Green Jobs Jadi Jalan Menuju Ekonomi Berkelanjutan, Apa Sih Itu?

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 06 Juni 2025 | 10:59 WIB
Green Jobs Jadi Jalan Menuju Ekonomi Berkelanjutan, Apa Sih Itu?
Green jobs alias pekerjaan ramah lingkungan. (Photo by Trinh Tran/Pexels)

Suara.com - Transformasi menuju ekonomi hijau tidak hanya menjadi solusi atas krisis lingkungan, tetapi juga membuka peluang besar untuk mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan.

Konsep green jobs atau pekerjaan ramah lingkungan kini menjadi sorotan global, termasuk di Indonesia, sebagai jalan tengah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Green jobs adalah pekerjaan yang secara langsung berkontribusi pada pelestarian atau pemulihan lingkungan. Pekerjaan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, kehutanan lestari, hingga ekowisata. Namun, lebih dari sekadar ramah lingkungan, pekerjaan ini juga diharapkan mampu memberikan penghidupan yang layak bagi pekerjanya.

Menurut Factsheet on Green Jobs yang diterbitkan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), transisi ke pembangunan rendah karbon akan menciptakan pergeseran besar dalam pasar tenaga kerja di Indonesia. Pergeseran ini diperkirakan akan memicu permintaan tinggi terhadap tenaga kerja terampil, pelatihan ulang bagi pekerja yang terdampak, serta skema perlindungan sosial yang adaptif.

“Green jobs bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang menciptakan masa depan kerja yang adil,” tulis laporan tersebut, dilansir Jumat (6/6/2025).

Jennifer Allan, dosen politik dan hubungan internasional di Cardiff University, menjelaskan bahwa pekerjaan ramah lingkungan membantu mewujudkan tujuan lingkungan sekaligus memberikan penghidupan.

“Ini bukan ide baru, tetapi kini kita memberi perhatian lebih. Aksi iklim adalah pengganda ekonomi, karena penciptaan green jobs turut membantu mengurangi krisis ekologis,” ujarnya, melansir Guardian.

Data dari ILO menunjukkan bahwa secara global, sektor energi terbarukan telah menciptakan sekitar 2,3 juta pekerjaan baru dalam beberapa tahun terakhir. Di masa mendatang, sektor energi matahari berpotensi menyerap hingga 6,3 juta pekerja, sementara energi angin dapat menciptakan sekitar 2,1 juta pekerjaan pada tahun 2030.

Di Indonesia, komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030 tanpa bantuan internasional—dan hingga 41 persen dengan dukungan internasional—telah membuka jalan bagi inisiatif hijau. Salah satunya adalah proyek Green Jobs in Asia, yang mulai dijalankan sejak 2010 dengan dukungan Pemerintah Australia.

baca juga

Yang menarik, green jobs juga menjangkau masyarakat yang selama ini berada di sektor informal atau kelompok rentan. Petani, nelayan, hingga warga miskin perkotaan memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan pekerjaan hijau melalui skema pelatihan dan pemberdayaan.

Di Filipina, misalnya, para petani organik mendapatkan akses pasar dan pendampingan teknologi yang meningkatkan penghasilan mereka sekaligus menjaga kesuburan tanah. Sementara di Indonesia, koperasi pemulung di beberapa kota telah mulai didukung untuk menerapkan pengelolaan sampah terpadu dengan standar keselamatan kerja yang lebih baik.

Dalam konteks pengentasan kemiskinan, green jobs memiliki potensi besar. Laporan ILO menyebutkan bahwa pekerjaan hijau dapat menjadi jembatan antara Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 1 (penghapusan kemiskinan) dan TPB nomor 13 (penanganan perubahan iklim). Dengan kata lain, upaya menjaga bumi tidak harus mengorbankan kesejahteraan manusia—justru keduanya bisa berjalan beriringan.

Eliot Whittington, direktur kebijakan di Cambridge Institute for Sustainability Leadership (CISL), menekankan pentingnya perubahan sistemik dalam menciptakan lapangan kerja hijau.

“Renovasi rumah untuk efisiensi energi adalah contoh kemenangan ganda. Ini tentang perubahan sistemik, bukan inovasi yang berdiri sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Tidak semua pekerjaan hijau tergolong pekerjaan layak. Beberapa sektor seperti daur ulang, pengolahan limbah, dan konstruksi energi biomassa masih diwarnai dengan upah rendah dan risiko kesehatan.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk memastikan transisi hijau ini juga menjamin perlindungan sosial, hak pekerja, serta standar keselamatan kerja yang tinggi.

Indonesia kini berada pada titik krusial. Dengan bonus demografi dan sumber daya alam yang besar, negeri ini memiliki peluang strategis untuk menjadikan green jobs sebagai poros pembangunan nasional.

Upaya ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor—pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil—untuk memastikan bahwa masa depan hijau juga berarti masa depan yang adil dan sejahtera bagi semua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menunaikan Ibadah, Merawat Bumi: Tips Haji Berkelanjutan 2025

Menunaikan Ibadah, Merawat Bumi: Tips Haji Berkelanjutan 2025

Lifestyle | Jum'at, 06 Juni 2025 | 09:02 WIB

Komnas HAM: 8 Ribu Lebih Pekerja di PHK Sepanjang Januari-Maret 2025

Komnas HAM: 8 Ribu Lebih Pekerja di PHK Sepanjang Januari-Maret 2025

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 16:24 WIB

Wujudkan Kantor Ramah Lingkungan, BNI Capai Nol Sampah ke TPA

Wujudkan Kantor Ramah Lingkungan, BNI Capai Nol Sampah ke TPA

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 19:39 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size

4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:35 WIB

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:25 WIB

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:11 WIB

3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional

3 Pilihan Sepatu Lari Brodo: Kualitas Jempolan, Cocok untuk Pemula hingga Profesional

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:06 WIB

Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter

Apa Itu Projection dalam Parfum? 3 Merek Lokal Ini Aromanya Tercium hingga 2 Meter

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14 WIB

Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya

Kapan Puasa Tasua dan Asyura 2026? Ini Tanggal, Bacaan Niat, dan Keutamaannya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:08 WIB

5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna

5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:45 WIB

Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya

Kapan Hari Ayah di Indonesia? Beda dengan Tanggal Internasional, Ketahui Sejarahnya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:50 WIB

Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya

Apakah Parfum Kedaluwarsa Masih Bisa Dipakai? Kenali Ciri-cirinya

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:00 WIB

Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat

Apa Itu Sillage Parfum? Ini 4 Rekomendasi Lokal yang Wanginya Semerbak saat Lewat

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:29 WIB