Ingin Gaya Santai ala Bali? Mulai dari Pilih Alas Kaki yang Sesuai Ya

M. Reza Sulaiman

Selasa, 22 Juli 2025 | 20:40 WIB
Ingin Gaya Santai ala Bali? Mulai dari Pilih Alas Kaki yang Sesuai Ya
Ilustrasi pantai pasir putih. (Pixabay/PublicDomainPictures)

Suara.com - Tidak semua alas kaki cocok digunakan di iklim tropis seperti Bali. Suhu yang cenderung panas sepanjang tahun, kelembapan tinggi, serta lingkungan yang berganti-ganti antara pasir pantai, trotoar panas, hingga lantai ubin lembap di kafe atau vila, membuat kaki mudah gerah, licin, atau lecet jika tidak ditopang alas kaki yang tepat.

Berbeda dari wilayah beriklim sedang yang mendukung penggunaan sepatu tertutup hampir sepanjang hari, gaya hidup di kawasan tropis menuntut sesuatu yang lebih terbuka dan adaptif. Di daerah seperti Bali, aktivitas luar ruang mendominasi: dari jalan kaki menyusuri pinggiran pantai, menyetir motor tanpa kaus kaki, hingga masuk ke tempat ibadah atau rumah yang mengharuskan melepas alas kaki. Karena itu, kenyamanan dan kepraktisan menjadi prioritas utama.

Menurut sejumlah ahli podiatri dan pengamat gaya hidup tropis, sandal yang cocok untuk iklim seperti ini harus memenuhi beberapa kriteria:

Bahan lentur dan tahan air

Bahan seperti karet alami atau EVA (ethylene-vinyl acetate) dipilih karena tidak menyerap air, cepat kering, dan cukup fleksibel untuk mengikuti bentuk kaki. Ini penting untuk mencegah lembap berlebih yang bisa memicu jamur atau bau tidak sedap, terutama jika sandal sering digunakan tanpa kaus kaki.

Desain terbuka dan sirkulatif

Lubang atau model terbuka memungkinkan udara mengalir dan mengurangi suhu di sekitar kaki. Ini menghindarkan kulit dari iritasi akibat keringat berlebih. Desain terbuka juga membuat kaki lebih "bernapas" saat berjalan di tengah cuaca panas.

Sol anti-slip

Banyak jalan di area tropis yang permukaannya bisa licin saat hujan turun mendadak atau saat berpindah dari lantai kayu ke lantai ubin. Alas kaki yang ideal sebaiknya dilengkapi sol berpola khusus atau berbahan karet dengan daya cengkeram baik agar tetap stabil saat digunakan di berbagai permukaan.

baca juga

Bobot ringan dan mudah dibersihkan

Di tempat wisata tropis seperti Bali, aktivitas pengguna bisa berganti dari berenang, berjalan kaki, hingga berkendara dalam satu hari. Alas kaki yang ringan membantu mobilitas tanpa membebani pergelangan kaki. Sementara itu, material yang mudah dicuci memungkinkan pengguna membersihkannya hanya dengan air mengalir atau lap basah—penting di tempat yang sering terkena pasir atau lumpur.

Sandal yang memenuhi empat kriteria di atas umumnya tidak hanya nyaman, tetapi juga tahan lama dalam pemakaian jangka panjang. Tak heran jika dalam beberapa tahun terakhir, model sandal berbahan karet menjadi pilihan utama, bukan hanya di kalangan turis, tapi juga warga lokal yang ingin tampil santai namun tetap stylish.

Fipper buka gerai terbaru di Kuta, Bali. (dok. Fipper)
Fipper buka gerai terbaru di Kuta, Bali. (dok. Fipper)

Dengan kebutuhan itu, tak heran jika banyak merek global mulai berlomba mengembangkan sandal tropikal yang tak hanya fungsional, tapi juga estetik. Salah satunya adalah Fipper, brand sandal berbahan karet asal Malaysia, yang baru saja membuka toko flagship-nya di Kuta Square, Bali, pada 21 Juli 2025.

Pembukaan ini sekaligus menandai pencapaian baru Fipper yang tercatat di ASEAN Records sebagai “Ekspansi Gerai Ritel Tercepat oleh Merek Alas Kaki Lokal Selama Periode 4 Bulan (April–Juli 2025)”. Dalam waktu singkat, Fipper berhasil membuka 28 toko baru secara global, dengan total 60 outlet di Indonesia.

“Rekor ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami. Ini membuktikan bahwa ketika Anda memadukan semangat, inovasi, dan pemahaman mendalam tentang apa yang disukai pelanggan, pertumbuhan terjadi secara alami,” ujar Jee Von, CEO Regional Fipper.

Gerai terbaru di Kuta ini dirancang selaras dengan gaya hidup tropis. Pencahayaan hangat, desain interior beraksen kayu, dan tampilan warna-warni cerah menciptakan suasana yang kasual namun dinamis—menggambarkan semangat Fipper untuk menjadi bagian dari rutinitas santai masyarakat Bali.

“Di saat yang sama, kami memasuki Bali dengan energi segar dan apresiasi yang mendalam terhadap budaya, komunitas, dan kreativitas yang ada di pulau ini. Gerai baru kami mencerminkan jati diri kami saat ini: yakni, berani, inklusif, ramah lingkungan, dan terinspirasi oleh orang-orang yang kami layani,” tambah Jee Von.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Sandal Sehat untuk Sehari-hari, Mudah Dibeli Lewat Online

5 Rekomendasi Sandal Sehat untuk Sehari-hari, Mudah Dibeli Lewat Online

Lifestyle | Selasa, 22 Juli 2025 | 18:41 WIB

Sebelum Main di Klub Baru, Ethan Kohler Ngulek Sambal hingga Belanja ke Pasar

Sebelum Main di Klub Baru, Ethan Kohler Ngulek Sambal hingga Belanja ke Pasar

Bola | Selasa, 22 Juli 2025 | 09:47 WIB

Bos Mie Gacoan di Bali Jadi Tersangka, Kerugian Disebut Mencapai Miliaran Rupiah

Bos Mie Gacoan di Bali Jadi Tersangka, Kerugian Disebut Mencapai Miliaran Rupiah

News | Senin, 21 Juli 2025 | 16:48 WIB

Terkini

Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:33 WIB

Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back

Pengamat Cium Aroma Perlawanan Balik Koruptor di Balik Isu Febrie Adriansyah: Corruptor Fights Back

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:33 WIB

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:26 WIB

Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Peringatan Hari Mangrove Sedunia, 15 Ribu Bibit Pohon Disebar di Batu Lumbang Tahura Ngurah Rai

Bali | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:21 WIB

5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa

5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:17 WIB

9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang

9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:15 WIB

Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!

Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:12 WIB

Bertabur Bintang Beken, 5 Drakor Adaptasi Webtoon Ini Malah Anjlok di TV Korea

Bertabur Bintang Beken, 5 Drakor Adaptasi Webtoon Ini Malah Anjlok di TV Korea

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:10 WIB

Update Bentrok Berdarah di Menteng: Satu Korban Meninggal di RSCM, Lainnya Kritis

Update Bentrok Berdarah di Menteng: Satu Korban Meninggal di RSCM, Lainnya Kritis

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:07 WIB

Kronologi Duel Remaja Viral di Palembang, Fakta Baru Terungkap setelah Polisi Turun Tangan

Kronologi Duel Remaja Viral di Palembang, Fakta Baru Terungkap setelah Polisi Turun Tangan

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:07 WIB

×