pendidikan nasional tidak termasuk hari libur nasional, tetapi hari peringatan nasional yang justru mendapatkan tempat khusus bagi masyarakat Indonesia. 

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan cuti bersama tahun 2025, diputuskan bahwa tanggal 2 Mei 2025 tidak tercantum sebagai hari libur nasional. Penetapan 2 Mei 2025 sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tertera dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 tahun 1961 tentang perubahan Keppres Nomor 316 tahun 1959. Keppres tersebut membahas tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur. 

Hardiknas tergolong dalam hari-hari nasional tetapi bukan hari libur nasional. Oleh karena itu, meskipun tanggal 2 Mei merupakan hari penting tetapi bukan tanggal merah dalam kalender nasional sehingga tidak libur. 

Sejarah Hardiknas

Hari Pendidikan Nasional dibentuk, ditetapkan, dan diperingati dalam rangka untuk menghormati jasa salah satu pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara yang berfokus pada bidang pendidikan. Ki Hajar Dewantara menjadi tokoh pelopor dunia pendidikan Indonesia. Ia mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa. Penetapan tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas merujuk kepada hari lahir Ki Hajar Dewantara yang lahir pada 2 Mei. 

Perjuangan Ki Hajar Dewantara di ranah pendidikan berlangsung ketika ia melihat ketimpangan pendidikan yang diraih masyarakat Indonesia. Pria kelahiran masa kolonial Belanda ini melihat anak-anak seumurannya yang tak dapat menempuh pendidikan, sedangkan dirinya dapat menempuh pendidikan. 

Ki Hadjar Dewantara memang lahir dari keluarga terpandang di era itu. Ia memiliki rasa empati dan simpati besar pada anak-anak seumurannya. Ia ingin pendidikan dapat diraih oleh kalangan mana saja, tidak ada diskriminasi dalam pendidikan karena menurutnya semua orang berhak untuk mengenyam pendidikan, baik kaya maupun miskin.

Ki Hadjar Dewantara pun sering mengkritik pemerintah kolonial Belanda mengenai kebijakan mereka yang berhubungan dengan pendidikan. Akibatnya, Ki Hajar Dewantara pernah diasingkan. Setelah bebas dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa di Yogyakarta, pada 3 Juli 1922. 

baca juga

Dalam upaya meningkatkan pendidikan dan menyebarkan pendidikan ke semua kalangan tanpa diskriminasi ini, Ki Hadjar Dewantara berlandaskan pada filosofi pendidikan yakni, Tut Wuri Handayani atau di belakang memberi dorongan. Filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut sampai sekarang menjadi semboyan pendidikan Indonesia. 

Atas dedikasinya yang besar terhadap dunia pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara pernah mengemban jabatan sebagai Menteri Pendidikan Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. 

Hari Pendidikan Nasional pun sampai sekarang dirayakan secara luas, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan tema peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, yakni "Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua."

 Kemendikdasmen juga telah merilis informasi tema dan logo peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025. Informasi tema dan logo peringatan Hardiknas 2025 ini termuat dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Nomor: 7441/MDM.A/TU.02.03/2025 Perihal Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025.

Logo Hardiknas 2025 ini menampilkan berbagai simbol yang memiliki makna filosofis. Terdapat tiga sosok manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang menjulang ke atas dengan gerakan dinamis dan penuh semangat. Ketiga sosok tersebut melambangkan keberagaman, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia.

Warna-warna yang terdapat dalam logo menggambarkan semangat, kreativitas, energi positif, serta inklusivitas dalam proses pendidikan. Sosok di tengah, berwarna biru. Sosok ini mengarah langsung ke sebuah bintang berwarna emas di atasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Jadwal Cuti Bersama Idul Adha 2025? Ini Rincian Tanggal Libur Panjang Bulan Mei dan Juni

Kapan Jadwal Cuti Bersama Idul Adha 2025? Ini Rincian Tanggal Libur Panjang Bulan Mei dan Juni

Lifestyle | Sabtu, 26 April 2025 | 18:45 WIB

Libur Nasional Waisak 2025, Apakah Ada Long Weekend Lagi?

Libur Nasional Waisak 2025, Apakah Ada Long Weekend Lagi?

Lifestyle | Jum'at, 25 April 2025 | 16:59 WIB

Terkini

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB

7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai

7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna

Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:20 WIB

4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama

4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:20 WIB

Apa Itu Longevity dalam Parfum? Ini 4 Pilihan dengan Aroma Tahan Lama

Apa Itu Longevity dalam Parfum? Ini 4 Pilihan dengan Aroma Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48 WIB

Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan

Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48 WIB

3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama

3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:38 WIB

Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa

Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:15 WIB

Bedak Sariayu untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Panduan agar Tak Salah Pilih

Bedak Sariayu untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Panduan agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:40 WIB

Siapa Wakil Ketua BEM UI 2026? Ini Profil Fatimah Azzahra, Jadi Sorotan usai Adu Argumen soal MBG

Siapa Wakil Ketua BEM UI 2026? Ini Profil Fatimah Azzahra, Jadi Sorotan usai Adu Argumen soal MBG

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:39 WIB