Mangrove Academy, Ruang Tumbuh Anak Muda Penjaga Pesisir Kendal

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 26 Mei 2025 | 11:13 WIB
Mangrove Academy, Ruang Tumbuh Anak Muda Penjaga Pesisir Kendal
Salah seorang siswa peserta kegiatan Mangrove Academy di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Dokumentasi warga)

Suara.com - “Jika bukan kita yang menanam mangrove, siapa lagi?” Kalimat yang meluncur dari bibir Wasito, 52 tahun, membuat kami terhenyak. Pertanda ada urgensitas dan tanggung jawab untuk mencari bibit-bibit baru yang akan menjalankan konservasi mangrove. Tentunya, bibit-bibit muda ini bisa melanjutkan perjuangan Wasito membuat benteng di pesisir.

Saat menyusuri Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah–lokasi kediaman Wasito–terpampang tulisan Mangrove Academy. Papan tersebut berdiri di depan pekarangan rumah Wasito. Kendati papan tersebut kusam, tulisan Mangrove Academy tak lekang waktu. Tulisan masih terpampang nyata di sana.

Ya, Mangrove Academy merupakan salah satu inisiasi yang diprakarsai oleh Wasito. Sebagai ketua Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, Wasito pun tidak memungkiri. Dia butuh generasi penerus. Tongkat estafet kepedulian terhadap mangrove untuk menjaga pesisir pantai perlu ditanamkan.

Karena itu, dia mencetuskan inovasi, yakni Mangrove Academy. Tak cuma bibit mangrove yang dibudidaya, Mangrove Academy menjadi tempat bibit para pelestari diberikan pemahaman tentang tanaman tersebut. Menurut Wasito, Mangrove Academy bakal menjadi tempat lahirnya para pelestari muda yang peduli terhadap ancaman abrasi di pesisir.

Para peserta kegiatan Mangrove Academy di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Dokumentasi warga)
Para peserta kegiatan Mangrove Academy di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Dokumentasi warga)

Mangrove Academy tercetus ketika Wasito menerima penghargaan Kalpataru pada 2020 untuk kategori Pengabdi Lingkungan karena dinilai mengabdikan diri dalam melestarikan mangrove di pesisir Kendal. Tujuannya mulia. Dia membuat Mangrove Academy untuk memupuk generasi untuk mencintai ekosistem di pesisir.

Meski sempat nonaktif, Mangrove Academy kembali diluncurkan setelah Wasito menjalin kemitraan dengan Program Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Wasito mengundang sekolah di Kendal berpartisipasi. Dampaknya, mereka meminta Mangrove Academy dijadikan bagian dari program pengenalan terhadap lingkungan di sekolah.

“Ketika saya menerima Kalpataru 2020, saya membuat Mangrove Academy. Saya ingin memupuk anak muda untuk mencintai ekosistem di pesisir. Generasi muda yang memiliki andil nanti. Setelah mendapatkan program dari GEF SGP, saya meluncurkan lagi Mangrove Academy,” tutur Wasito yang merupakan seorang aparatur sipil negara di Kendal.

Sejatinya ide pembuatan Mangrove Academy tersebut muncul karena rasa iri Wasito terhadap pecinta alam. Kebanyakan para pencinta alam beranjangsana ke gunung untuk melihat hutan di sana. Padahal, di pesisir pun terdapat hutan yang perlu dilestarikan. Jadi tidak melulu mencintai serta menikmati alam itu di gunung, melainkan pula di pesisir pantai.

“Kita ingin membentuk mereka untuk menjadi pionir di pesisir sebagai generasi penerus. Lewat Mangrove Academy, saya ingin membidik siswa SMA. Saya cenderung meminta mereka menginap agar bisa merasakan sensasi hidup di pesisir. Di sana, kami memberikan pemahaman tentang mangrove dari cara membibit, menanam hingga merawat,” ujar Wasito.

baca juga
Kegiatan penanaman mangrove di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Dokumentasi warga)
Kegiatan penanaman mangrove di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.(Dokumentasi warga)

Tak cuma kegiatan penanaman biasa, Mangrove Academy ternyata juga dilirik oleh pihak sekolah maupun kampus. Beberapa guru mengusulkan ke sekolah agar Mangrove Academy ini menjadi salah satu program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Ini  merupakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum merdeka.

“Ada orang yang setelah ikut Mangrove Academy mengusulkan ke pihak sekolah agar dijadikan program rutin supaya anak-anak bisa mendapatkan pemahaman yang komprehensif soal mangrove. Menurut mereka, pemahaman ini merupakan hal yang penting,” ujar Wasito kepada Suara.com, belum lama ini.

Tidak cuma siswa SMA, Wasito juga mengajak mahasiswa bahkan relawan untuk menanam mangrove di pesisir pantai kendal. Mereka diberikan pemahaman mengenai mangrove, praktik menanamnya. Untuk penanaman mangrove, Wasito kerap meminta mereka menginap di pesisir. Tujuannya agar merasakan sensasi menjadi warga pesisir dengan segala kondisinya.

Sekadar informasi, pesisir pantai Pidodo Kulon merupakan muara Sungai Bodri. Berdasarkan data yang dikutip dari Pusdataru Jawa Tengah, Bodri adalah sungai yang memiliki panjang 171 kilometer dengan luas daerah aliran sungai (DAS) yakni 612 kilometer persegi. Sungai ini melintasi 6 kecamatan di Kendal, salah satunya yakni Kecamatan Patebon.

Komunitas warga pesisir di Pidodo Kulon merupakan salah satu mitra Program GEF SGP Indonesia karena merupakan konservasi mangrove berbasis inisiasi warga. Dengan kemitraan tersebut, komunitas nelayan membuat rumah pembibitan mangrove, penanaman serta memberdayakan masyarakat setempat.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Benteng Pesisir Kendal, Cerita Konservasi Mangrove dari Pidodo Kulon

Benteng Pesisir Kendal, Cerita Konservasi Mangrove dari Pidodo Kulon

Lifestyle | Sabtu, 24 Mei 2025 | 13:28 WIB

Lahan Gambut dan Mangrove Kalimantan, Jalan Indonesia Menuju Masa Depan Bebas Emisi

Lahan Gambut dan Mangrove Kalimantan, Jalan Indonesia Menuju Masa Depan Bebas Emisi

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 18:56 WIB

BAF Donasikan 21 Ribu Bibit Mangrove, Ciptakan Kualitas Udara Lebih Baik

BAF Donasikan 21 Ribu Bibit Mangrove, Ciptakan Kualitas Udara Lebih Baik

Bisnis | Minggu, 18 Mei 2025 | 17:02 WIB

Telkom Tanam Ribuan Mangrove di Tarakan Lewat Program GoZero% Goes to Borneo

Telkom Tanam Ribuan Mangrove di Tarakan Lewat Program GoZero% Goes to Borneo

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 17:10 WIB

Ekosistem Kian Menipis, 1.600 Hektare Mangrove di Tanjung Pasir Kini Direstorasi

Ekosistem Kian Menipis, 1.600 Hektare Mangrove di Tanjung Pasir Kini Direstorasi

News | Minggu, 04 Mei 2025 | 18:28 WIB

Terkini

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:09 WIB

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

×